
Part yang kalian tunggu-tunggu akhirnya tiba 😂
Selamat Membaca 😊
Jangan lupa like, vote & rate. Biar author tambah semangat up nya. Thanks.
...****************...
"Oke. Bye beb. Love you, my husband" kata Raisa, mencium jauh Naufal.
Naufal membalas ciuman jarak jauh Raisa, kemudian berkata "Love you too, my wife".
.
.
.
Sudah beberapa hari ini, Raisa tampak mulai dekat dengan Kevin. Keduanya memang masih sering bertengkar di kantor, meskipun itu hal sepele. Namun karena hal itu juga, membuat mereka lebih sering mengobrol.
Naufal yang melihat kedekatan keduanya, mulai merasakan kecemburuan. Namun, ia tidak pernah mengungkapkannya kepada Raisa. Sampai saat ini, ia terus berusaha mempercayai istrinya.
"Kamu udah datang beb? Tumben lebih cepat dari biasanya" tanya Raisa, diam-diam menghampiri meja kerja milik Naufal.
"Iya, tadi di sekolah ada rapat guru. Jadi, diizinin pulang cepat" jawab Naufal.
"Ohh gitu".
Saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba pintu ruangan Kevin terbuka, membuat keduanya mencoba menghindar seakan-akan sedang sibuk bekerja.
"Raisa, ke ruangan saya sekarang" kata Kevin, langsung masuk kembali ke ruangannya.
Saat Raisa hendak ke ruangan Kevin, dengan cepat tangan Naufal menahan langkahnya.
"Kenapa kamu dipanggil ke ruangannya?".
"Aku juga nggak tahu".
Naufal membiarkan Raisa masuk ke dalam ruangan Kevin. Ia terus menatap belakang punggung istrinya yang sedang berjalan menuju ruangan Kevin hingga Raisa menghilang dari balik pintu.
Tiba-tiba saat sedang menatap dari kejauhan, Lia mengagetkan lamunan Naufal.
"Naufal, Kak Raisanya mana?" tanyanya.
"Lagi dipanggil Pak Kevin di ruangannya" jawab Naufal, dengan nada datar.
"Akhir-akhir ini Kak Raisa sering dipanggil Pak Kevin ke ruangannya ya? Apa jangan-jangan mereka pacaran?".
Naufal menjadi emosi setelah mendengar perkataan Lia. Hatinya merasa tidak tenang, membiarkan Raisa berdua bersama Kevin di dalam satu ruangan yang sama.
"Lebih baik kamu urus pekerjaan kamu. Jangan bergosip yang tidak-tidak" bentak Naufal.
__ADS_1
Lia syok saat Naufal membentaknya. Baru kali ini Naufal membentaknya seperti itu. Ia hanya bisa terdiam, dengan mata yang berkaca-kaca.
Naufal langsung menuju ke ruangan Kevin, tanpa mengetuk pintu. Saat ia membuka pintu, ia melihat Raisa berdiri dengan wajah ditekuk karena kesal, lalu dilihatnya Kevin yang tertawa terbahak-bahak, duduk di kursi kerjanya. Entah apa yang mereka bicarakan saat itu, namun rasa cemburu mulai menguasai Naufal.
Karena Naufal masuk tanpa mengetuk pintu, Kevin menjadi marah dan mulai membentak Naufal.
"Kamu kenapa nggak ketuk pintu? Nggak punya sopan ya?".
"Maaf, saya hanya ingin panggil Raisa, karena ada sesuatu yang harus kami kerjakan tentang proyek yang sudah dirancang waktu itu, Pak" ucap Naufal, mencoba menahan emosinya yang sudah diubun-ubun.
"Tapi harusnya kamu ketuk pintu. Kenapa semua karyawan disini jadi ikut-ikutan kamu sih Raisa? Gara-gara kamu, semua orang jadi nggak patuh sama saya" ujar Kevin.
"Kok gara-gara saya? Bapaknya aja yang memang ngeselin" bantah Raisa.
"Maaf Pak, kami permisi".
Naufal langsung menarik tangan Raisa keluar dari ruangan itu. Teriakan Kevin yang mencoba memanggil mereka, tidak digubris sama sekali.
Saat keluar dari ruangan Kevin, mereka berdua menjadi pusat perhatian para pegawai magang karena Naufal yang menarik tangan Raisa, menuju keluar gedung.
"Beb, lepasin dong. Tangan aku sakit" pekik Raisa.
Naufal langsung tersadar dan mulai melepaskan pegangan tangannya.
"Maaf. Dimana yang sakit?" tanya Naufal merasa bersalah.
"Udah nggak apa-apa kok sekarang. Tapi kamu kenapa tarik aku beb? Nggak biasanya kamu gini".
Naufal terdiam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Eh iya. Aku mau ajak kamu beli minum. Mau nggak? Aku haus soalnya".
"Ya ampun, jadi dari tadi kamu narik aku cuma untuk nemenin kamu beli minum?".
"Iya. Kamu nggak mau ya?".
"Mau kok. Malah aku makasih banget karena udah hindarin aku sama laki-laki menjengkelkan itu".
"Ya sudah. Ayo kita beli minum".
Naufal mengurungkan niatnya untuk memberitahukan perasaan yang sedang dialaminya saat ini.
Keduanya membeli minuman di cafe terdekat, kemudian memutuskan kembali ke kantor.
Untung saja saat itu Kevin sudah pergi rapat. Sehingga Naufal menjadi lega, tidak ada yang mendekati Raisa.
Saat jam kantor telah selesai, seperti biasa, Raisa menunggu Naufal agak menjauh dari wilayah kantor agar tidak ada orang yang curiga.
Namun saat sedang menunggu, ternyata Kevin melihatnya dan menghampirinya dengan menaiki mobil.
"Lagi nunggu siapa? Mau dianterin nggak? Mumpung lagi baik nih" kata Kevin.
__ADS_1
"Nggak usah sok baik" ucap Raisa, jutek.
"Jangan marah-marah mulu. Ntar cepat tua. Ayo naik, ini udah mau malam loh".
Raisa menggerutu di dalam hatinya. Ia ingin Naufal cepat muncul, agar ia bisa beralasan untuk pulang bersama Naufal.
Untung saja, Naufal datang tidak lama setelah itu, membuat Raisa tersenyum senang.
"Naufal, anterin aku pulang naik motor kamu dong. Aku alergi naik mobil soalnya" ejek Raisa.
"Dih, baru kali ini ada cewek alergi naik mobil" kata Kevin.
Raisa tidak menggubris perkataan Kevin dan lebih memilih menghampiri suaminya.
Karena kesal tidak digubris, Kevin langsung menancap gas dan pergi dari tempat itu.
"Kenapa dia ada beb?".
"Nggak tahu. Tiba-tiba tadi dia muncul mau nganterin aku pulang".
"Kamu tolak kan?".
"Ya iyalah, nggak mungkin aku terima. Bisa-bisa suami ganteng aku ini diambil pelakor".
Naufal tersenyum, ia merasa lega karena Raisa tidak terpengaruh dengan Kevin.
"Ayo naik, kita pulang".
Raisa langsung naik ke atas motor dan memeluk erat Naufal dari belakang, sepanjang perjalanan.
Saat sampai di rumah, Raisa memutuskan untuk mandi lebih dulu, karena badannya yang sudah sangat lengket.
Naufal memilih duduk di atas kasur sambil memainkan hp nya, menunggu Raisa selesai mandi.
Saat sedang asyik bermain game di hp, tiba-tiba hp Raisa berbunyi tanda notifikasi pesan masuk.
Karena penasaran, Naufal langsung mengambil hp milik Raisa dan melihat siapa pengirim pesan itu.
Ternyata pengirim pesan itu adalah Kevin. Kevin tiba-tiba mengajak Raisa untuk makan malam bersama esok hari, membuat Naufal tidak dapat menahan emosinya lagi saat ini.
Gila ya ini orang. Nggak ada ampunnya deketin Raisa. Nggak akan aku biarin kali ini. Gumam Naufal.
Beberapa saat kemudian, Raisa tampak keluar dari kamar mandi dengan baju longgarnya dan rambut yang masih basah, sehabis keramas.
"Beb, kamu udah selesai datang bulannya?".
"Udah, barusan kemarin selesai".
"Kalau gitu, aku minta hak aku sekarang" ucap Naufal dengan nada sangat serius.
...****************...
__ADS_1
Eittsss salah, yang ditunggu-tunggu ternyata di part selanjutnya 🤣
Penasaran? Ayo dong like, vote & rate sebanyak-banyaknya. Agar rasa penasaran kalian bisa terbayarkan hehehe ❤