Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
45. Menerkam Mangsa


__ADS_3

Halo readers


Author disini ingin kasih tahu. Novel ini memang memiliki alur yang lambat. Author sengaja buat kayak gini, biar kalian bisa menikmati setiap keseruan yang dialami Naufal dan Raisa. Jadi tolong jangan suruh Raisa cepat-cepat lahiran ya 😂 Nanti momen keseruan mereka ke skip, kan nggak seru.


Oke, sampai segitu saja celotehan dari author. Let's go ke ceritanya 👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻


...****************...


Naufal lebih memilih mengikuti kemauan Raisa, daripada harus melawannya. Ia takut, Raisa marah-marah diatas pesawat. Tidak lucu, kalau Raisa melemparkan wanita itu keluar dari pesawat yang sedang terbang.


Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat sampai ke tujuan, yaitu di kota Surabaya.


Raisa dan Naufal keluar dari dalam pesawat dengan keadaan leher Naufal yang sakit karena harus selalu menghadap ke kiri.


"Beb, leher kamu kenapa?" tanya Raisa.


"Sakit beb. Kamu dari tadi nyuruh aku liat ke kiri mulu" jawab Naufal.


"Ohh sakit leher. Ya, mending lah beb. Daripada mata kamu yang sakit gara-gara aku colok. Kamu pilih yang mana?".


Naufal mendengus kesal, ia tidak bisa membantah perkataan Raisa. Tentu saja kalau disuruh pilih, ia akan lebih memilih lehernya sakit daripada matanya dicolok oleh Raisa.


Keduanya langsung menuju ke sebuah hotel yang telah dipesankan oleh Papa Tio.


Hotelnya begitu mewah dan sangat megah. Raisa dan Naufal bahkan sampai melongo melihat betapa besarnya hotel itu. Bisa dibilang, itu adalah hotel bintang 5.


Ya, walaupun Raisa dan Naufal merupakan anak dari orang yang berada, tetapi setelah menjalani kehidupan rumah tangga, mereka benar-benar memulai semuanya dari nol. Hingga makan dan tempat tinggal yang mewah pun, bisa buat mereka terkejut.


"Beb, ini nggak salah apa Papa Tio pesenin kita kamar di hotel ini? Ini kan hotel paling terkenal dan juga mahal. Apa jangan-jangan kita salah hotel ya?" duga Raisa.


"Nggak sih. Ini udah benar kok alamat dan nama hotelnya" kata Naufal, memeriksa alamat yang diberikan Papa Tio.


"Tapi alhamdulillah sih beb. Kapan lagi kita bisa ngerasain tinggal di hotel mewah gini. Ayo lah masuk, jangan sampai kita sia-siain kesempatan yang langka ini" ujar Raisa.


Naufal pun menyetujuinya lalu segera melakukan check in di hotel tersebut untuk tinggal selama 4 hari kedepan.


Selesai check in, mereka langsung menuju kamar yang telah dipersiapkan. Saat mereka membuka pintu kamar hotel, lagi-lagi mereka terkejut karena ternyata kamar yang dipesan oleh Papa Tio adalah kamar yang paling mahal yang ada di hotel itu.

__ADS_1


"Beb, serius ya. Aku tuh pernah nginap di hotel yang kamarnya sebesar ini. Tapi dulu bareng orang tua aku beb, nggak pernah aku nginap cuma berdua doang terus di kamar sebesar ini. Papa Tio memang luar biasa ya" kagum Raisa.


"Aku juga nggak nyangka kalau Papa bakalan pesan kamar sebesar ini. Buang-buang duit aja. Padahal yang kecil kan udah cukup".


"Udah beb jangan ngeluh dong. Kita harus bersyukur dapat kesempatan kayak gini. Aku mau tiduran di kasurnya ah, pasti empuk".


Raisa langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Tentu saja ia merasa sangat nyaman saat berbaring di kasur itu, karena kasur di hotel itu lebih empuk daripada kasur di rumah mereka.


Saat Raisa sedang asyik menikmati kasur yang empuk sambil memejamkan matanya, tiba-tiba Naufal mendekati Raisa dan mengelus-elus kepala istrinya itu.


"Maaf ya beb, semenjak menikah, aku belum pernah bahagiain kamu" ucap Naufal.


Raisa membuka matanya kemudian membalikkan tubuhnya menjadi posisi tengkurap, menghadap Naufal.


"Siapa bilang aku belum pernah bahagia? Malah aku selalu bahagia beb bareng kamu".


"Tapi aku belum bisa ajak kamu ke hotel semahal ini, belum bisa kasih mobil, dan juga rumah yang besar untuk kita berdua. Untuk makan pun, kita harus selalu mikir beb, biar kita bisa makan sampai gajian nanti" ujar Naufal, merasa bersalah.


"Beb, dengar ya. Kebahagiaan itu bukan datang dari seberapa banyak uang kamu. Tidak semua kebahagiaan bisa dibeli dengan uang beb. Ada kok, orang yang udah punya segalanya, tapi selalu merasa belum puas. Intinya kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita punya saat ini. Dan aku nggak pernah menyesal untuk menikah dengan kamu. Kita bisa memulai semuanya dari nol dan aku siap selalu berada disamping kamu beb, untuk nemenin kamu" ucap Raisa, terdengar sangat bijak.


"Bijak sekali istri aku ini. Kena pukulan dimana tadi?" ledek Naufal.


Keduanya tertawa bersama, hingga tanpa sadar, kedua bibir mereka sudah semakin dekat untuk bertemu. Tetapi, semuanya gagal karena hp Raisa yang mulai berdering sangat keras.


"Duh siapa yang nelfon sih? Gangguin aja" kesal Raisa. Sedangkan Naufal hanya tertawa melihat kekesalan istrinya itu.


Raisa mengambil hp nya, ternyata Mama Nia yang menghubunginya.


"Mama aku nelfon. Aku angkat dulu ya beb" kata Raisa kepada Naufal.


"Iya, angkat aja" ucap Naufal.


Raisa mengangkat panggilan dari Mama Nia, baru saja ia ingin mengatakan rindu, tiba-tiba Mama Nia sudah berteriak lebih dulu yang membuat gendang telinga Raisa serasa mau pecah.


Raisaaaaaa, anak durhaka kamu.


Loh, mama kenapa sih? Baru nelfon langsung teriak-teriak. Padahal aku kan rindu. Kata Raisa.

__ADS_1


Kenapa kamu nggak bilang ke Mama kalau kamu hamil? Mama baru tahu dari orang tua Naufal ini. Jahat banget sih jadi anak. Kesal Mama Nia.


*Astaga aku lupa, Ma. Maafin Raisa ya.


Kamu dimana sekarang? Cepetan kesini, ajak Naufal juga.


Aku dan Naufal lagi di Surabaya, Ma. Ada urusan kerjaan.


Benar-benar kalian ya. Ke Surabaya juga nggak ngomong-ngomong. Pokoknya pulang nanti kalian harus datang ke rumah dan jangan lupa oleh-oleh dari Surabaya juga bawain. Sudah dulu ya, kamu hati-hati disana.


Siap Mamaku sayang. Love you*.


Raisa langsung mematikan sambungan telepon dan bernapas lega.


"Kamu kenapa beb?" tanya Naufal.


"Ibu macan tadi barusan ngamuk".


"Ngamuk kenapa?".


"Karena aku lupa kasih tahu kalau aku hamil beb" kata Raisa.


"Kamu sih nggak bilang. Oh iya, kamu bilang Mama Nia, ibu macan? Berarti kamu anak macan dong? Pantesan aja garang dan ganas" ledek Naufal.


Raisa langsung melotot ke arah Naufal dan bersiap-siap ingin menerkam Naufal.


"Mau lihat gimana caranya anak macan menerkam mangsanya?".


"Gimana?" tanya Naufal, bingung.


Raisa langsung melucuti celana jeans milik Naufal, membuat Naufal sangat syok bercampur malu.


"Beb, kamu mau ngapain?" teriak Naufal, ketakutan.


"Mau kasih lihat gimana caranya anak macan menerkam mangsanya. Tadi katanya penasaran".


Naufal langsung berteriak dan berlari ke arah kamar mandi saat celana keduanya yaitu celana boxer dibuka, dan hanya menyisahkan celana dalam saja.

__ADS_1


"Loh beb, kok kabur. Tadi katanya pengen tahu" goda Raisa.


"Dasar istri mesum" teriak Naufal dari dalam kamar mandi, membuat Raisa tertawa terpingkal-pingkal.


__ADS_2