Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
51. Tercyduk Lagi


__ADS_3

Gawat itu beneran dia. Aku harus kasih tahu Naufal tentang hal ini. Gumam Raisa.


Dani yang baru saja masuk kedalam toko, tidak sengaja melihat Raisa yang berlari melewati pintu belakang kedai tersebut.


"Nak Dani akhirnya datang. Kok beberapa hari ini nggak kelihatan, darimana aja?"


"Mobil lagi dipakai adik saya, Bu. Jadi baru bisa muncul sekarang deh" ujar Dani


"Oh iya, Bu. Wanita yang lari tadi siapa?" tanya Dani.


"Oh itu, dia pelanggan baru disini. Nggak tahu kenapa dia lari barusan pas lihat kamu. Kamu kenal dia ya?"


"Sepertinya begitu. Saya permisi dulu ya, Bu. Nanti saya mampir lagi"


Karena bagian belakang kedai itu tidak ada akses jalan lainnya, terpaksa Raisa harus depan kedai itu untuk keluar dari sana. Ia berjalan sembunyi-sembunyi, agar tidak ketahuan Dani. Akan tetapi, nasib baik tidak berpihak padanya. Dani sudah berdiri dihadapannya saat ia ingin menghentikan taksi.


"Mau apa kamu? Jangan berani mendekat atau aku teriak biar kamu digebukin warga" kata Raisa, ketakutan.


"Kamu yang ngapain ada disini? Aku kira kamu dan Naufal di Jakarta" ucap Dani.


"Alah jangan pura-pura nggak tahu kamu. Aku tahu ini semua pasti rencana kamu kan untuk celakain Naufal? Kamu sengaja tabrak lari dia kemarin kan? Aku punya bukti mobil kamu yang tabrak" jelas Raisa.


"Apa sih? Aku nggak ngerti tahu nggak. Siapa yang celakain? Dan apa maksudnya?"


Wajah Dani benar-benar kelihatan seperti orang kebingungan. Namun, detektif Raisa tidak percaya begitu saja.


Ia menunjukkan bukti foto kepada Dani dan menegaskan kalau itu benar-benar mobil milik Dani.


"Sumpah Raisa, itu bukan aku. Beberapa hari lalu itu adik aku yang pakai mobilnya. Dia memang belum lama baru belajar bawa mobil. Kalau mobil itu benar yang nabrak Naufal, berarti itu adalah perbuatan adik aku. Aku akan bicara ke orang tua aku tentang hal ini. Aku bersumpah tidak berbohong" ujar Dani.


Raisa menatap ke arah mata Dani. Ia merasa apa yang dikatakan Dani terdengar serius dan tidak berbohong. Tapi, Raisa tetap tidak percaya dan kekeh pada pendiriannya.


"Kamu kan dari dulu nggak suka sama Naufal, buktinya kamu hancurin masa depan aku dan dia dan kamu juga yang nyebarin berita itu. Pasti lah kamu pelakunya. Jangan jadiin adik kamu kambing hitam dong"


"Aku memang tidak suka dan iri dengan Naufal. Tapi itu dulu. Aku sadar aku salah dan aku minta maaf kepada kalian. Karena hal itu juga aku akhirnya memutuskan untuk pindah kesini dan memulai semua dari awal lagi. Aku sudah membuang semua sifat burukku waktu itu Raisa. Jujur aku minta maaf sama kalian berdua, aku memang salah"

__ADS_1


"Oke, aku akan kasih kamu kesempatan. Kasih nomor telepon kamu disini dan hubungi kalau kamu sudah bicara dengan keluarga kamu. Kalau itu beneran karena perbuatan adik kamu, aku saranin dia cepat minta maaf dan tanggung jawab. Karena Naufal koma selama 2 hari gara-gara perbuatan adik kamu"


"Iya aku janji akan kasih tahu. Ini nomorku. Kamu bisa miscall, nanti aku akan hubungi kamu dan jenguk Naufal di rumah sakit. Aku janji Raisa. Maafin aku dan juga adik aku ya" kata Dani.


"Ya sudah. Pergi sana. Awas ya kalau kamu bohongin aku. Semua bukti akan aku laporin ke polisi nanti" ancam Raisa.


"Iya aku janji"


Dani akhirnya pergi. Raisa sengaja memberikan Dani kesempatan untuk membuktikan semuanya, karena ia merasa Dani berkata jujur.


Raisa akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah sakit dan akan memberitahukannya kepada Naufal.


Sesampainya di rumah sakit, Raisa masuk kedalam ruangan inap Naufal. Terlihat wajah suaminya menatap tajam ke arahnya.


"Eh, bebeb. Kok aku baru datang kamu langsung kasih tatapan kayak gitu sih?" tanya Raisa.


"Darimana saja kamu? Kenapa lama?"


"Ya beli makan tadi. Kan aku makannya disana" kata Raisa.


"Mau apa, beb?" tanya Raisa bingung.


"Udah sini aja dulu" kata Naufal lagi.


Raisa akhirnya mendekat ke arah Naufal dan kini mereka sudah berhadapan.


Tiba-tiba Naufal langsung menarik tengkuk Raisa dan mencium bibirnya. Tentu saja ini membuat Raisa terkejut, pasalnya Naufal tidak biasanya seperti ini.


Tidak hanya berciuman biasa tapi mereka juga sempat berpagutan sedikit, sampai akhirnya Naufal menghentikan ciuman mereka.


"Kok berhenti?" tanya Raisa.


"Kamu bohong ya sama aku? Kamu bilang tadi pengen makan jengkol tapi pas aku cium, bau mulut kamu bau habis makan ayam" kata Naufal.


Waduh gawat, benar juga ya. Kenapa bisa aku bilang pengen makan jengkol tadi, kan ketahuan bohongnya. Batin Raisa.

__ADS_1


"Jawab Raisa" tegas Naufal.


"Maaf, beb. Tadi aku jadinya makan ayam bukan jengkol. Terus tadi aku sebenarnya mau cari tahu siapa orang yang nabrak kamu dan ternyata mobil yang nabrak itu punyanya Dani"


"Dani? Dani yang nyebarin video kita itu?"


"Iya. Tapi katanya bukan dia yang nabrak kamu. Tapi adiknya. Soalnya adiknya kemarin dulu yang pakai mobil. Terus aku kasih nomor aku ke dia, biar nanti dia hubungi kalau beneran ada iktikad baik dari keluarganya, kalau nggak aku laporin ke polisi. Kayak gitu" ujar Raisa panjang lebar.


"Ya ampun, beb. Kenapa kamu sampai sejauh ini? Kalau kamu kenapa-kenapa bagaimana?"


"Maaf, aku cuma nggak mau kamu terus disakitin orang-orang" ucap Raisa.


"Istri aku memang pengertian banget deh. Sini naik ke ranjang" panggil Naufal.


Raisa langsung naik ke ranjang, tepat disamping Naufal. Naufal memeluk Raisa, kemudian mengecup bibir Raisa cukup lama.


"Makasih ya sudah mau bantuin akum Tapi lain kali jangan kayak gini ya, aku akan lebih khawatir kalau kamu dan dede bayi kenapa-kenapa" kata Naufal, sambil mengelus rambut Raisa.


"Iya beb, aku nggak gitu lagi"


"Eh tunggu, tadi kamu bilang kamu kasih nomor kamu ke Dani? Jadi gitu sekarang? Udah bagi-bagi nomor telepon ke cowok lain?"


"Ihh nggak kayak gitu, beb"


"Pokoknya aku nggak mau tahu. Kamu harus bayar semua kesalahan kamu, beb" ucap Naufal, pura-pura merajuk.


"Apa itu?"


Tanpa menjawab, Naufal langsung mencium bibir Raisa dan Raisa pun membalas ciuman itu.


Saat ciuman sudah semakin panas, lagi-lagi Dokter dan perawat masuk kedalam ruangan dan mendapat mereka sedang berciuman. Sontak saja Naufal dan Raisa menghentikan ciuman mereka dan menjadi salah tingkah untuk yang kedua kalinya.


Yaelah kenapa nih Dokter selalu masuk di waktu yang nggak tepat sih. Batin Raisa.


"Ehmmm.. Maaf sudah mengganggu. Saya akan memeriksa kondisi Pak Naufal. Kalau sudah membaik, sepertinya sudah boleh pulang. Daripada selalu terciduk di rumah sakit kan bahaya ya. Untung tadi belum buka-bukaan" goda Pak Dokter.

__ADS_1


Para suster menertawai hal itu, sedangkan Raisa dan Naufal hanya bisa menyembunyikan wajah mereka karena malu.


__ADS_2