
Hari ini author up 2x semoga suka ya 😊
Happy Reading ❤
...****************...
Gila. Kok sekarang jadi dia yang agresif ya. Padahal dulu kan aku yang kayak gitu. Malah sekarang aku yang jadi deg-degan nih, gawat. Gumam Raisa
.
.
.
2 bulan kemudian
Hari ini adalah hari kelulusan Naufal dan juga umur baby El yang genap berusia 4 bulan.
Raisa sedang memasangkan dasi untuk suaminya yang akan segera menghadiri acara kelulusannya.
"Ganteng banget sih kamu. Sayang ya aku dan El nggak bisa temenin kamu beb" ucap Raisa.
Ya, Raisa tidak bisa menghadiri acara kelulusan Naufal karena tidak ingin menjadi bahan omongan orang-orang disana.
"Maafin aku ya beb" kata Naufal, merasa sangat bersalah.
"Tidak masalah. Kamu nggak harus minta maaf beb. Ini udah konsekuensinya yang harus kita hadapi. Oke udah rapi semuanya. Kamu pergi bareng Papa Tio dan Mama Sih kan?"
"Iya dong. Masa pergi sama yang lain"
"Kali aja beb"
"Nggak mungkin istriku" gemas Naufal, kemudian mencium bibir istrinya itu.
"Ayo sarapan, aku udah buatin sarapan spesial loh untuk kamu. Makanan pagi ini adalah nasi goreng" ucap Raisa.
Raisa memang sudah lumayan bisa masak sekarang ini, berkat bantuan Mama Nia yang mengajarinya memasak.
"Wah enak tuh. Akhirnya aku nggak khawatir lagi kamu sendirian beb. Buktinya udah jago masak sekarang" kata Naufal, sangat bangga kepada Raisa.
"Iya dong. Aku juga baru belajar beberapa sih, tapi lumayan lah beb. Hitung-hitung bisa masak yang gampang-gampang dulu"
"Benar itu, aku dukung banget deh. Nanti kalau ada waktu senggang aku yang ajarin ya"
"Kayaknya nggak bakalan ada deh beb. Kata Sevia, ospek mahasiswa baru itu menguras waktu banget"
"Iya sih, aku juga dengar-dengar kayak gitu"
"Terus gimana kerja kamu beb kalau kuliahnya kayak gitu?"
"Aku sudah bicara dengan Papa sebelumnya. Katanya datang aja kapan ada waktu luang"
"Memang ya kalau anak direktur itu beda"
__ADS_1
"Hahaha kamu bisa aja. Kamu sendiri juga anak direktur" ucap Naufal.
"Iya sih. Tapi kan aku nggak kerja" kata Raisa.
Saat mereka sedang mengobrol sambil memakan sarapannya, bunyi klakson mobil terdengar dari luar rumah.
"Pasti Mama dan Papa sudah datang. Aku bukain dulu ya, kamu lanjutin makanannya aja beb"
Raisa membuka pintu dan benar saja itu adalah Mama Siva dan Papa Tio.
"Hai menantu Mama. Naufalnya dimana? Udah siap?"
"Udah kok, Ma. Dia lagi sarapan sekarang. Mama sama Papa udah sarapan atau belum? Kalau belum, ayo sarapan bareng" ajak Raisa.
"Makasih Raisa. Tapi kami udah sarapan sebelum kesini. Mama dan Papa pengen lihat El aja, sambil nunggu Naufal makan"
"Ayo silahkan masuk. El ada di kamar, lagi main sama mainannya"
Mama Siva dan juga Papa Tio masuk ke dalam rumah dan menemukan Naufal yang sedang makan.
"Halo Mama, Papa, ayo makan bareng"
"Udah sarapan tadi. Lanjutin aja makannya. Mama dan Papa mau lihat El dulu"
Mama Siva dan Papa Tio asyik bermain dengan baby El, sedangkan Raisa kembali ke meja makan.
"Orang tua kamu senang banget beb"
"Mereka mungkin rindu dengan anak kecil jadi mereka senang banget deh"
Selesai makan, Naufal dan juga kedua orang tuanya pamit untuk pergi.
"Dadah Papa Naufal. Mama dan El nunggu di rumah ya. Semoga jadi juara umum di sekolah" ucap Raisa, sambil menggendong baby El.
"Dadah. Tunggu Papa pulang ya"
Naufal segera pergi bersama orang tuanya untuk ke sekolah. Di rumah, Raisa tidak kehilangan ide begitu saja. Ia ingin memberikan kejutan saat Naufal pulang dari sekolah nanti.
Ia menelepon Sevia dan Serly untuk menemaninya membeli segala keperluan yang dibutuhkannya untuk memberi kejutan kepada Naufal. Dari hari sebelumnya mereka memang sudah janjian untuk pergi.
S : Serly
SV : Sevia
R : Raisa
R : Assalamualaikum wanita-wanita soleha. Dimana kalian berdua? Kok lama amat ya. Kata Raisa.
S : Waalaikumsalam, aduh dibilangin soleha nggak tuh. Tunggu ya Mama Raisa, kita lagi di jalan nih lagi macet. Tau kan kondisi jalanan Ibu Kota gimana.
R : Oke ditunggu. Jangan kelamaan ya. Soalnya El bosan nunggu.
SV : El yang bosan apa Mamanya tuh. Sahut Sevia yang sedang menyetir.
__ADS_1
R : Cerewet ya aunty Sevia dan aunty Serly. Cepetan ditunggu. Daah.
Raisa memutuskan sambungan telepon dan menunggu kedatangan 2 sahabatnya itu. Ya, Dara tidak bisa hadir karena sedang berkuliah di luar kota.
Setelah beberapa saat menunggu, terdengar teriakan dari luar rumah.
"Mamanya El cepetan keluar dong"
"Pasti itu suara Serly. Mereka sudah sampai ternyata. Ayo El, kita pergi"
Raisa mendorong stroler bayi milik El, menuju ke mobil.
"Aduh ibu-ibu ini ribet banget ya bawaannya, sini gue bantuin" tolong Serly.
"Kalian beneran lagi nggak kuliah kan? Maaf ya udah ngerepotin" ucap Raisa.
"Santai. Nggak berasa direpotin kok" kata Sevia.
"Iya benar itu. Oke udah siap, ayo kita pergi" sambung Serly.
.
.
.
Mereka berempat akhirnya sampai di toko khusus yang menjual perlengkapan ulang tahun. Raisa sibuk memilih barang apa saja yang ingin dibeli, sedangkan Serly dan Sevia sibuk bermain dengan baby El.
Setelah merasa apa yang dibutuhkan sudah cukup, Raisa langsung membayarnya di kasir dan mereka pun pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Raisa dibantu oleh Sevia untuk memasang berbagai macam hiasan di dinding serta mempersiapkan kue untuk Naufal. Sedangkan Serly bertugas untuk mengajak baby El bermain.
Semua persiapan akhirnya telah siap. Baru saja mereka akan beristirahat sebentar karena merasa lelah, suara mobil sudah terdengar dari luar
Raisa mengintip sedikit ke jendela dan benar saja Naufal beserta Mama Siva dan Papa Tio baru saja turun dari mobil.
"Eh mereka udah datang tuh. Ayo cepat ke posisi masing-masing" kata Raisa.
Serly dan Sevia berdiri di sebelah kiri, bersiap untuk menembakkan taburan kertas saat Naufal masuk nanti. Kemudian Raisa menaruh kue cake di atas meja di depannya, lalu dirinya mengambil baby El dari dalam stroler dan menggendongnya.
Mereka sudah merencanakan dari sebelumnya. Kalau pintu terbuka, langsung berteriak selamat dan tembakkan taburan kertasnya.
Jantung Raisa terasa berdetak sangat cepat saat menunggu pintu rumah terbuka. Entah kenapa dirinya merasa gugup, padahal hanya sebatas kejutan kecil-kecilan.
Saat pintu terbuka, sesuai dengan rencana, Raisa langsung berteriak "selamat atas kelulusannya" diikuti oleh Serly dan juga Sevia yang menembakkan taburan kertas.
Namun, seketika wajah Raisa yang awalnya tersenyum langsung berubah menjadi sedih saat melihat orang yang pertama kali masuk ternyata adalah Papa Tio, bukan Naufal.
"Eh makasih loh. Papa ya yang diucapin ini? Papa kan udah lulus sejak lama dari sekolah" ucap Papa Tio.
Naufal yang berjalan dibelakang papanya merasa bingung karena mendengar teriakan dari dalam rumah.
"Ada apa ini?" tanya Naufal.
__ADS_1
"Beb, kenapa nggak masuk duluan sih? Kan gagal kejutannya. Jadinya kejutan buat Papa Tio deh ini" kata Raisa dengan wajah cemberut.
Serly dan Sevia tertawa terbahak-bahak melihat wajah cemberut Raisa, karena kejutannya yang gagal.