
Perjalanan kehidupan menjadi orang tua baru Raisa dan Naufal, akan dimulai dari sekarang. Nantikan ya 😊
...****************...
Hari ini, Raisa serta baby El sudah diperbolehkan pulang setelah sehari berada di rumah sakit. Ya, karena melahirkannya normal, ia tidak perlu berlama-lama disana. Akan memakan banyak biaya, katanya.
Karena mereka belum mempunyai mobil, Papa Adit dan juga Mama Nia, memutuskan untuk mengantuk mereka pulang ke rumah.
"Raisa, kamu mau Papa beliin mobil nggak? Kasihan baby El kepanasan dan kedinginan kalau naik motor" tawar Papa Adit.
"Hmm..Iya juga sih, tapi aku bicara dulu sama Naufal yah, Pa" kata Raisa.
Saat itu memang hanya ada Raisa saja, karena Naufal membawa motor. Sehingga dia tidak ikut bersama Raisa menaiki mobil.
"Kalau kamu tanya Naufal, pasti dia nggak terima" kata Mama Nia.
"Iya itu benar. Kenapa sih kalian nggak mau terima bantuan orang tua? Mama dan Papa cuma nggak mau lihat kalian seperti orang susah. Padahal orang tua kalian bisa dibilang orang yang mampu" ujar Papa Adit.
"Kan itu uang kalian Ma, Pa. Karena aku sudah berkeluarga, pastinya uang kalian bukan uang aku lagi. Aku cuma mau mandiri aja kok. Dulu kan aku suka hambur-hamburin uang kalian untuk belanja yang nggak jelas. Tapi sekarang, setiap pengeluaran yang aku lakukan harus dipikirkan lebih dulu dan hanya membeli yang diperlukan saja. Dari situ aku belajar semuanya"
"Mama terharu nak, kamu benar-benar sudah dewasa sekarang. Mama senang kamu bisa menikah dengan Naufal. Dia orang baik dan bertanggung jawab" kata Mama Nia.
"Iya dong. Aku aja senang bareng dia terus. Aku bersyukur banget punya suami kayak dia" ucap Raisa.
"Syukurlah kalau kamu bahagia. Papa dan Mama ikutan senang" kata Papa Adit.
Raisa tersenyum, kemudian mengalihkan pandangannya kepada baby El. Anugerah terindah yang ia miliki dengan berbagai macam drama yang dilewatinya saat ini yaitu saat memiliki baby El.
Sesampainya di rumah, Raisa sudah melihat motor Naufal sudah terparkir di halaman depan rumah.
Ternyata bebeb sudah lebih dulu sampai. Gumamnya.
"Makasih ya, Mama, Papa udah dianterin. Lain kali mampir ya" kata Raisa.
"Iya sayang, maaf kami belum bisa mampir ya. Raihan cuman sendirian di rumah" ucap Mama Nia.
"Iya nggak apa-apa, Ma. Salam sama Raihan ya. Bilangin dia jangan jadi Om jahat sama El"
"Iya sayang. Dadah"
Mama Nia dan Papa Adit melambaikan tangannya dan dibalas juga oleh Raisa. Setelah mobil yang dinaiki orang tuanya sudah pergi, Raisa masuk kedalam rumah.
Saat membuka pintu rumah, ian terkejut melihat rumah yang sudah diisi oleh tirai-tirai hiasan ulang tahun serta tulisan yang sangat besar bertuliskan "Selamat datang di rumah Baby El".
__ADS_1
Lagi-lagi Naufal mempersipkan kejutan kecil untuk Raisa dan juga baby El, membuat Raisa sangat terharu.
"Beb, kapan kamu siapin semua ini? Aku terharu loh. Kamu selalu buat suprise nggak bilang-bilang"
"Ya kalau bilang-bilang bukan suprise namanya, beb" kata Naufal.
"Makasih banyak bebeb. Kamu romantis banget"
Raisa memeluk Naufal dengan tangan kirinya, karena tangan kanannya digunakan untuk menggendong baby El.
"Sama-sama beb. Sini aku yang gendong El, kamu pasti capek kan dari tadi gendong dia"
"Iya nih beb. El nangis kalau nggak digendong"
Raisa memberikan baby El kepada Naufal. Kini tangannya baru terasa kram karena dari tadi terus menerus menggendong baby El.
"Ya ampun ternyata susah banget ya beb, ngurusin anak. Tangan aku sampai kram loh gendong El" kata Raisa.
"Kamu lebih baik istirahat, beb. Dari kemarin kamu kan nggak banyak tidur karena El rewel terus tiap malam"
"Tapi kamu juga kan capek sekolah tambah kerja beb. Masa sekarang ngurusin El lagi"
"Nggak apa-apa. Kan memang kita harus gantian jaganya. Nanti kalau sudah waktunya El mau menyusu, baru aku bangunin kamu ya"
"Iya beb"
Naufal mencium puncak kepala Raisa, kemudian membiarkan istrinya itu untuk tidur.
Meskipun Naufal memang merasa kelelahan karena sehabis pulang sekolah dan kerja, ia berpikir pasti Raisa lah yang lebih kelelahan lagi karena harus selalu terjaga tadi malam.
"El anak Papa yang ganteng, jangan nangis lagi ya. Kasihan Mama, dia pasti capek karena El nangis terus. Jangan nangis ya"
Naufal menekan-nekan pipi gembul milik El dengan lembut, kemudian El mulai tersenyum.
"Lucu banget sih. Gimana mau marah kalau punya anak selucu kamu sayang"
Naufal sesekali juga mencium pipi anaknya itu saking gemasnya.
Malam harinya, Naufal sedang memasak makan malam untuknya dan sang istri.
Sebenarnya Raisa sudah merasa sangat bersalah, karena melihat Naufal harus melakukan berbagai macam pekerjaan tanpa ada jeda istirahat.
"Beb, maafin aku ya. Habis ini kamu langsung tidur aja. Dari tadi kamu nggak ada istirahat loh"
__ADS_1
"Iya beb. Sekarang makan yuk" ajak Naufal.
"Tapi El belum tidur, kalau lagi bangun gini ditaruh di box bayi pasti nangis lagi" kata Raisa.
"Ya sudah, nanti aku suapin ya"
Raisa mengangguk senang.
Naufal menyuapkan makanan kemulut Raisa, kemudian ia menyuapkan untuk dirinya sendiri. Walaupun sederhana, kehidupan mereka bertiga terbilang sangat bahagia dengan keadaan saat ini, apalagi ditambah dengan kehadiran baby El.
Selesai makan, Naufal langsung memilih untuk tidur karena sudah sangat kelelahan. Sedangkan Raisa, memilih untuk menyusui baby El agar bisa tertidur.
Setelah dirasanya baby El sudah tertidur, dengan sangat hati-hati, Raisa menaruhnya di box bayi. Kemudian ia meregangkan tangannya yang sudah sangat kelelahan dan juga sakit.
"Akhirnya bisa istirahat juga" kata Raisa
Baru saja ia tertidur sekitar 10 menit, tiba-tiba ia terkejut dengan suara baby El yang menangis.
"Ya ampun sayang kenapa kamu menangis lagi, Mama baru aja mau tidur nak"
Raisa terpaksa berdiri mengambil baby El yang menangis, ia tidak mau tangisan bab El akan semakin keras dan membangunkan Naufal.
Dengan mata masih mengantuk, Raisa menggendong baby El sambil berdiri agar bisa tidur kembali.
Setengah jam kemudian, baby El baru bisa tertidur kembali. Raisa menaruh baby El lagi kedalam box bayi dengan sangat hati-hati.
Selanjutnya, ia kembali tidur disamping Naufal yang masih sangat pulas.
Pukul 2 pagi, baby El kembali menangis. Kali ini suara tangisannya sangat keras hingga membuat Naufal dan juga Raisa terkejut bangun.
"Beb, El kenapa?" tanya Naufal.
"Nggak tahu. Tunggu aku cek" jawab Raisa.
Raisa bangun dan mengecek baby El di dalam box nya. Pasalnya sekarang belum waktunya untuk menyusui tapi baby El terbangun dan menangis.
Saat dicek, ternyata popoknya telah penuh, sehingga itu membuatnya menangis sangat kencang.
"Popoknya penuh beb" kata Raisa kepada Naufal.
"Ya ampun pantasan dia nangis. Ngurus anak ternyata sesusah ini ya" ucap Naufal.
"Iya beb" kata Raisa, setuju.
__ADS_1