Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
67. Mulai Goyah


__ADS_3

Raisa berlalu pergi ke kamar, meninggalkan Naufal sendirian di ruang tengah. Naufal tidak membantah apapun karena dirinya tidak ingin masalah semakin panjang. Padahal kalau saja Raisa tahu bagaimana susahnya menjadi anak kuliahan, mungkin saja istrinya itu tidak akan berkata seperti saat ini.


Raisa segera mengemas beberapa potong pakaian yang akan dibawanya ke rumah orang tuanya. Setelah itu, ia juga mulai berkemas untuk keperluan baby El.


Saat dirasanya sudah tidak ada yang ketinggalan lagi, Raisa langsung berjalan ke luar kamar bersama baby El yang berada di stroler.


"Kamu yakin nggak mau aku anterin beb? Bawaan kamu banyak loh" tanya Naufal.


"Nggak" jawab singkat Raisa.


Naufal tidak bisa menahannya lagi. Ia hanya bisa menatap punggung Raisa yang menjauh pergi.


Kini Raisa dan baby El sudah berada di rumah Mama Nia dan Papa Adit. Mereka sangat terkejut saat melihat Raisa yang datang membawa koper.


"Kamu kenapa bawa koper segala? Kamu bertengkar dengan Naufal ya?" tanya Mama Nia.


"Iya"


"Kenapa bisa?" tanya Papa Adit.


"Panjang ceritanya Ma, Pa. Tolong jagain El ya. Aku mau istirahat dulu. Dari selamam nggak bisa tidur nyenyak"


"Ya sudah kamu istirahat saja dulu. Nanti El kami yang jaga" ujar Mama Nia.


Raisa menaiki tangga dengan tertunduk lesu. Mama Nia merasa ada yang tidak beres dengan rumah tangga anaknya itu. Tanpa berlama-lama lagi, ia segera menghubungi besannya yaitu Mama Siva.


Assalamualaikum jeng. Ada apa ya? Perasaan baru sejam yang lalu ketemu loh. Kata Mama Siva dari seberang telepon.


*Waalaikumsalam. Begini jeng, barusan Raisa datang ke rumah dengan El. Terus dia bawa koper kesini. Saya curiga mereka sedang ada masalah yang besar sampai-sampai Raisa minggat dari rumah.


Astaga. Yang benar jeng? Aku nggak tau loh, Naufal belum cerita apa-apa. Nanti aku hubungi Naufal dan tanya ke dia apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Iya jeng tolong ditanya ya. Soalnya Raisa belum mau bicara sekarang.


Iya makasih infonya jeng. Semoga mereka nggak ada masalah serius.


Aminn. Sudah dulu ya jeng. Assalamualaikum


Waalaikumsalam*.


Mama Siva yang baru mendapatkan informasi dari Mama Nia, langsung mengirimkan pesan ke Naufal saat itu juga.


Ke rumah sekarang. Nggak pakai lama!


Begitu pesan Mama Siva kepada Naufal. Setengah jam kemudian, Naufal telah datang di rumah orang tuanya.


Baru saja dirinya ingin mengucapkan salam, Mama Siva langsung memberikan pertanyaan bertubi-tubi.

__ADS_1


"Ma, bisa kita duduk dulu baru bicara? Dan tolong kalau nanya satu-satu dong, jangan berbarengan semuanya"


"Ya sudah ayo duduk. Jadi ada masalah apa kalian berdua?"


Naufal diam sesaat, kemudian mulai menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Mama rasa kalian berdua masing-masing ada salahnya. Salah Raisa karena nggak bisa mengerti kondisi kamu dan salah kamu karena terlalu fokus dengan perkuliahan. Coba saja kalau kamu izin sekali dua kali, pasti semua akan baik-baik saja"


"Mama tau semuanya berat untuk kamu nak. Apalagi kamu harus membagi waktu antara kuliah, kerja dan keluarga. Tapi kamu tau kan kalau itu konsekuensi yang harus kamu hadapi sekarang? Raisa pasti kecewa karena kamu nggak ada disampingnya saat El sakit. Saran Mama, kamu sebaiknya minta maaf ke istri kamu jangan sampai hal yang lebih buruk akan terjadi"


"Iya Ma. Aku tetap akan minta maaf kok. Tapi dilihat dari kondisi saat ini, mungkin belum saatnya Ma. Tadi saja aku minta maaf dia masih belum terima" ucap Naufal.


"Baiklah kalau begitu. Intinya Mama mau kamu tetap menemui Raisa nantinya"


"Iya pasti kok, Ma. Aku pergi kuliah dulu ya, hari ini aku ada jadwal kuliah soalnya"


"Iya hati-hati nak"


Selama perkuliahan berlangsung, Naufal terlihat tidak fokus untuk mengikuti pelajaran. Ia masih memikirkan bagaimana cara untuk membujuk Raisa agar bisa pulang ke rumah lagi.


Andra dan Reza yang merupakan teman baru Naufal di perkuliahan, terlihat penasaran dengan sikap Naufal yang berbeda dari hari biasanya.


"Shuut, Naufal" panggil Andra dengan suara sangat kecil, agar tidak terdengar oleh dosen yang sedang mengajar.


"Hah? Ada apa?" tanya Naufal, tersadar dari lamunannya.


"Nggak kok"


"Ada masalah dengan istri lo ya?" duga Reza.


Andra dan Reza memang sudah tahu tentang status Naufal dari saat pertama kali mereka kenalan, karena Naufal sama sekali tidak menyembunyikan statusnya kepada siapapun.


"Ya begitu lah" kata Naufal, tidak bersemangat.


"Pasti karena lo pulang tengah malam kan? Gue ngerti sih. Wajar aja kalau istri lo marah" ucap Reza


"Semangat bro. Pasti kalian bakalan baikan kok, yakin deh" kata Andra, memberi semangat.


"Semoga saja" harap Naufal.


Perkuliahan telah usai. Naufal pamit lebih dulu kepada teman-temannya, karena dirinya akan lanjut bekerja.


Saat di parkiran mobil, Naufal melihat seniornya yang bernama Laras seperti sedang kesusahan dengan mobilnya. Naufal mendekat ke arah Laras, mencoba untuk menawarkan bantuan.


"Maaf Kak. Mobilnya kenapa?"


"Eh Naufal untung saja ada kamu. Ini mobil aku kayaknya ban belakangnya bocor deh"

__ADS_1


"Ada ban cadangan nggak? Nanti aku perbaiki"


"Wah serius kamu? Iya ada di bagasi"


Naufal segera membantu Laras untuk mengganti ban mobil. Ia menolong sukarela, karena menghargainya sebagai seorang senior. Tetapi berbeda dengan Laras, yang menjadi salah tingkah.


Laras terus berada disebelah Naufal, ketika Naufal sedang memperbaiki mobil.


"Selesai Kak" ucap Naufal, sambil menyeka keringatnya.


Cukup melelahkan memang memperbaiki ban mobil saat cuaca sedang sangat panas.


"Makasih ya Naufal. Kalau nggak ada kamu, aku nggak tau deh harus minta tolong ke siapa. Sebagai ucapan terima kasih, aku mau traktir kamu minum di cafe dekat sini? Gimana?"


"Nggak usah Kak. Soalnya aku mau langsung bekerja"


"Plis jangan tolak dong. Ini cuma ucapan terima kasih kok dan nggak akan lama. Mau ya?" bujuk Laras.


Sebenarnya Naufal tidak ingin menerima ajakan Laras, akan tetapi karena merasa tidak enak untuk menolak lagi, akhirnya Naufal menyetujuinya.


"Tapi sebentar aja ya Kak. Aku nggak bisa lama" ucap Naufal.


"Iya tenang aja, nggak lama kok" kata Laras, terlihat senang.


Di cafe dekat kampus, Laras langsung memanggil pelayan dan mulai melihat daftar menunya.


"Kamu mau makan apa, Naufal?"


"Nggak usah. Aku minum aja, Kak"


"Oh iya. Mau minum apa?"


"Es lemon tea"


"Baiklah kalau begitu. Pesan es lemont tea 2 ya" kata Laras kepada pelayan cafe.


Selama menunggu pesanan datang, Laras terus bertanya kepada Naufal tentang kehidupan Naufal. Namun, Naufal yang memang merasa risih jika kehidupan pribadinya ditanyakan, hanya menjawab seadanya saja dan sangat singkat.


Tiba-tiba Raisa muncul tepat dihadapannya, membuatnya sangat terkejut.


"Beb, aku bisa jelasin" ucap Naufal, langsung berdiri dari duduknya.


"Hebat ya kamu. Anak lagi sakit, kamu malah duduk berduaan dengan perempuan disini. Apa kamu selingkuh dengan perempuan ini?"


"Bukan beb. Dia senior aku tadi itu hanya..."


"Iya aku pacarnya. Salam kenal" potong Laras sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2