Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
33. Ketua Menyebalkan


__ADS_3

"Semangat beb" ucap Raisa.


"Semangat juga beb" balas Naufal sambil tersenyum.


Naufal dan Raisa kembali ke ruangan kerja mereka dan mulai mengerjakan tugas masing-masing.


Kevin mendatangi Raisa yang sedang serius menatap layar komputernya. Tiba-tiba ia melempar uang ke arah meja Raisa, membuat Raisa menghentikan pekerjaannya.


"Apa maksudnya ini, Pak?" tanya Raisa.


"Cepat beliin saya kopi dibawah" perintahnya.


"Bapak punya kaki kan? Jalan aja sendiri, ngapain nyuruh saya" tolak Raisa.


"Jadi kamu nggak mau? Kamu itu masih anak magang baru, harusnya dengar perintah atasan kamu! Asal kamu tahu, saya itu bisa memecat kamu kapan saja!" teriak Kevin.


Raisa bangkit dari kurisnya, kemudian menatap raja ke arah Kevin.


"Bapak mau pecat saya? Coba saja kalau berani. Saya juga bisa melaporkan Bapak, karena saya diperintahkan untuk membeli makan dan minum untuk Bapak, yang seharusnya itu bukan tugas saya disini!" ujar Raisa balas mengancam.


"Semua pegawai baru melakukan itu. Harusnya kamu tahu diri! Baru pertama kali masuk sudah belagu dan nggak sopan sama atasan" ucap Kevin.


"Mohon maaf, Pak. Nanti saya yang belikan saja. Bapak mau minum apa?" tanya Naufal yang mencoba melerai keduanya.


"Nggak usah ikut campur kamu!" katanya dengan kasar kepada Naufal.


Raisa yang melihat suaminya dimarahi sudah tidak dapat menahan emosinya lagi.


"Mana uangnya? Saya akan belikan" kata Raisa.


"Nah gitu dong. Dari tadi kek kayak gitu. Jangan bikin orang emosi duluan" ucap Kevin.


Kevin menyodorkan uang kepada Raisa, kemudian Raisa dengan cepat mengambilnya dan langsung membelikan kopi.


Kevin tersenyum sinis melihat Raisa yang akhirnya menyerah berdebat dengannya. Ia pun duduk dikursi milik Raisa, sambil menunggu kopinya datang.


Naufal yang melihat hal itu merasa aneh, namun ia memutuskan untuk duduk kembali kekursi kerjanya, karena tidak ingin menambah masalah lain.


Tidak lama kemudian, terlihat Raisa yang datang membawa kopi. Kevin yang melihat Raisa mulai mendekat, tersenyum menyeringai tanpa berdiri dari kursi kerja milik Raisa.


"Sini kopinya" perintah Kevin.


Bukannya memberikan kopi kepada Kevin, Raisa malah melemparkan kopi panas itu ke baju milik Kevin.


"Akkhh panas-panas. Kamu udah gila ya! Berani-beraninya kamu!" teriaknya sangat marah.


Semua karyawan melongo melihat aksi yang dilakukan Raisa. Tidak terkecuali Naufal, ia juga sangat terkejut melihat kelakuan istrinya.


Padahal tadi sudah dibilang jangan buat masalah. Ya ampun. Batin Naufal.


"Itu balasan untuk orang sombong seperti Bapak. Jangan pernah menyuruh saya yang aneh-aneh, atau saya akan membalasnya lebih dari ini. Mengerti?" teriaknya tidak kalah sangar.


Kevin terkejut melihat Raisa yang memarahinya. Baru kali ini ia melihat karyawan magang yang berani membantahnya bahkan melakukan hal seperti ini padanya.

__ADS_1


"Awas kamu! Akan saya balas nanti" ucap Kevin berjalan ke ruangannya dengan sangat kesal.


"Saya tunggu kok. Tenang aja" kata Raisa, kembali duduk dikursi kerjanya.


"Wah, Kak Raisa berani banget. Padahal Pak Kevin menakutkan loh" ucap Lia.


"Menakutkan apanya. Model pengecut kayak gitu, nggak pantas ditakutin".


"Hebat kak".


Lia memberikan jempol kepada Raisa, tanda respectnya.


Hp Raisa berbunyi, muncul notifikasi chat dari Naufal.


Ia melihat ke arah kursi kerja Naufal dan terlihat kursi itu kosong.


Dibukanya pesan yang dikirimkan Naufal kepadanya.


Ketangga darurat, sekarang.


Melihat pesan yang dikirim Naufal, Raisa sudah tahu akan terjadi perdebatan diantara mereka. Dengan langkah gontai, ia menuju ke tempat itu lagi.


"Ada apa?" tanya Raisa sesampainya disana.


"Kamu kenapa kayak tadi? Ini kan hari pertama kamu kerja beb. Dia bisa saja menyiksa kamu lebih dari ini, apalagi karena perbuatan kamu tadi".


"Kamu juga pernah diginiin kan? Disuruh-suruh kayak babu iya kan? Dan kamu mau? Harusnya kamu tolak beb, disini kamu kerja bukan untuk jadi babu dia".


"Tapi beginilah dunia kerja Raisa. Ada kalanya kamu disuruh-suruh kalau kamu masih karyawan baru" ucap Naufal.


"Aku khawatirin kamu beb. Pak Kevin itu bisa balas dendam ke kamu. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa" ujar Naufal, khawatir.


"Tenang aja, aku bisa jaga diri aku. Kamu kan tahu istri kamu ini mantan preman di SMA. Santai oke? Yuk masuk lagi. Nanti ada yang curiga" ucap Raisa.


"Iya, baiklah".


Mereka pun kembali ke ruangan kerja mereka, tanpa sadar Lia melihat mereka berdua yang masuk bersamaan kedalam ruangan.


"Kok bisa barengan Kak?" tanya Lia.


"Eh..iya tadi aku keluar dari toilet, ternyata si Naufal juga baru keluar jadi berpapasan deh" kata Raisa beralasan.


"Ohh gitu. Tapi ngomong-ngomong, kakak panggil Pak Naufal dengan sebutan nama saja. Memangnya Kakak kenal?.


"Eungg..iya. Kebetulan dia tetangga aku dulu, sama adik kelas aku juga di sekolah".


"Adik kelas? berarti Pak Naufal seumuran sama aku dong?".


"Iya benar".


"Ohh kalau gitu bisa jadi teman, nggak perlu panggil Bapak lagi. Iya kan kak?.


"Hmm..iya. Tanya aja nanti ke Naufalnya langsung" ucap Raisa tersenyum canggung.

__ADS_1


"Oke Kak" kata Lia sambil tersenyum.


Raisa kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.


Di dalam Ruangan Kevin


"Dasar wanita gila. Untung saja aku bawa baju yang lain. Berani-beraninya dia berbuat seperti itu. Mana baju ini belum lama dibeli lagi. Kurang ajar!" kesalnya sambil membanting meja.


"Aku harus cari tahu siapa dia sebenarnya, berani-beraninya dia melawan aku. Hilang harga diri aku dilihat semua karyawan tadi" lanjutnya.


Kevin mulai mencari tahu siapa sebenarya Raisa. Ia terkejut melihat CV milik Raisa setelah melihat nama ayah Raisa.


"Ayahnya Aditya Kusuma? Bukannya dia pemilik perusahaan yang cukup besar juga? Kenapa anaknya malah jadi karyawan magang di kantor ini, bukan di kantor papanya. Menarik juga. Pantas saja dia berani melawan aku. Lihat saja kamu Raisa, akan aku balas nanti" ucapnya menyeringai.


...****************...


Terlintas satu ide jahat dikepala kevin. Ia tersenyum memikirkan idenya itu.


Kevin berjalan keluar menemui karyawannya dan mulai membuat pengumuman.


"Perhatian semuanya" ucapnya.


Semua karyawan magang menatap kearahnya.


"Besok beberapa karyawan magang akan saya tugaskan untuk kerja lapangan bersama saya. Tentunya akan ada pegawai magang lama yang akan membantu pegawai magang baru. Karena saya tidak ingin bersusah payah menjelaskan ke kalian lagi" ujar Kevin.


"Dan untuk karyawan magang baru yang akan ikut dengan saya besok adalah, Raisa dan Lia. Untuk karyawan magang lama yang mendampingi mereka berdua adalah Naufal. Sekian" lanjut Kevin, kemudian kembali ke ruangannya.


Karyawan lain terlihat bernapas lega karena bukan mereka yang dipilih. Melihat hal itu, membuat Raisa menjadi heran.


"Lia, kenapa semua orang kayak lega karena nggak dipilih?" tanya Raisa.


"Katanya sih kalau kerja lapangan sama Pak Kevin, susah banget, terus bisa stres karena Pak Kevin banyak maunya".


"Ohh gitu. Jadi kita berdua nih yang terpilih? Semangat" ucap Raisa.


"Naufal juga terpilih untuk ngajarin kita. Iya semangat Kak" kata Lia.


"Iya benar, dia juga".


Raisa langsung mengeluarkan hpnya diam-diam kemudian mengirimkan pesan kepada Naufal.


Terjun lapangan ditemani suami. Senangnya😘


Naufal membaca pesan yang dikirimkan Raisa, kemudian tersenyum singkat.


Aku juga senang, honey bunny sweety 😍


Raisa tertawa kecil melihat balasan pesan dari Naufal.


"Kenapa ketawa Kak? Lagi chatan sama pacar ya" goda Lia.


"Ah kamu mau tau aja. Kerja lagi ayo" kata Raisa sambil tersenyum.

__ADS_1


Raisa menatap Naufal dari kejauhan, tidak lama pandangan mereka bertemu. Dengan spontan, Naufal langsung mengedipkan sebelah matanya kemudian dibalas bentuk ciuman dengan bibir oleh Raisa.


__ADS_2