Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
47. Jangan Pergi


__ADS_3

Hari ini author up nya 2x ya 😊


Perhatian! Cerita kali ini akan mengandung bawang dan juga mengandung 21+


...****************...


Keduanya pun pergi dari pantai itu dan memilih untuk membeli banyak makanan, sebelum akhirnya pulang ke hotel.


Malam harinya, Raisa dan Naufal sedang asyik menonton film bergenre romantis, di kamar hotel mereka.


Raisa tampak bersandar di dada bidang milik Naufal, sedangkan Naufal merangkul tubuh istrinya agar semakin dekat dengannya. Tiba-tiba saja, di salah satu adegan film yang mereka tonton, muncul scene berciuman yang semakin lama semakin ganas.


Tentu saja, Raisa dan Naufal terkejut melihat adegan itu dan nafsu mereka pun akhirnya mulai muncul.


Keduanya menjadi tidak fokus menonton, saat adegan film itu menunjukkan hal-hal yang mulai intim.


Naufal berkali-kali terlihat berdehem karena tiba-tiba saja tenggorokannya menjadi kering. Sedangkan Raisa, terus menerus mengipas tubuhnya dengan tangannya karena merasakan hawa yang sangat panas. Padahal, saat itu ac menyala sudah cukup dingin.


Keduanya terlihat kelabakan saat adegan di TV sudah mengarah di scene yang jauh lebih intim dari sebelumnya.


Naufal langsung meraih remote TV yang berada didekatnya, kemudian segera mengganti ke channel lainnya.


Deru napas mereka terdengar tidak beraturan karena hal itu. Naufal dan Raisa terdiam beberapa saat, lalu terdengar suara Naufal mulai membuka pembicaraan.


"Eung...Beb. Kalau lagi hamil kira-kira bisa nggak ya gituan? tanya Naufal, ragu-ragu.


"Aku juga nggak tahu beb. Tunggu, aku cari tahu di internet dulu".


"Masa cari tahu di internet? Dimana-mana kalau cari tahu itu lewat buku, biar lebih akurat gitu" ucap Naufal.


"Kamu aja yang sendiri cari, beb. Udah terlanjur nafsu gini masih disuruh baca buku lagi. Udah tunggu, aku cari aja di internet" kesal Raisa.


Ternyata Raisa juga rasain hal yang sama ya. Kirain cuma aku doang. Batin Naufal.


Setelah mencoba mencari beberapa artikel di internet, Raisa akhirnya bisa menyimpulkan kalau hubungan badan diperbolehkan, apalagi bagus untuk melahirkan normal.


"Beb, beb. Lihat nih, katanya berhubungan saat hamil itu malah lebih bagus. Supaya lahiran normal lebih mudah" ujar Raisa.


"Serius beb?" tanya Naufal, tidak percaya.


"Iya lah. Baca nih. Udah benar itu, akurat" jawab Raisa.


Tanpa menunggu basa basi, Naufal langsung memposisikan tubuh Raisa berada di bawah, sedangkan ia berada di atas.


"Sudah siap?".


"Siap dong" ucap Raisa.


Naufal langsung mencium bibir Raisa, kemudian memasukkan lidahnya. Raisa pun membalas ciuman Naufal dengan sesekali mendesah, karena tangan Naufal tidak hanya diam saja, melainkan mencoba menelusuri setiap lekuk tubuh istrinya itu.


Perlahan tapi pasti, Naufal melepas satu demi satu kancing baju Raisa, lalu meremas dua buah gunung kembar yang terpampang indah dihadapannya.


Raisa mendesah hebat, karena disaat yang bersamaan Naufal juga menghisap kulit putih dan kenyalnya dengan sangat kuat.

__ADS_1


Karena sudah tidak tahan lagi mendengar erangan yang keluar dari mulut Raisa, Naufal segera mempercepatnya dengan menurunkan celana milik Raisa hingga tubuh istrinya kini sudah polos tanpa sehelai benang pun.


"Ihhh curang. Kamu juga buka baju dong, beb" kesal Raisa.


Saat Naufal ingin membuka bajunya, dengan cepat Raisa meraihnya.


"Biar aku saja yang buka".


Setelah membuka semua pakaian yang dikenakan Naufal, kini mereka sama-sama dalam keadaan polos.


"Wow beb, ternyata punya kamu besar juga ya, udah keras lagi. Kemarin pasti aku nggak sadar karena lampunya dimatiin, kalau sekarang kan nggak" goda Raisa.


Wajah Naufal kini memerah karena malu.


"Udah beb, jangan bahas itu lagi. Aku malu".


"Iya, nggak lagi deh. Gitu aja malu. Sama istri sendiri juga".


Naufal tidak menggubris perkataan Raisa, dan dengan cepat ia segera melancarkan aksinya.


Digesek-gesekkan miliknya kepada milik Raisa, kemudian dalam hitungan detik, milik keduanya telah bersatu.


"Aaakkhhhh..beb" pekik Raisa.


"Kenapa? Masih sakit ya?".


"Nggak. Lanjutin cepetan".


Terlihat keringat mengucur deras di kedua kening mereka dan Naufal pun terus memacu pergerakannya dengan cepat, tanpa henti.


"Beb... aaahhhh... aku nggak.. tahan" ceracau Raisa.


"Tung..gu beb. Sebentar lagi..aku juga keluar. Kita sama-sama" kata Naufal.


"Hati-hati beb, jangan terlalu kencang. Ingat ada dede bayi" ujar Raisa.


Naufal segera menurunkan sedikit kecepatannya, karena mengingat ada anak yang sedang dikandung Raisa.


Setelah beberapa saat kemudian, Naufal mulai merasa dirinya akan segera keluar juga.


"Beb..Aku udah mau keluar sekarang. Kelu..arin sama-sma".


"Aaaahhhhhh" teriak panjang keduanya.


Setelah ****** ***** mereka keluar bersama, Naufal langsung memeluk tubuh Raisa dan menutupi badan mereka dengan selimut.


"Beb, aku senang deh bisa menikah dengan kamu. Aku jadi lebih bertanggung jawab sekarang".


"Aku juga senang kok beb" ucap Raisa.


"Beb" panggil Naufal.


"Iya, ada apa?" tanya Raisa menoleh ke arah Naufal.

__ADS_1


"Kalau kita punya masalah ataupun kejadian yang tidak diinginkan, aku harap kita berdua tidak memberitahukan ke orang tua kita masing-masing. Aku tidak ingin mengkhawatirkan mereka".


"Kamu kenapa tiba-tiba bicara kayak gini, beb?" tanya Raisa.


"Nggak kok. Aku cuma mau bilang itu aja. Aku nggak mau mereka khawatir. Oh iya satu lagi, aku sangat mencintai kamu. Sangat Raisa" ujar Naufal, terdengar sangat tulus.


"Iya, aku juga nggak mau buat mereka khawatir. Dan aku lebih-lebih sangat mencintai kamu beeeebbb"


Naufal tertawa kemudian mencium bibir Raisa dengan gemas.


"Ayo tidur. Besok aku harus ketemu Pak Heri. Kamu disini aja ya beb, nanti bertengkar lagi".


"Iya. Aku juga malas banget ketemu dia" kata Raisa.


"Iya beb, udah jangan marah-marah lagi ya"


Keesokan harinya, Naufal tengah bersiap untuk bertemu Pak Heri di toko furniture. Sedangkan Raisa memilih untuk tinggal di hotel, agar tidak bertengkar dengan Pak Heri lagi.


"Kamu hati-hati ya, beb. Ini hari terakhir ngecek toko kan?"


"Iya ini terakhir. 2 hari berikutnya kita bebas" ucap Naufal.


"Yeaaay bisa jalan-jalan dong"


"Iya dong. Aku pergi dulu ya beb, kalau mau makan sesuatu, pesan aja. Atau kalau mau, jalan dikit ke bawah ada minimarket kok" ujar Naufal.


"Siap, bos. Ciumannya mana?" tagih Raisa.


Naufal langsung mencium bibir Raisa cukup lama, kemudian melepasnya.


"Untung kamu berhenti beb. Gini kalau lama dikit, kamu nggak ke kantor" goda Raisa.


"Gombal. Aku pergi ya. Daah bebyku sayang" kata Naufal.


"Daaah love you" balas Raisa.


Naufal sudah pergi, dan tinggal lah Raisa sendiri di dalam kamar hotel. Ia hanya menghabiskan untuk menonton TV dan sesekali bermain hp.


Tidak terasa waktu sudah berlalu dengan cepat, perut Raisa sudah mulai berbunyi tanda ia sudah kelaparan saat ini. Kemudian, terlintas dibenaknya tentang minimarket yang dikatakan Naufal, ia pun memutuskan untuk pergi ke minimarket itu sekalian untuk menghilangkan bosan karena seharian berada di kamar hotel.


Selesai berbelanja, Raisa berjalan untuk kembali kedalam hotel. Namun, baru saja beberapa langkah, terdengar suara dentuman yang sangat keras serta beberapa orang terlihat berteriak dan berkumpul di tempat terjadinya suara dentuman itu.


Apa itu? Apa ada yang kecelakaan ya? gumam Raisa.


Karena penasaran, Raisa memutuskan untuk melihat ke tempat orang yang sedang berkerumun saat itu. Banyak yang mengatakan bahwa ada pria yang ditabrak oleh mobil. Ia berusaha masuk diantara kerumunan orang, untuk melihat siapa orang yang ditabrak.


Saat berhasil lolos dari kerumunan, kini ia dapat melihat orang yang ditabrak ternyata adalah suaminya sendiri. Raisa menutup mulutnya tidak percaya dan barang-barang yang dibelinya di minimarket pun jatuh berserakan.


Air matanya keluar membasahi pipinya, melihat Naufal yang sudah bermandikan darah.


"Naufaaaallllll" teriaknya menghampiri tubuh suaminya yang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Jangan tinggalin aku Naufal, aku mohon. Kamu sudah janji tidak akan meninggalkan aku" teriak Raisa histeris dan terus menangis sambil memeluk tubuh suaminya.

__ADS_1


__ADS_2