Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
69. Berbaikan


__ADS_3

Naufal keluar dari rumah Mama Nia dengan perasan campur aduk. Dia menatap ke arah balkon kamar milik Raisa dan menemukan Raisa yang sedang mengintip dari balik gorden jendela kamarnya. Namun, saat mata mereka bertemu, Raisa langsung menutup gordennya dengan rapat.


Naufal memutuskan untuk tidak pergi bekerja dan melanjutkan kuliah hari ini. Padahal hari ini merupakan hari penerimaannya sebagai mahasiswa baru, terlepas dari serangkaian ospek yang dijalaninya beberapa hari ini.


Ia lebih memilih mengistirahatkan dirinya di rumah dan memikirkan kesalahannya, yang membuat rumah tangganya mulai goyah.


Sesampainya di rumah, Naufal menuju ke kamar yang ditempatinya bersama Raisa. Kamar itu terlihat hampa tanpa kehadiran Raisa dan juga baby El.


Naufal duduk di tepi ranjang sambil menatapi foto pernikahan mereka yang terpajang di atas meja.


Matanya mulai terasa panas dan seketika air matanya keluar dari sudut matanya. Kata cerai dari yang keluar dari mulut Raisa, masih terngiang-ngiang dikepalanya saat ini.


Naufal sama sekali tidak bisa membayangkan hidup tanpa Raisa, apalagi tanpa anaknya El. Laki-laki yang terlihat dingin dan cuek itu, ternyata bisa menangis saat kehilangan orang yang dicintainya.


Ia menelungkupkan wajahnya dan mulai menangis. Hatinya benar-benar terasa perih dan sakit.


Di tempat lain, Raisa terlihat termenung di balkon kamarnya. Air matanya sudah tidak bisa keluar lagi, karena terlalu banyak menangis sejak tadi.


Mama Nia kembali masuk ke dalam kamar Raisa dan mendapati anaknya itu sedang termenung di balkon rumah.


"Raisa, jangan bengong sayang. Kasihan El main sendiri loh ini di kasur" ucap Mama Nia, duduk disamping baby El yang tengah bermain sendiri di atas kasur.


"Eh Mama. Iya maaf. Aku cuma lagi nggak bisa mikir apa-apa sekarang" kata Raisa menjawab dengan lemah.


Ia berjalan masuk ke dalam kamar dan duduk di atas kasur, bersebelahan dengan Mama Nia.


"Kamu sudah lebih tenang sekarang? Sudah nggak emosi lagi kan?" tanya Mama Nia.


"Iya sudah nggak kok. Ma, apa aku tadi terlalu keras ya ke Naufal? Aku benar-benar marah banget tadi, jadi nggak mau dengerin penjelasan Naufal" jawab Raisa.


"Iya Mama tau kok. Makanya tadi Mama suruh Naufal untuk pulang dulu sampai aku tenang. Kamu kan kalau marah memang suka meledak-ledak"


"Aku berdosa banget ya, Ma? Karena aku marah ke suami?"


"Iya lah berdosa. Makanya minta maaf ke Naufal, dia kan sudah bilang wanita tadi bukan pacarnya. Dan Mama juga yakin Naufal nggak mungkin seperti itu"


"Iya, Ma" ucap Raisa sambil tertunduk.

__ADS_1


"Janga iya aja. Telfon dong"


"Nanti sebentar aja deh, Ma. Mungkin Naufal masih kerja sekarang"


"Baiklah kalau begitu. Jangan lupa telfon ya, awas loh. Terus jagain baby El, nanti dia jatuh dari tempat tidur kalau dibiarin sendiri. Apalagi dia sudah bisa tengkurap" ucap Mama Nia.


"Iya Mamaku yang cerewet"


"Ih kamu mah dibilangin malah bilang Mama cerewet. Ya sudah Mama pergi ke supermarket sebentar ya. Ada yang mau dititip nggak?"


"Cokelat Ma. Aku butuh asupan yang manis-manis, karena dari tadi udah ngerasa yang pahit-pahit"


"Hahaha bisa aja kamu. Oke Mama pergi dulu ya. Kalau Papa kamu pulang kerja, jangan lupa bukain pintu"


"Iya siap bos" kata Raisa.


Selama Mama Nia pergi, Raisa sibuk bermain dengan baby El untuk menghilangkan rasa stresnya.


Hingga sore hari, Mama Nia belum terlihat pulang ke rumah. Tidak lama kemudian, terdengar bunyi bel, membuat Raisa menghentikan aktivitasnya yang sedang bermain bersama baby El.


"El, mungkin Opa sudah pulang. Ayo kita bukain pintu"


"Mau apa kamu? Darimana kamu dapat alamat ini?" tanya Raisa.


"Maaf, tadi aku sempat cari tau dimana rumah orang tua kamu, karena katanya kamu nggak pulang ke rumah kamu dan Naufal" ucap Laras.


"Jadi mau apa? Nggak puas kamu lihat rumah tangga aku jadi hancur hah? Lihat nih, bahkan kami sudah punya anak. Dasar pelakor" kesal Raisa.


"Sekali lagi aku minta maaf. Tapi boleh kita bicara di dalam?"


"Nggak boleh. Ngapain kamu mau masuk ke dalam rumah aku? Bicara disini" bentak Raisa.


"Aku mau minta maaf soal tadi. Jujur aku memang suka Naufal dan sudah tau kalau dia menikah. Tapi nggak tau kenapa, aku tetap suka ke dia. Aku minta maaf sekali lagi. Aku janji nggak akan ngerusak hubungan kalian, jadi tolong jangan bertengkar lagi"


"Bagus kalau udah tau salah. Aku nggak masalah Naufal banyak fans, tapi nggak halu kayak kamu juga. Pakai ngaku-ngaku Naufal jadi pacar lah. Udah pergi aja sana, aku akan maafin kamu, asal kamu nggak ganggu suami aku lagi. Sampai aku tau kamu masih gangguin dan godain dia, nggak segan-segan aku jambak rambut kamu itu, bukan lagi nampar. Ngerti?" bentak Raisa lagi.


"Iya aku ngerti. Sekali lagi maaf ya. Aku nggak akan gangguin Naufal lagi" kata Laras.

__ADS_1


"Oke. Udah kan? Silahkan pergi" ucap Raisa.


"Makasih ya Raisa, aku pamit dulu"


"Iya" jawab Raisa dengan cuek.


Setelah kepergian Laras, ia menutup pintu dengan senyum mengembang di wajahnya.


"El, Mama lega sekarang. Ayo kita telfon Papa kamu" ucapnya kepada anaknya, dengan mencium pipinya yang gembul.


Tanpa pikir panjang lagi, Raisa langsung menghubungi suaminya.


Assalamualaikum beb. Ucap Raisa pertama kali.


Waalaikumsalam beb. Akhirnya kamu hubungin aku juga. Maafin aku beb, sekali lagi aku minta maaf.


Kamu kesini sekarang ya, jemput aku dengan El. Nanti aku jadi keenakan tinggal sini, nggak mau pulang loh.


Siap beb. Aku kesana sekarang. Jangan berubah pikiran dulu.


Oke ditunggu.


Raisa memutuskan sambungan teleponnya sambil tertawa kecil.


"Papa kamu lucu ya El. Makanya Mama sayang banget"


El yang diajak bicara hanya tertawa melihat Mamanya yang juga sedang tertawa.


"Kamu kenapa ketawa? Lucu ya? Sini Mama cium kamu gara-gara ketawain Mama"


Raisa mencium baby El bertubi-tubi serta mneggelitik tubuhnya, membuat baby El tertawa lepas karena merasa geli.


"Kamu ketawanya mirip banget Papa kamu sayang. Jadi gemes deh uhhh. Semoga besarnya sifat kamu mirip Papa ya, jangan ikut Mama yang bar-bar dan bodoh ini hahaha"


"Eh Oma dan Opa kamu kemana ya El, kok lama pulang sih"


Raisa bingung karena sudah sore hari Papanya belum pulang kerja dan Mamanya juga belum pulang ke rumah, padahal tadi hanya pamit untuk ke supermarket.

__ADS_1


Raisa tidak tau, sebenarnya kedatangan Laras ke rumah sudah direncanakan oleh Mama Nia dan Papa Adit. Setelah mereka mencari tau alamat rumah wanita yang disebut sebagai pacar Naufal, Mama Nia langsung menyuruh Papa Adit untuk mencari tau dan setelah menemukannya, Mama Nia langsung menuju ke rumah wanita itu.


Pergi ke supermarket hanyalah alasan yang diberikan Mama Nia, agar Raisa tidak curiga.


__ADS_2