Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
42. Perkelahian


__ADS_3

Maaf ya semua, hari ini author hanya akan up sekali saja, dikarenakan kondisi jaringan ditempat author yang sangat lemot hari ini 😭


Semoga kedepannya author akan update double lagi ya. Terima kasih juga sudah mendukung author sampai saat ini 🙏


Jangan bosan ya dengan cerita Naufal dan Raisa. Author selalu berusaha untuk memberikan cerita yang semakin menarik, setiap harinya.


Salam hangat dari dede Naufal dan Raisa ❤


...****************...


Goodbye Kevin Iblis. Kamu nggak akan pernah bisa memisahkan aku sama Naufal. Gumam Raisa, tersenyum kemenangan.


Kevin memasuki ruangan Papa Tio. Perasaannya tidak enak, karena melihat ekspresi wajah Papa Tio yang menatap tajam ke arahnya.


"Mohon maaf, Pak. Bapak panggil saya?".


"Iya. Duduk".


"Saya dengar kamu mengajak Raisa untuk pergi mengecek toko furniture yang ada di Surabaya, apa itu benar?".


"Iya Pak. Tapi tidak berdua kok, Pak. Saya juga ajak Lia, salah satu anak magang juga" ujar Kevin.


"Ohh begitu. Kalau begitu batalkan keberangkatan kamu dengan Lia. Dan suruh Raisa dan Naufal yang pergi kesana" perintah Papa Tio.


"Kok begitu Pak? Nanti mereka sibuk berpacaran disana bukan untuk bekerja".


"Kan saya sudah bilang dia itu keponakannya sepupu.."


Belum selesai Papa Tio berbicara, Kevin langsung melanjutkannya.


"Anak dari rekan bisnis saya. Iya saya tahu, Pak" ucap Kevin, menahan kesal.


"Nah itu kamu tahu, pakai acara nanya lagi. Pokoknya urus semua keberangkatan mereka. Berapa hari rencananya disana?" tanya Papa Tio.


"3 hari 2 malam, Pak" jawab Kevin.


"Kalau begitu tambah menjadi 4 hari 3 malam".


"Loh kok begitu, Pak?".


"Loh kok kamu ngebantah sih? Saya kan disini bosnya. Terserah saya dong. Laksanakan perintah saya sekarang juga. Kalau ada masalah apa-apa, kamu yang akan saya cari duluan" ancam Papa Tio, membuat Kevin tidak dapat berkutik.

__ADS_1


"Baik, Pak. Permisi".


Kevin keluar dari ruangan Papa Tio, lagi-lagi dengan penuh kekesalan. Sedangkan Papa Tio, terlihat bahagia karena sebentar lagi akan mendapatkan cucu.


Saat Kevin berjalan ke ruangannya, ia sempat bertatapan dengan Raisa. Ia menatap sinis Raisa, karena telah berhasil mengalahkannya. Sedangkan yang ditatap malah terlihat tidak peduli dan bahkan menjulurkan lidahnya ke arah Kevin, tanda bahwa dia lah pemenangnya.


Siang harinya, Naufal sudah datang ke kantor. Dilihatnya wajah istrinya yang tersenyum bahagia, membuat Naufal menjadi penasaran.


"Beb, kamu kenapa senyum-senyum sendiri kayak gitu? Kamu bikin ulah lagi sama Kevin?" tanya Naufal.


"Nggak kok, tapi dia duluan yang bikin ulah" jawab Raisa.


"Bikin ulah gimana?".


"Masa dia suruh aku pergi bareng dia dengan si Lia ke Surabaya untuk ngecek kerjaan disana. Ya, mana aku mau. Kan nggak ada kamu".


"Ohh gitu. Terus, nggak jadi pergi?".


"Jadi dong. Tapi bareng kamu. Tadi aku udah bilang ke Papa Tio. Sekalian kita berdua honeymoon disana beb" bisik Raisa.


"Sekolah gimana?".


"Yaelah beb, cuma beberapa hari doang. Bisa kali kamu izin dulu. Masalah rumah tangga dan kerjaan nih" ujar Raisa.


"2 hari lagi. Jadi besok kamu izin aja".


"Oke. Oh iya, tadi aku sempat buatin bekal untuk kamu sama si dede bayi" ucap Naufal, pelan.


"Serius? Asyik. Mana beb? Aku mau makan dong".


"Ayo makan bareng" ajak Naufal.


Keduanya pun makan bersama dengan sangat romantis. Mereka sesekali secara bergantian saling menyuapi makanan, membuat orang-orang disekitar mereka menjadi iri.


"Beb, udah dong. Dilihatin orang-orang loh. Makan aja masing-masing, nggak usah suap-suapan" ujar Naufal yang memang sifatnya pemalu.


"Nggak mau. Biar mereka tuh tahu kita ada hubungan. Walaupun mereka cuma tahu kita pacaran aja sih. Kalau kita bilang kita udah nikah ditambah aku udah hamil anak kamu ditambah kamu ternyata anak tunggal pewaris perusahaan ini, pingsan tuh si Kevin Iblis sama si Lia pelakor" cerocos Raisa.


"Iya beb, tapi udah dong" kata Naufal, memelas.


"Buka mulut atau aku cium kamu di depan umum, mana yang mau dipilih?" ancam Raisa.

__ADS_1


Mendengar ancaman Raisa, membuat Naufal membulatkan matanya dan lebih memilih untuk menerima suapan dari istrinya itu. Ia tahu, melawan keinginan Raisa hanyalah sia-sia, karena pasti ia akan kalah juga.


Saat sedang asyik suap-suapan, tiba-tiba muncullah lah Lia, yang disebut Raisa sebagai pelakor.


"Dih sok banget mau nunjukkin kemesraan di depan umum. Dikira orang-orang bakal iri apa, yang ada malahan pengen muntah saking alaynya. Baru pacaran aja belagu" kata Lia dengan suara sengaja dikeraskan, agar Naufal dan Raisa bisa mendengarnya.


Raisa yang mendengar itu menjadi panas. Naufal yang tahu istrinya sudah mulai emosi, ingin menahannya. Namun apa daya, Naufal kalah cepat karena Raisa sudah menggebrak meja dan berdiri dari kursinya.


Gawat nih, perang dunia ketiga. Batin Naufal.


"Hellow, susah ya pelakor jaman sekarang. Sukanya nyiyirin orang aja. Maunya ngerebut pacar gue, eh ternyata nggak digubris hahahaha kasihan banget deh" balas Raisa.


Lia menjadi sangat emosi, dia merasa sangat malu karena diteriaki oleh Raisa.


"Apa maksud kamu hah?" teriak Lia.


"Eh apa nih? Lo ngerasa ya? Jangan-jangan lo memang pelakornya? Aduh, sorry ya. Sengaja" ucap Raisa penuh penekanan.


Karena sudah tidak tahan lagi, Lia hendak melayangkan tamparan ke wajah Raisa. Namun, bukan Raisa namanya, kalau tidak melawan.


Saat Raisa melihat tangan Lia ingin menamparnya, dengan cepat ia langsung menjambak rambut Lia hingga Lia tidak jadi menamparnya dan malah berteriak kesakitan.


Tidak terima dirinya dijambak, Lia membalas menjambak rambut Raisa. Kini keduanya saling jambak-jambakan dan menjadi pusat perhatian para karyawan.


Naufal yang berada di tempat itu, menjadi bingung tidak tahu cara memisahkan mereka berdua.


"Eh udah dong beb, jangan berkelahi lagi. Semua orang pada liatin" ucap Naufal.


"Diam deh. Jangan ikut campur kamu beb" bentak Raisa, yang masih bergelut dengan Lia.


Tiba-tiba muncul Kevin yang tidak sengaja lewat dan melihat keributan yang terjadi.


"Ada apa ini? Kenapa kalian berkelahi?" teriak Kevin.


Raisa dan Lia tidak memperdulikan keberadaan Kevin dan tetap bergelut. Naufal juga masih berusaha untuk memisahkan keduanya, namun tenaga wanita yang sedang berkelahi, diakui Naufal sangatlah berbeda.


Melihat Naufal yang tidak bisa memisahkan keduanya, Kevin pun turun tangan untuk melerai mereka.


Alhasil, bukannya pertengkaran mereka selesai, malahan Naufal dan Kevin ikut dijambak oleh Raisa dan Lia.


Jadilah mereka berempat saling jambak-jambakan, membuat mereka jadi trending topik di perusahaan.

__ADS_1


Semua pegawai berkumpul melingkari mereka berempat dan malah menertawai bahkan menyemangati Naufal dan Kevin yang menjadi korban keganasan Raisa dan Lia.


__ADS_2