
Author up 2x lagi guys 😁
Siapa nih yang nggak sabar melihat keuwuan Raisa dan Naufal?
Cuss lanjut dibaca ya, semoga suka 😊
...****************...
Raisa berjingkrak kegirangan melihat pesan yang dikirimkan Naufal.
"Astaga-astaga kenapa dia jadi so sweet banget gini sih, tambah sayang deh. Love you bebeb".
Sepulangnya dari sekolah, Raisa langsung menuju ke meja makan melihat menu spesial apa yang dimasak Naufal untuknya.
Dibukanya tutup saji dan menemukan ada ayam goreng.
"Ya ampun ada ayam goreng, udah lama banget nggak makan ini saking hematnya".
Dengan cepat, Raisa langsung melahap makanannya sampai tidak tersisa. Kemudian piring kosongnya itu difotonya kemudian dikirimnya pada Naufal. Tidak lupa juga ia mengirimkan pesan teks pada suaminya.
Terima kasih suami tersayang. Makanannya habis loh, nggak bersisa saking enaknya ❤.
Tidak ada balasan sama sekali dari Naufal.
"Kok nggak dibalas ya? ah, mungkin dia lagi sibuk. Udah lah mending aku beres-beres rumah".
Seperti biasa, Raisa membersihkan rumah dan kemudian mandi.
Malam harinya, seperti yang sudah dijanjikan Naufal. Mereka akan makan malam di luar.
Raisa tampil cantik dengan menggunakan dress selutut berwarna biru dengan aksen bunga dibajunya.
"Beb cantik nggak?" tanya Raisa.
"Cantik, tapi kenapa kamu pakai dress sependek itu? lihat tuh paha kamu kelihatan" ujar Naufal.
"Ya sekali-kali beb, ini juga pertama kalinya aku pakai dress ini kok untuk ngedate kita".
"Ganti" ucap Naufal dingin.
"Loh kok disuruh ganti sih? aku jelek ya pakai ini?".
"Bukan gitu. Malahan kamu cantik pakai baju itu. Tapi bajunya kependekan tuh, nanti kalau orang lain lihat gimana?".
"Oohh jadi suami aku lagi cemburu nih? ulu ulu so sweet banget. Sini cium dulu".
Naufal mendekat dan mulai mengecup pelan bibir Raisa.
"Oke aku ganti baju sekarang. Tunggu ya".
"Iya, pakai yang lebih panjang".
"Siap beb".
Raisa segera berganti dengan menggunakan dress yang lebih panjang dari sebelumnya.
"Udah siap?" tanya Naufal.
Raisa mengangguk.
Mereka pun pergi ke restoran menggunakan bajaj. Kebetulan, rumah mereka dekat dengan pangkalan bajaj.
"Maaf ya beb, aku belum bisa beliin kendaraan untuk kita kemana-mana" ucap Naufal, merasa bersalah.
"Nggak apa-apa kok beb, terserah naik apa aja aku udah senang kok, yang penting perginya bareng kamu" ujar Raisa.
__ADS_1
Naufal tersenyum. Ia merasa bersyukur, dibalik sikap bar-bar istrinya itu ternyata Raisa memiliki sifat yang pengertian juga.
Diambilnya tangan Raisa, kemudian diciumnya telapak tangannya.
"Terima kasih ya, sudah menerima aku saat senang maupun susah".
"Aku yang berterima kasih ke kamu beb, karena udah nerima aku walaupun sifat aku kayak gini" kata Raisa.
Akhirnya mereka telah sampai di sebuah restoran yang cukup mewah.
"Beb kenapa kamu ajak kesini? ini nggak terlalu mahal ya?".
"Kan sebulan sekali. Aku juga udah janji sama kamu kan, kalau aku akan ajak kamu makan malam enak kalau udah gajian".
"Iya sih, tapi ini kemewahan. Nanti uang kamu habis gimana?".
"Nggak apa-apa. Uang bisa dicari lagi, yang penting kamu senang. Aku nggak mau anak orang yang biasanya makan makanan mewah tiba-tiba harus menderita selamanya karena hidup dengan aku".
"Ih beb, aku terharu loh ini. Jangan dilanjut lagi, bisa-bisa aku nangis disini".
"Iya nggak lagi, makanya ayo masuk".
Mereka akhirnya masuk ke dalam restoran, kemudian pelayannya memberikan menu makanan.
"Kamu pesan apa beb?" tanya Naufal.
"Yang paling murah aja ya, nanti gaji kamu habis kalau kemahalan" jawab Raisa.
"Pilih sesuai yang kamu mau aja. Jarang-jarang loh kesini".
Dengan ragu, Raisa mulai memesan makanan namun, yang tidak terlalu mahal. Ia sama sekali tidak ingin membebani Naufal yang sudah bekerja keras selama ini.
Setelah menyantap makan malam, keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Capek beb kalau lari" kata Raisa.
"Nggak, maksudnya joging biasa aja gitu. Kita perlu olahraga juga loh demi kesehatan kita".
"Iya deh. Aku ikut kamu aja".
"Nah gitu dong".
Naufal mengelus lembut rambut Raisa.
Saat sampai di rumah, Raisa langsung menuju ke kamar dan ingin membuka bajunya. Naufal yang berada di belakangnya terkejut, karena melihat Raisa yang hampir melepas dress yang dipakainya.
"Eh kamu ngapain beb?".
"Mau lepas gaun ini, gerah banget. Tadi di bajaj panas banget".
"Ganti bajunya di kamar mandi dong".
"Kenapa disini nggak boleh sih beb? kita kan juga udah sah. Capek aku tuh ganti baju di kamar mandi mulu" ujar Raisa.
"Bukan gitu, tapi nanti kalau aku khilaf gimana? udah jangan macam-macam, cepat ganti di kamar mandi".
"Macam-macam gimana maksudnya? aku mau dong dimacam-macamin" goda mulai mendekat ke arah Naufal.
Sontak saja Naufal bergerak mundur. Namun, langkahnya terhenti karena sudah berada di ujung tembok.
"Beb, jangan mendekat. Aku yang keluar kalau memang kamu mau ganti baju disini".
"Kenapa kamu keluar? kamu disini aja temenin aku".
"Apa jangan-jangan kamu nggak tahan lagi ya?" bisik Raisa tepat ditelinga Naufal, membuat Naufal bergidik.
__ADS_1
Karena posisi tubuh mereka yang sangat dekat, Raisa tanpa sengaja merasakan sesuatu yang keras menempel diperutnya.
Saat ia tengok, ternyata adik Naufal sudah sangat tegang.
"Ya ampun beb, adik kamu udah tegang banget hahahaha" Raisa tertawa terbahak-bahak.
"Gara-gara kamu nih".
Naufal langsung berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.
"Beb perlu dibantuin nggak? aku siap loh" teriak Raisa dari luar kamar mandi.
"Jangan aneh-aneh kamu Raisa. Tidur sana" balas Naufal dari dalam kamar mandi.
Raisa tidak bisa berhenti tertawa karena berhasil membuat milik Naufal menjadi tegang.
30 menit kemudian, Naufal keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega karena telah berhasil menyalurkan hasratnya.
"Gimana? udah nggak tegang lagi? tanya Raisa yang sedang duduk di atas ranjang.
"Kenapa belum tidur?".
"Kan nungguin bebeb dulu".
"Aku mau tidur di luar".
"Loh kenapa begitu beb?".
"Nanti kamu aneh-aneh lagi kayak tadi, aku nggak mau".
"Kamu aja yang cepat terangsang beb, aku kan cuma bisik doang tadi".
"Laki-laki mana yang nggak terangsang kalau digituin? udah aku tidur di luar aja, aku takut khilaf".
"Nggak mau beb, pokoknya kita tidur bareng. Aku nggak bakal gitu lagi kok".
Karena Raisa sudah menunjukkan wajah memelasnya, akhirnya Naufal menjadi tidak tega meninggalkannya sendiri.
"Oke, awas kalau macam-macam".
"Siap".
Baru saja Naufal menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, tiba-tiba Raisa mulai mendekat dan mengelus pelan tubuh Naufal.
"Beb, kamu ngapain? katanya tadi nggak mau macam-macam" kata Naufal menahan napas.
"Ada apa beb? aku cuma pegang tubuh kamu doang. Ternyata berotot juga ya. Aku selama ini selalu bengong tiap lihat kamu main basket terus bajunya terangkat gitu".
"Berhenti Raisa, jangan mulai lagi".
Karena sentuhan yang diberikan Raisa ke tubuhnya, tubuh bagian bawah Naufal kembali menegang.
"Wow cepat banget tegangnya beb, kayaknya besar deh itu di bawah".
Raisa ingin mencoba memegang milik Naufal, tetapi langsung ditepis oleh pemiliknya.
"Minggir" teriaknya langsung berlari kembali ke dalam kamar mandi.
"Hahahaha, tegang lagi. Eh beb berapa panjangnya? kayaknya panjang banget deh, penasaran pengen lihat".
"Awas kamu Raisa, aku lulus nanti nggak akan aku kasih ampun".
"Uhhh nggak sabar deh. Pengen cepat-cepat dimasukin yang besar-besar" kata Raisa kembali menggoda Naufal yang kesusahan di dalam kamar mandi.
"Dasar istri mesum" teriak Naufal.
__ADS_1