
Author up 2x hari ini guys 😁
Siapa yang udah nggak sabar dengan keuwuan pasangan muda ini?
Awas baper ya baca episode kali ini 😍
Selamat Membaca ❤
...****************...
Seisi ruangan terlihat terkejut mendengar pernyataan Naufal. Lia yang melihat dari kejauhan, semakin patah hati dibuatnya. Sedangkan Raisa, ia tersenyum senang mendengar pernyataan Naufal.
"Itu baru suamiku" bisik Raisa ke telinga Naufal.
Kevin tersenyum sini, ia berdiri kemudian memperbaiki bajunya yang kusut karena terjatuh.
"Jadi kamu pacarnya? Memangnya kamu bisa apa hah? Kamu itu cuma anak SMA yang kebetulan pintar dan diterima masuk di kantor ini sebagai pegawai magang. Jangan pernah bermimpi kamu akan melanjutkan pekerjaan kamu disini, karena aku akan memecat kamu!" teriak Kevin, membuat seisi ruangan bergema.
"Siapa yang dipecat?".
Semua pegawai menoleh ke arah pintu dan langsung menunduk hormat, setelah melihat bos besar masuk. Siapa lagi kalau bukan Papa Tio.
"Kenapa kamu Kevin? Suara kamu terdengar sampai diluar" ucap Papa Tio.
"Ini Pak, anak magang ini berani memukul saya" tunjuk Kevin ke arah Naufal.
Papa Tio menatap Naufal seolah meminta kejelasan. Ia tahu anaknya tidak mungkin memukul seseorang, kalau orang itu tidak mengganggunya lebih dulu.
"Dia nembak Raisa di depan semua pegawai, Pak. Padahal saya kan pacarnya" ucap Naufal dengan santainya.
"Apa?" kaget Papa Tio.
"Lihat itu, Pak. Dia tidak hormat sama sekali sama Bapak, begitu pun sama saya, Pak" adu Kevin, berharap dibela oleh Bosnya.
"Berani-berani kamu merebut pacar dia?" bentak Papa Tio kepada Kevin.
"Loh Pak, kenapa jadi saya yang dimarahin? Dia kan nggak sopan, Pak".
"Jangan banyak bicara kamu! Ikut ke ruangan saya sekarang atau kamu saya pecat!" ancam Papa Tio.
"Ba..baik Pak" kata Kevin tergagap.
"Lanjutkan pekerjaan kalian semua" perintah Papa Tio.
Papa Tio keluar dari ruangan disusul Kevin dibelakangnya. Namun saat berpapasan dengan Naufal, Kevin sempat membisikkan sesuatu.
"Awas kamu, nggak akan aku biarin".
Naufal tidak menanggapi ancaman Kevin dan lebih memilih menatap Raisa.
Raisa balas menatap Naufal dan keduanya tersenyum senang.
"Selamat ya yang pacaran. Bagus banget loh kalian, couple yang bisa memberantas si Bos Killer itu" ucap salah satu karyawan.
"Selamat ya kalian berdua" kata Lia dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Makasih".
Raisa merangkul lengan Naufal tepat dihadapan Lia untuk memanas-manasi wanita itu. Lia yang melihat adegan romantis dihadapannya menjadi sangat kesal dan memilih untuk melanjutkan pekerjaannya.
Raisa tersenyum puas kemudian menatap wajah Naufal.
"Aku lega beb, setidaknya mereka sudah tahu kalau kita ada hubungan. Jadi, nggak akan ada lagi yang gangguin hubungan kita" ujar Raisa.
"Iya beb, aku juga senang. Lanjut kerja lagi ya, nanti malam aku mau kasih suprise sesuatu buat kamu" ucap Naufal.
"Suprise apa?".
"Kamu lupa ya? Hari ini kan hari anniversary pernikahan kita yang pertama" bisik Naufal.
"Ya Ampun beb, aku lupa. Maafin aku".
"Nggak apa-apa kok. Setidaknya aku ingat, daripada nggak ada yang ingat sama sekali".
"Iya sih hehe. Oke, aku tunggu" kata Raisa mengedipkan mata, sebelum kembali ke meja kerjanya.
Keduanya pun kembali mengerjakan pekerjaan masing-masing. Kevin yang baru saja kembali dari ruangan Papa Tio terlihat sangat kesal. Ia membanting pintu ruangannya sangat kencang. Namun, hal itu sudah biasa untuk para pegawai karena sudah terbiasa melihat kelakuannya seperti itu. Terlebih Naufal dan Raisa, mereka sama sekali tidak mempedulikan Kevin.
Selepas pulang kerja, Naufal dan Raisa berboncengan di atas motor, untuk pulang ke rumah. Selama perjalanan, Raisa terus memeluk erat pinggang Naufal, seakan tidak ingin melepasnya sedikit pun.
"Kamu nggak dingin beb?" tanya Naufal dengan suara agak keras, karena sedang berkendara di atas motor.
"Sedikit" jawab Raisa.
Naufal menepikan motornya kesamping kiri dan berhenti.
"Turun dulu sebentar".
Raisa mengikuti perintah Naufal untuk turun dari motor, kemudian dilanjutkan Naufal yang juga turun.
Naufal melepaskan jaketnya, kemudian dipakaikannya kepada Raisa.
"Kenapa dikasih ke aku".
"Katanya tadi dingin".
"Cuma sedikit kok. Kamu aja yang pakai beb, kamu kan yang bawa motor. Pasti lebih dingin".
"Nggak usah. Kamu aja yang pakai. Nanti kalau aku dingin kan ada kamu yang meluk aku dari belakang beb. Jadi hangat lagi deh" ucap Naufal.
"Ihh gombal. Belajar dari siapa sih ini?".
"Dari kamu lah" colek Naufal ke hidung Raisa.
"Yuk lanjut lagi. Kan aku ada suprise untuk kamu di rumah beb" lanjut Naufal.
"Oh iya ya. Apa tuh suprisenya? Bertempur lagi ya?" tanya Raisa.
"Itu sih salah satunya. Tapi ada lagi yang lain" jawab Naufal.
"Waw. Aku jadi penasaran deh".
__ADS_1
Raisa dan Naufal melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Raisa langsung disuruh memejamkan mata oleh Naufal.
"Jangan dibuka ya, kalau berani ngintip nanti jadi jelek loh".
"Jadi sekarang aku cantik dong? Senangnya".
Naufal yang sedang menuntun Raisa untuk masuk kedalam rumah, hanya tersenyum memikirkan perkataan istrinya yang ceplas ceplos.
"Sudah sampai. Silahkan dibuka matanya".
Raisa membuka matanya dan terkejut melihat berbagai macam hiasan balon menghiasi kamar mereka. Ia terkagum-kagum melihat keniatan suaminya untuk memberikannya suprise, walaupun hanya sederhana.
"Beb, kamu yang hiasin semua ini? Kapan?".
"Tadi, pas pulang sekolah".
"Aku senang banget beb. Padahal tadi aku lupa loh. Gimana sih, masa satu tahun pernikahan, aku baru ingat".
"Nggak apa-apa. Namanya lupa, mau gimana lagi. Oh iya, aku ada hadiah lagi untuk kamu".
"Apa beb?".
Naufal merogoh kantong celananya dan mengeluarkan satu kotak kecil berwarna merah. Saat dibuka, terlihat ada cincin emas di dalam kotak itu.
"Cincin? Kamu beliin aku cincin, beb?".
Suprise kali ini berhasil membuat Raisa mengeluarkan air mata. Ia benar-benar sangat tersentuh saat ini.
"Aku beli cincin buat kamu, karena aku lihat di jari kamu cuma ada cincin pernikahan kita. Aku mau kasih kamu satu lagi, meskipun memang harganya tidak seberapa, tapi ini membuktikan aku tulus mencintai kamu Raisa".
"Beb, kenapa kamu so sweet banget? Aku sampai nangis loh. Tanggung jawab".
Naufal segera menghapus air mata Raisa, kemudian mencium singkat bibir Raisa.
"Mau dilanjut nggak?" tanya Raisa.
Naufal menganggukkan kepalanya, tanda mengiyakan.
Keduanya pun memulai pertempuran di atas ranjang. Saat sedang enak-enaknya melakukan aksi mereka, tiba-tiba ada suara ledakan dari balon di kamar mereka yang pecah. Mereka pun tersentak kaget mendengar suara itu.
"Suara apa itu beb? Ada bom ya? Nggak lucu dong kita lagi polosan gini nggak pakai baju terus ada bom" cerocos Raisa.
"Bukan beb. Tapi balonnya meletus".
"Ohh balon, kirain bom".
Naufal dan Raisa kembali melanjutkan aksi mereka, namun lagi-lagi saat hampir mencapai kenikmatan, balonnya meletus.
"Beb, tahun depan jangan pakai acara hias balon di dalam kamar. Mengganggu banget tahu" kesal Raisa.
"Kita pindah aja di depan TV yuk" ajak Naufal.
Raisa menyetujui ide Naufal dan mereka melanjutkannya di ruang TV.
__ADS_1