
Maaf hari ini author telat update, karena lagi sibuk banget 😭
Silahkan dibaca ❤
...****************...
Waduh gawat nih kalau Mama Siva ke rumah. Mana aku belum tahu masak lagi sampai sekarang. Kan takut kalau Mama Siva jadi mertua jahat kayak di film-film. Batin Raisa.
.
.
.
Naufal sudah diizinkan untuk pulang, setelah beberapa jam setelah ia sadar.
"Ayo, Mama dan Papa anterin ke rumah. Hari ini Raisa jagain Naufal aja ya, nggak usah lanjut ke kantor lagi" kata Papa Tio.
"Baik, Pa" ucap Raisa.
"Mama nginap di rumah kalian ya" kata Mama Siva.
Raisa dan Naufal saling melirik untuk meminta persetujuan, tetapi untungnya Papa Tio cepat tanggap. Ia tahu, pasti anak-ananknya itu akan tertekan nantinya.
"Nggak usah, Ma. Mereka kan pasti mau berduaan. Pasti Naufal juga bakalan cepat sembuh kalau Raisa ada disampingnya. Jadi, Mama nggak perlu nginap disana. Nanti Papa sendirian loh" ujar Papa Tio.
"Benar itu, Ma. Apa yang Papa bilang, Naufal setuju banget"
"Ih kalian berdua mah, pasti udah rencana ya. Ya sudah lah, Mama nggak jadi nginap" ucap Mama Siva.
Akhirnya Mama Siva nggak jadi nginap, nggak jadi belajar masak kebut dong nantinya hehe. Batin Raisa, bahagia.
"Ayo kalian berdua dianterin pulang" ajak Papa Tio.
"Nggak usah, Pa. Anterin ke kantor aja, aku juga mau ambil motor yang masih ada disana" kata Naufal.
"Nggak usah kamu pikirin motor. Nanti Papa suruh asisten Papa yang anterin. Sekarang ayo kalian diantar pulang"
Raisa dan Naufal akhirnya menerima ajakan Mama Siva dan Papa Tio untuk diantar pulang ke rumah.
Sore harinya, Raisa tengah duduk menonton TV, setelah dirinya selesai mandi. Ia menonton drama korea kesukaannya yaitu, cerita tentang pelakor.
Naufal yang baru juga selesai mandi, menghampiri Raisa dan tidur di paha Raisa.
"Enaknya tiduran di paha istri" kata Naufal, sambil memejamkan matanya.
Raisa tersenyum, kemudian mengecup singkat bibir Naufal.
"Gombal banget deh suami aku ini"
Raisa mengelus-elus pipi Naufal, sembari matanya melihat ke arah layar TV dan fokus untuk menonton.
Tiba-tiba muncul salah satu adegan yang membuat emosi, karena pelakor di drama itu muncul.
Raisa yang sudah terbawa suasana tanpa sadar langsung memukul kuat pipi Naufal, hingga Naufal yang sedang memejamkan mata langsung terperanjat bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Beb, kenapa kamu nampar aku?" tanya Naufal, sambil mengelus pipinya yang sakit.
"Eh, maaf beb. Aku nggak sengaja. Aku lagi nonton ini drama nyebelin banget. Masa pelakornya menang terus pemeran utamanya nangis doang. Maaf ya beb. Sakit ya?" tanya Raisa, merasa bersalah.
"Aku nggak mau dekat-dekat kamu kalau lagi nonton drama kayak gitu. Entar bukan cuma dipukul tapi dijambak juga" kesal Naufal.
"Maafin aku, beb. Aku memang istri berdosa, aku nggak sengaja. Huaaaa" Raisa mulai berakting menangis, karena Naufal tidak mau memaafkannya.
Naufal yang tidak sadar kalau Raisa hanya berpura-pura menangis langsung memeluknya dan mengelus rambut Raisa.
"Maafin aku ya, beb. Aku maafin kok. Tadi aku cuma kaget aja karena tamparan kamu sakit banget" kata Naufal.
Didalam pelukan Naufal, Raisa tersenyum senang karena tidak dimarahi Naufal.
Saat ia melepas pelukannya, Raisa bisa melihat wajah Naufal yang sudah memerah akibat pukulannya tadi.
Ya ampun. Aku mukul sekencang apa sih tadi. Kok sampai merah gitu sih.
"Beb, jangan gerak. Aku ambilin es batu dulu. Pipi kamu harus dikompres" ucap Raisa.
"Apa? Pipi aku bengkak sekarang?"
Raisa mengangguk dan langsung cepat-cepat mengambil es batu didalam kulkas.
Beneran bengkak ya. Gila, kekuatan istri aku udah gimana tuh tadi. Gumam Naufal.
Raisa kembali menemui Naufal, setelah selesai mengambil es batu yang sudah ditutupinya dengan kain.
Ia mulai mengompresnya pelan-pelan agar Naufal tidak merasa kesakitan.
"Iya sedikit, beb. Aww" kata Naufal, sedikit meringis.
"Duh, maafin aku beb. Kok bodoh banget sih aku. Nggak gitu lagi deh" ucap Raisa, merasa bersalah.
"Nggak apa-apa, beb. Aku tahu kok, kamu nggak sengaja"
Naufal meraih tangan Raisa, setelah dia mengompresnya.
"Ada satu hal lagi yang bisa buat pipi aku sembuh"
"Apa itu beb?"
"Cium pipi aku" pintah Naufal.
Karena Raisa yang disuruh seperti itu, tentu saja ia langsung mengiyakannya. Dipegangnya pipi Naufal dengan kedua tangannya. Kemudian, bibirnya mendaratkan ciuman di pipi Naufal. Tidak berhenti sampai situ saja, ciuman berlanjut hingga ke mata, hidung dan terakhir yaitu bibir.
Setelah berciuman cukup lama dibibir, Raisa mulai memberi kode kepada Naufal untuk melanjutkan aksinya. Naufal yang mengerti akan kode yang diberikan Raisa, langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar. Raisa tertawa sambil menyembunyikan wajahnya ke dada milik Naufal.
Saat itu juga, terjadilah percintaan diantara kedua pasutri muda itu.
(Note : Kali ini author tidak masukkan adegannya ya. Silahkan berimajinasi sendiri biar lebih seru🤣🤣)
.
.
__ADS_1
.
Pagi ini, merupakan pagi yang sangat menggembirakan untuk Raisa. Ia pergi ke kantor dengan wajah yang sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Sepanjang perjalanan menuju ke ruangannya, senyuman manis terpancarkan dari wajahnya. Alasan kenapa bisa seperti itu, tentu saja karena ia lega semua orang telah mengetahui rahasianya. Jadi, tidak ada yang perlu disembunyikan lagi. Begitu menurut Raisa.
Saat Raisa memasuki ruangan, semua pegawai tunduk dan memberi salam kepadanya, seakan-akan dialah bosnya. Tentu saja, Raisa senang. Apalagi saat melihat wajah kesal dari Kevin dan Lia.
"Halo Lia, gimana kabarnya? Dengar-dengar udah mau berhenti ya magangnya? Baguslah, sekolah benar ya" kata Raisa, membuat Lia tambah kesal.
"Nggak usah sok asik deh" ucap Lia.
Raisa tidak menghiraukan perkataan Lia dan malah menatap ke arah ruangan Kevin yang pintunya saat ini sedang terbuka, sehingga ia bisa melihat dengan jelas wajah kesal Kevin dari dalam sana.
Terbesit sebuah ide, untuk mengerjai Kevin. Raisa menunjuk ke arah Kevin, kemudian menyuruhnya untuk datang dengan memakai isyarat tangannya. Tentu saja Kevin tidak mau dan malah menatap ke arah lain.
Karena merasa tidak dihiraukan, Raisa langsung berteriak memanggil nama ketuanya itu.
"Tolong Pak Kevin kesini sekarang juga" teriaknya, membuat seisi ruangan menatapnya, kemudian beralih melihat Kevin.
Kevin yang sudah ditatap seluruh pegawainya, terpaksa menghampiri Raisa.
"Ada apa kamu panggil saya? Tidak sopan"
"Beliin saya jus dong di bawah dong, Pak. Saya haus nih" kata Raisa, dengan santainya.
"Kamu ada tangan dan kaki kan? Beli sendiri" ketus Kevin.
"Loh Bapak ini nggak ingat? Dulu Bapak juga pernah suruh saya kayak gini loh"
"Tapi kamu kan nggak mau"
"Iya memang kan aku bukan babu. Disini kan Bapak
juga ada salah, karena berani memukul suami saya sampai pingsan. Jadi, sebagai balasannya Bapak harus mengikuti setiap perintah saya dan Naufal selama 1 minggu kedepan"
"Nggak bisa gitu dong. Saya nggak mau"
"Oh jadi Bapak mau saya tuntut terus Bapak dipecat? Oke kalau begitu. Bapak duluan yang cari masalah" tantang Raisa.
Dengan berat hati, akhirnya Kevin mengiyakan karena takut akan dipecat. Tidak hanya Kevin saja, Raisa juga menatap Lia.
"Kamu beberapa hari lagi mau selesai kan magangnya? Beliin makanan sana. Kamu kan juga ikut kerjasama kemarin" kata Raisa.
"Tapi Kak.."
"Nggak ada tapi-tapi. Cepetan" potong Raisa.
Kevin dan Lia terpaksa mengikuti perintah Raisa dan mulai mengikuti perintahnya.
Para pegawai menatap kagum kepada Raisa.
"Mantap kamu Raisa. Baru kali ini saya lihat Pak Kevin yang egonya tinggi itu jadi penurut" ucap salah satu karyawan.
"Iya dong. Siapa dulu, Raisa Nur Azizah, mantan anak geng yang sangat terkenal barbar. Tidak mungkin bisa dikalahkan. Ahh..anggota gengku, aku rindu" kata Raisa.
__ADS_1
Ia tersenyum puas, sambil duduk dikursi kerjanya.