Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
31. Gagal Lagi


__ADS_3

Mohon maaf author telat up lagi 🙏


Episode kali ini mengandung 18+ 😂


Happy Reading 😊


...****************...


Siapa yang ceritain aku nih. Kok telinga gerak dari tadi ya. Batinnya.


Tidak terasa hari sudah malam. Setelah obrolan yang cukup panjang, Naufal dan Raisa memutuskan untuk pulang ke rumah, diantar oleh Papa Tio dan Mama Siva.


"Kalian belum punya kendaraan?" tanya Papa Tio, yang sedang menyetir.


"Belum, Pa" jawab Naufal.


"Papa beliin aja ya, biar kalian nggak usah capek-capek naik kendaraan umum kalau kemana-mana".


"Nggak usah, Pa. Kami juga sudah berencana untuk beli motor kok".


"Beneran? Tapi kasihan nanti kalian kepanasan".


"Iya betul itu" sahut mama Siva.


"Nggak apa-apa kok. Yang penting aku sama-sama Naufal terus" ucap Raisa yang duduk dibelakang bersama Naufal.


"Ya ampun lihat itu, Pa. Mereka tuh so sweet banget deh. Mama jadi senang lihatnya".


"Iya ya. Romantis banget" kata Papa Tio.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di rumah.


"Mama, Papa, makasih ya udah anterin kami berdua. Kalian hati-hati dijalan" ucap Naufal.


"Makasih camer dan pamer" tambah Raisa.


"Sama-sama sayang. Cepetan beli motor, jangan nunda lagi ya. Kasihan nanti Raisa capek naik bis atau taxi" kata Mama Siva, mengingatkan.


"Siap, Ma".


"Oh iya, besok Raisa sudah bisa masuk ke kantor ya. Papa sudah hubungi bagian kepala penanggung jawabnya. Besok sudah ada beberapa anak magang baru yang juga akan bekerja" ujar Papa Tio.


"Baik, terima kasih Papa, Mama" ucap Raisa, senang.


Naufal dan Raisa melambaikan tangan kepada Mama Siva dan Papa Tio yang sudah berlalu pergi.


"Ayo masuk" ajak Raisa.


"Kamu beneran sudah siap kerja besok? Nggak mau dipikirin lagi?" tanya Naufal.


"Kok bebeb kayak nggak suka sih kalau aku kerja. Aku kan cuma ingin bantuin bebeb doang dan juga pengen tahu dunia kerja itu seperti apa. Siapa tahu nanti aku bisa kuliah sambil kerja juga" ujar Raisa.


"Iya aku tahu. Tapi kamu sudah siap kan segala konsekuensi yang ada? Dan juga tanggung jawab yang besar".

__ADS_1


"Iya tahu kok. Kamu nggak usah khawatir beb".


"Oke kalau begitu. Asal kamu siap, aku nggak akan khawatir lagi" kata Naufal.


"Aku ganti baju tidur dulu ya beb" ucap Raisa.


"Iya" kata Naufal yang langsung membaringkan tubuhnya di kasur.


Raisa segera melancarkan aksinya untuk memakai baju lingerie setiap malam, atas saran dari ibunya.


Setelah mengganti pakaiannya dengan belahan dada yang cukup rendah, Raisa langsung keluar dari kamar mandi dan segera menuju ke kasur.


"Aku udah ganti baju beb. Giliran kamu ganti sana"


"Iya".


Naufal masih belum sadar dengan baju Raisa, karena saat itu ia hanya melihat ke layar hpnya.


Setelah menaruh hpnya dimeja, alangkah terkejutnya ia melihat pemandangan yang sangat indah dihadapannya. Tanpa sadar, ia langsung menelan ludah melihat lekuk tubuh Raisa yang terpampang sangat jelas.


"Kamu kenapa beb?" tanya Raisa pura-pura tidak tahu.


"Kamu kenapa pakai baju kayak gitu? Mau goda aku ya?".


"Nggak kok. Aku kepanasan, jadinya pakai baju kayak gini deh".


"Ohh gitu".


Naufal segera ke kamar mandi untuk mengganti pakaian. Ia keluar dari kamar mandi setelah cukup lama berada di dalam sana.


"Ya..ganti baju lah" ucap Naufal sedikit tergagap.


"Udah, aku mau tidur" lanjutnya.


"Kita itu sebenarnya suami istri atau nggak sih? Kamu sentuh tubuh aku aja kayak nggak mau beb. Kamu jijik ya sama aku? Kita udah mau setahun nikah, dan sama sekali kamu belum nyentuh aku" ucap Raisa, membuat Naufal terdiam.


"Bukan gitu, tapi aku..".


"Jangan bilang lagi kalau kamu inget janji kamu. Untuk apa kamu menepati janji kamu, kalau yang kamu perbuat itu dosa. Kamu nggak nyentuh aku itu dosa loh Naufal" potong Raisa.


"Terserah kamu mau gimana. Aku capek, setiap hari harus berusaha lebih dulu" lanjut Raisa, kemudian memilih tidur membelakangi Naufal.


Naufal yang baru pertama kali melihat Raisa marah seketika terdiam. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Ada rasa penyesalan didirinya.


Perlahan ia mendekat ke arah Raisa dan memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.


"Maafin aku beb. Aku juga sangat ingin kita melakukannya, tapi mungkin memang aku saja yang terlalu terpaku ke janji aku. Aku ingin kita melakukannya sekarang. Apa kamu siap?".


"Kamu serius? Nggak terpaksa kan?" tanya Raisa langsung membalikkan tubuhnya menghadap Naufal.


"Nggak kok".


"Oke, aku siap".

__ADS_1


Naufal perlahan mulai mencium bibir Raisa, keduanya saling membalas ciuman. Kemudian, Naufal mulai menurunkan ciumannya ke leher Raisa, dengan tidak lupa memberikan tanda kepemilikan disana.


Raisa meresponnya dengan mendesah, karena ini pertama kalinya ia merasakan hal itu. Diremasnya seprei saat Naufal mulai melakukan aksinya di gunung kembar milik Raisa.


Naufal mengulumnya sesuai instingnya, membuat Raisa kembali mendesah hebat.


Selesai bermain-main cukup lama di bagian gunung kembar milik Raisa, Naufal langsung melanjutkannya ke bagian bawah.


Saat ia menarik celana dalam Raisa, ia terkejut melihat darah disana.


Seketika nafsunya yang dari tadi sudah sangat menggebu-gebu, langsung ciut melihat darah di celana dalam milik Raisa.


"Beb, kayaknya kamu haid deh" ucap Naufal.


"Hah? Yang benar?".


Raisa langsung melihat ke arah celananya, dan benar saja ia sedang datang bulan.


"Benar beb. Huaaaa gagal lagi. Padahal tadi udah keenakan" rengek Raisa.


"Mau gimana lagi beb. Kamu ganti dulu celana kamu".


"Iya deh tunggu ya".


Raisa yang masih kesal karena malam pertamanya kembali gagal, langsung menuju ke kamar mandi.


Padahal aku juga udah tegang tadi. Kenapa dia pakai acara datang bulan segala sih. Gumam Naufal merasa kesal.


Di dalam kamar mandi, Raisa juga tidak kalah kesalnya. Ia merutuki dirinya yang lupa akan tanggal datang bulannya.


"Kok bisa-bisanya aku lupa sih. Harusnya tuh aku ingat. Kan jadi nanggung tadi. Ih nyebelin banget deh. Gimana nanti kalau Naufal nggak mau lagi gituan sama aku".


Setelah memakai pembalut dan merutuki dirinya sendiri, Raisa keluar dari kamar mandi.


Ia melihat Naufal yang terlihat sedih, sedang duduk di atas kasur.


"Beb maafin aku ya. Aku lupa kalau minggu ini biasanya datang bulan" ucap Raisa merasa bersalah.


"Biasanya datang bulan berapa lama beb?".


"6 atau 7 hari gitu beb".


"Lama juga ternyata".


"Maafin aku beb".


"Nggak apa-apa kok, disini aku juga salah. Coba aja kalau dulu aku nggak nunda, pasti kamu belum datang bulan kayak sekarang. Maafin aku juga ya beb" ucap Naufal.


"Iya beb, nggak apa-apa".


"Ya sudah, ayo tidur. Besok kan hari pertama kamu kerja".


"Oh iya ya. Oke ayo tidur".

__ADS_1


Naufal segera mematikan lampu kamar dan menyisakan lampu tidur yang menyala.


Raisa memeluk tubuh suaminya dalam tidurnya. Ia sudah terbiasa untuk tidur dengan memeluk Naufal. Entah akan jadi apa, kalau Naufal tidak berada disampingnya.


__ADS_2