Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
72. Mak Comblang (2)


__ADS_3

Maaf kemarin tidak update ya 🙏🏻


Selamat Membaca ❤


...****************...


Kedua pasutri itu akhirnya memutuskan untuk menjadi mak comblang atas hubungan sahabat mereka.


.


.


.


Raisa sedang berada di kampus saat ini. Ia bersama dengan Putri sedang menikmati makan siang di kantin kampus.


Tidak lama kemudian, mereka berdua melihat Naufal bersama kedua temannya tengah berjalan ke arah mereka.


"Ya ampun Kak Andra kesini. Gimana nih Ra? Aku jadi deg-degan" ucap Putri.


Gawat nih. Kan Andra rencananya mau aku jodohin dengan Sevia. Aku lupa lagi kalau Putri juga suka Andra. Batin Raisa.


"Ra, kok melamun sih? Aku bilang aku deg-degan"


"Eh sorry. Kenapa harus deg-degan sih? Santai aja" kata Raisa.


Naufal, Reza dan juga Andra semakin dekat ke tempat Raisa dan Putri duduk.


"Beb, sini" panggil Raisa kepada Naufal agar duduk di depannya.


Naufal mengikuti perintah Raisa dan duduk di depan istrinya itu. Sedangkan Reza duduk di depan Putri, membuat Putri sedikit kecewa karena bukan Andra yang duduk di depannya.


"Gimana kuliahnya? Lancar?" tanya Naufal.


"Iya dong" jawab Raisa.


Naufal memperbaiki rambut Raisa yang sedikit berantakan dan mengusapnya dengan pelan. Reza dan Putri yang melihat adegan romantis diantara kedua pasutri itu mendadak jadi iri. Sedangkan Andra, bersikap biasa saja.


Naufal memang sudah tidak malu lagi memperlihatkan kesemesraannya bersama Raisa di depan umum. Hal ini dikarenakan ia sudah terbiasa dengan sikap Raisa yang berani dan tidak malu menunjukkan keromantisan.


"Duh jadi panas nih dekat-dekat sama orang yang udah nikah. Putri lo jomblo nggak?" tanya Reza secara mendadak.


"Iya. Tapi aku nggak mau sama Kak Reza" ketus Putri.


"Dih sapa juga yang mau sama lo. Gue nanya doang" balas Reza dengan jengkel.


Putri menatap ke arah Andra, namun yang ditatap malah tidak tahu dan memilih menatap layar hp.


Coba aja kalau Kak Andra yang bicara kayak tadi. Pasti senang banget aku. Batin Putri, sambil cemberut.


Mereka berlima makan bersama di kantin dengan sesekali mengobrol bersama.


Setelah makan, Raisa dan Putri harus kembali ke kelas karena masih ada mata kuliah yang harus dimasuki. Sedangkan Naufal yang tidak ada mata kuliah lagi, harus pergi ke kantor.


"Aku kerja dulu ya beb. Semangat kuliahnya" ucap Naufal.

__ADS_1


"Siap beb. Nanti setelah kuliah aku aja yang jemput El di rumah Mama Siva" kata Raisa.


Sebelum pergi, Naufal tidak lupa mencium pipi Raisa, membuat Raisa tersipu malu dan teman-temannya yang juga berada disana mendadak jiwa kejombloan mereka memberontak.


"Enak ya kalau yang udah sah. Mau ngapain aja bebas. Umbar kemesraan pun sah-sah aja. Jadi pengen" ucap salah satu mahasiswi.


Raisa yang mendengar hal itu, langsung menoleh dan menyaut.


"Iya dong. Nikah muda itu enak loh"


Selesai perkuliahan, Raisa menjemput baby El di rumah mertuanya. Tidak hanya sendiri, ia pergi bersama dengan Putri. Ia mengajak Putri untuk ke rumahnya untuk mengerjakan tugas kelompok yang diberikan oleh dosennya.


"Assalamualaikum Mamer"


"Waalaikumsalam. Eh Raisa udah datang, ada temannya juga ya. Ayo masuk" ucap Mama Siva, mempersilahkan masuk.


"Ayo Putri, kita masuk dulu" ajak Raisa.


"El tadi agak rewel. Kayaknya dia udah rindu Mamanya" kata Mama Siva, kemudian memberikan baby El kepada Raisa.


"Uhh anak Mama udah rindu ya. Sini sayang"


Raisa menggendong baby El yang sudah mulai besar karena telahberusia satu tahun.


"Kalian mau minum apa?"


"Nggak usah Ma. Aku dan Putri mau cepat pulang. Soalnya ada tugas kampus yang mau dikerjain"


"Baiklah kalau begitu. Kalian hati-hati ya"


"Iya sayang" kata Mama Siva.


Sebelum pulang ke rumah, Raisa mampir terlebih dahulu di supermarket untuk membeli cemilan agar saat mengerjakan tugas tidak membuatnya bosan.


Di rumah, ia dan Putri mulai mengerjakan tugas mereka sedangkan baby El dibiarkan bermain disampingnya.


Ya, semenjak perkuliahan ini Raisa sudah menjadi lebih rajin dibandingkan waktu ia masih sekolah dulu. Berkat bantuan Naufal juga akhirnya ia bisa rajin seperti ini.


Saat mereka sedang sibuk mengerjakan tugas, terdengar ketukan pintu dari luar rumah.


"Kayaknya Naufal udah pulang kerja. Aku bukain pintu dulu. Tolong jagain El sebentar ya"


"Iya" kata Putri.


Raisa beranjak dari duduknya dan membuka pintu. Ia terkejut melihat tidak hanya Naufal yang datang, namun suaminya itu datang bersama dengan Kevin. Musuh bebuyutannya saat masih bekerja di kantor dulu.


"Beb, ngapain dia ikut kemari sih?" kesal Raisa.


"Santai dong. Aku nggak cari perkara ya disini" ucap Kevin.


"Aku ajak Pak Kevin kesini cuma sebentar doang kok. Soalnya ada yang harus dia tanda tangani. Terus tadi aku lupa bawa ke kantor suratnya" ujar Naufal, mencoba menjelaskan.


"Tapi tumben banget dia mau ikut kesini. Biasanya dia nggak mau tuh diperintah bawahannya" kata Raisa penuh penekanan.


"Jangan dendam dong Raisa. Aku disini sudah berubah menjadi lebih baik. Ya walaupun aku baru berubah semenjak aku tau Naufal anak dari pemilik perusahaan"

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu. Silahkan masuk. Oh iya beb, aku tadi ajak Putri ke rumah soalnya kami mau kerja tugas"


"Iya nggak apa-apa" kata Naufal.


Saat Kevin masuk ke dalam rumah, matanya langsung tertuju ke sosok wanita yang sedang duduk melantai di ruang tamu. Ya siapa lagi kalau bukan Putri.


"Cantik" ucapnya spontan.


"Siapa yang cantik, Pak?" tanya Naufal.


"Eh anu.. Maksudnya rumahnya cantik ya ternyata" jawab Kevin, tergagap.


"Alah alasan. Bilang aja kalau yang dimaksud cantik itu Putri" kata Raisa.


Mendengar namanya disebut, Putri menoleh dan tersenyum singkat.


Kenapa jantung aku berdebar-debar kayak gini. Apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Batin Kevin.


"Beb, tolong buatin minum ya" ucap Naufal.


"Iya. Tunggu sebentar"


Saat Raisa sudah pergi ke dapur, Kevin mulai berbisik pelan kepada Naufal.


"Naufal, itu teman istri kamu ya? Masih jomblo nggak? Boleh lah kenalin"


"Tanya aja langsung ke orangnya Pak"


"Saya malu"


"Gini aja, nanti saya gendong El terus pergi dari sini. Nah, Bapak langsung bicara aja ke Putrinya pada saat itu. Gimana? Mau nggak?"


"Kalau Raisa tau gimana? Nanti marah-marah lagi dia"


"Nggak akan. Saya akan bicara dengan dia" ucap Naufal.


"Okelah" kata Kevin.


Naufal langsung memulai rencananya. Ia menggendong baby El dan pergi ke arah dapur. Kini, tersisa Putri dan Kevin yang berada di ruang tamu.


Raisa yang hendak mengantarkan minuman, langsung ditahan oleh Naufal.


"Ihh ada apa sih beb?"


"Shutt diam. Pak Kevin lagi mau pdkt sama Putri"


"Apa? Kenapa bisa? Nggak bisa liat yang cantik dikit langsung kayak gitu dia?" sungut Raisa.


"Udahlah beb. Kalau mereka berjodoh kenapa nggak. Nggak ada salahnya dong kita bantuin"


"Iya sih. Daripada Putri ngejar-ngejar Andra. Kan Andra udah mau kita jodohin sama Sevia"


"Nah itu. Makanya kita biarin aja"


"Oke. Jadinya kita mak comblang lagi nih?" tanya Raisa.

__ADS_1


"Sepertinya begitu" jawab Naufal sambil tertawa kecil.


__ADS_2