Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
Kebahagiaan (END)


__ADS_3

4 tahun kemudian


Naufal sudah terlihat rapi dengan jas hitamnya, serta rambut yang mengkilap karena menggunakan gel rambut.


"Beb udah siap? Nanti terlambat loh" ucap Naufal.


"Iya bentar lagi selesai ini. Lagi sisir rambut El" sahut Raisa dari dalam kamar.


"Oke"


Selesai meyisir rambut El, Raisa kemudian tersenyum.


"El udah ganteng. Ayo pergi"


Raisa meraih tangan kanan El dan mulai menggandengnya ke luar kamar. Perutnya yang sedikit sesak akibat sedang mengandung anak kedua, membuat Raisa tidak bisa berjalan dengan cukup cepat.


"Beb, kamu pegang El ya. Aku susah jalan cepat loh ini" kata Raisa.


"Iya beb. Kamu hati-hati aja jalannya jangan buru-buru" ucap Naufal.


Ya, hari ini merupakan hari kelulusan Naufal yang sudah berkuliah kurang lebih selama 4 tahun ini. Sedangkan Raisa masih mengambil cuti kuliah, karena ia sedang mengandung anak keduanya yang sudah memasuki usia 8 bulan.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba El merengek meminta untuk menghentikan mobil di pinggir jalan.


"Kenapa El?" tanya Naufal.


"El mau pipis. El nggak tahan"


"Kenapa di rumah nggak pipis dulu? Kan ribet kalau berhenti di pinggir jalan" ucap Raisa.


"Mama, tadi itu El nggak bisa pipis. Bisanya nanti sekalang. Mama kenapa malah sih" balas El.


Ya ampun nih anak kecil-kecil udah ngebantah. Mirip siapa sih. Batin Raisa.


"Ya udah berhenti dulu. Tapi nanti Papa kamu yang temenin kamu pipis. Mama susah kalau mau turun lagi"


"Mama sih bajunya libet" kata El.


"Elvano! Ngebantah mulu" kesal Raisa.


"Eh udah dong jangan berantem. Heran deh, Mama dan anak berantem mulu kerjanya" ucap Naufal.


Naufal mulai menghentikan mobilnya ke pinggir jalan dan mulai menemani El yang mau pipis.


"Ihh Papa, El nggak mau pipis di sini. Mau tau diliatin banyak olang"


"Malu kenapa? Kamu masih 4 tahun, nggak usah malu. Ayo cepetan. Nanti Mama ngamuk loh kalau kamu lama"


"Iya juga ya. Ihhh lebih selam kalau Mama yang malah" ucap El bergidik ngeri.


Selesai pipis, Naufal dan El kembali masuk ke dalam mobil.


"Udah selesai pipisnya?" tanya Raisa.


"Udah, Ma"


Perjalanan pun kembali berlanjut.


Sesampainya mereka di sebuah hotel yang ditempati untuk mengadakan acara kelulusan Naufal, mereka bertiga langsung masuk ke dalam hotel dan ternyata sudah banyak mahasiswa beserta keluarga mereka masing-masing yang telah datang.


"Beb, orang tua kamu dimana? Mereka bukannya mau datang juga?" tanya Raisa.


"Iya. Tapi katanya nanti aja kalau udah selesai acara. Karena kalau sekarang pasti nggak kebagian tempat buat duduk. Full banget nih orang-orangnya"


"Iya sih"


"Eh itu di sana ada Reza dan Andra, ternyata mereka ajak pacar mereka juga. Ayo kita samperin mereka beb" ajak Naufal.


"Ayo. El, pegang tangan Papa biar nggak hilang"

__ADS_1


Ketiganya langsung menghampiri teman-teman Naufal.


"Wah mentang-mentang udah pacaran lama jadi yang di ajak ke sini pacar ya, bukan orang tua" ledek Naufal.


"Orang tua gue mah lagi sibuk. Jadinya Serly dong yang temenin. Iya nggak yang?" tanya Reza.


"Iya dong" jawab Serly dengan manja.


"Lo sendiri Ndra. Kenapa nggak bareng orang tua? Malah bareng Sevia" kini Naufal beralih bertanya kepada Andra.


"Orang tua gue malah yang nyuruh gue perginya bareng Sevia"


"Jangan kelamaan pacaran dong. Nikah juga lah. Udah sama-sama lulus kan sekarang" celetuk Raisa.


"Gampang itu mah. Sekarang tinggal siapin mental. Kalau duit mah udah ada" kata Reza.


"Keren deh. Kalau Bapak yang satu ini gimana?" kode Naufal kepada Andra.


"Hah? Gue? Udah siap kok. Sevia aja yang belum"


"Wah parah lo, Sev. Kenapa belum siap?" tanya Raisa.


"Nunggu setahun lagi. Aku masih belum siap aja kalau nikah tahun ini" jawab Sevia.


"Langgeng terus deh pokoknya. Kita doain kok" kata Raisa pada Sevia dan Andra.


Acara pun dimulai. Setelah melewati beberapa sesi penyampaian, akhirnya pengumuman mahasiswa dengan ipk tertinggi akan segera diumumkan.


"Mahasiswa ipk tertinggi atas nama....Naufal Rahka. Selamat Naufal Rahka, silahkan maju ke atas podium untuk menerima penghargaan dan mungkin bisa memberikan tips dan saran kepada para juniornya agar bisa lulus dengan ipk terbaik" ucap salah satu dosen yang memberi pengumuman.


"Wah beb selamat" kata Raisa, memeluk Naufal.


"Papa selamat udah lulus" sambung El lagi.


"Iya makasih beb, makasih El sayang ucap Naufal.


"Bro selamat ya. Sukses deh" kata Reza dan juga Andra.


Setelah itu, Naufal segera naik ke podium dan menerima penghargaan. Lalu, kini saatnya ia berbicara di depan semua orang sebagai pemilik ipk tertinggi.


Naufal mulai mengucapkan terima kasih kepada teman-temannya, orang tuanya, kepada para dosennya. Dan sekarang, saatnya mengucapkan terima kasih kepada tiga orang yang selalu mendampinginya saat ini.


"Terima kasih kepada istriku Raisa yang juga lagi mengandung anak kedua kami dan terima kasih untuk jagoan kecilku Elvano. Aku sangat menyayangi kalian. Terima kasih sudah mendukung aku sampai akhirnya bisa lulus dengan nila terbaik saat ini. Terutama untuk Raisa yang selalu mensuport aku sejak awal pernikahan sampai sekarang. Walaupun banyak masalah yang muncul, kami berusaha untuk melewati semuanya dengan baik dan aku ingin kamu tau kalau aku sangat bersyukur memiliki kamu"


Ucapan Naufal mendapat tepuk tangan dari semua orang yang hadir di dalam ruangan itu. Raisa sangat terharu dengan ucapan Naufal dan segera memeluk suaminya itu setelah Naufal turun dari podium.


"Makasih beb. Aku bahagia banget" ucap Raisa yang sedang memeluk Naufal.


"Mama, Papa, aku juga mau dipeluk dong" kata El.


"Ya ampun anak Papa, sini dipeluk juga"


Naufal langsung memeluk kedua orang yang sangat berarti dihidupnya saat ini.


Selesai acara, mereka memutuskan untuk ke studio foto dan berfoto bersama. Semuanya berkumpul di studio foto, mulai dari orang tua Raisa dan Naufal, teman-teman Naufal serta teman-teman Raisa juga turut hadir. Dara yang jauh di luar kota, akhirnya bisa hadir juga di tempat itu bersama tunangannya Nathan.


Semua berfoto bersama untuk mengabadikan momen yang sangat jarang terjadi karena bisa berkumpul selengkap ini.


"Semunya katakan cheesse" kata sang photografer.


"Cheeseeee" teriak semuanya.


Selesai sesi foto, Papa Tio yang merupakan ayah dari Naufal mulai berbicara kepada anak tunggalnya ini.


"Naufal, sekarang kamu sudah lulus, sudah saatnya kamu meneruskan pekerjaan di kantor dan menggantikan Papa sebagai CEO. Papa percaya kamu mampu dan Papa serahkan semuanya ke kamu"


"Pa, apa ini nggak terlalu cepat?"


"Nggak. Nanti Papa yang akan bantu kamu untuk menjalankan perusahaan. Intinya mulai sekarang Papa akan mengalihkan pemilik perusahaan menjadi milik kamu. Dan juga, Papa sarankan kalian pindah rumah. Sudah saatnya kalian mempunyai rumah yang lebih bagus lagi. Kalian akan mempunyai dua anak loh. Rumah itu terlalu kecil untuk kalian" ujar Papa Tio.

__ADS_1


"Benar itu. Mama setuju sama Papa kamu" sambung Mama Siva.


"Baik, Mama, Papa. Selama Raisa dan El mau, kami akan pindah secepat mungkin"


"Kami ikut Papa Naufal aja. Gimana El? Setuju kan?" tanya Raisa.


"Setuju dong"


Mereka kemudian melanjutkan untuk mengadakan acara kelulusan di rumah orang tua Naufal. Meskipun hanya sekedar acara barbequan, tapi semua dilewati dengan lancar dan sangat seru.


Di tengah acara, Raisa menarik tangan Naufal menjauh dari keramaian.


"Ada apa beb?" tanya Naufal.


"Pengen berduaan sebentar doang. Mau kan? Aku rindu loh beb" jawab Raisa, sambil bergelayut manja di lengan Naufal.


"Istri aku kok jadi manja banget sih. Sini cium dulu dong"


Naufal menarik tubuh Raisa agar bisa semakin dekat dan mulai mencium bibir istrinya itu dengan kehangatan.


Di tengah ciuman, mereka mendengar suara El terdengar sangat jelas di dekat mereka.


"Hayo, Mama dan Papa lagi ngapain belduaan aja?"


Raisa dan Naufal dengan cepat langsung menghentikan ciuman mereka.


"El, ngapain kamu ada di sini?" panik Raisa.


Belum sempat El menjawab, terdengar suara teriakan Mama Siva mencari keberadaan El.


"El, kamu dimana?"


"Disini Oma Siv. Lagi liatin Mama dan Papa ciuman tadi" teriak El.


"Waduh beb, gawat nih" ucap Naufal.


Mama Siva datang dan menatap Raisa dan Naufal secara bergantian.


"Lagi pengen ya? Naik aja ke kamar. Jangan lupa kunci pintu. El, nanti urusan Mama" ucap Mama Siva sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ayo El, kita ke belakang. Ada pangsit kesukaan kamu loh"


"Yeaayy pangsit" teriak El kegiarangan.


Mama Siva dan El pun pergi kembali ke halaman belakang.


"Mamer memang keren deh"


"Iya dong. Udah siap nggak nih?"


"Siap" ucap Raisa.


"Lets go"


Naufal langsung menggendong Raisa ala bridal style dan terjadilah pertempuran malam itu, di dalam kamar.


TAMAT.


...****************...


Akhirnya ceritanya tamat juga. Tentunya dengan happy ending ya ❤


Maaf kalau ceritanya hanya bisa sampai sini, karena author sendiri memang belum jago buat cerita yang sampai episode ratusan hehehe.


Silahkan mampir ke cerita author lainnya ya 😊


Jangan lupa juga like, vote dan rate5 untuk mendukung karya-karya author. Terima kasih 🙏🏻


Raisa, Naufal dan Elvano mohon pamit ya 😍

__ADS_1


Semoga nantinya akan ada extra part tentang kelahiran anak kedua Raisa dan Naufal dan juga tentang kisah percintaan anggota geng 'wanita buas' lainnya (Ini masih rencana, belum dipastikan akan dibuat)


...----------------See you✨----------------...


__ADS_2