
Bukan prank lagi guys. Ini beneran asli yang kalian tunggu-tunggu 😂
Warning 21+
Selamat Membaca ❤
...****************...
"Beb, kamu udah selesai datang bulannya?".
"Udah, barusan kemarin selesai".
"Kalau gitu, aku minta hak aku sekarang" ucap Naufal dengan nada sangat serius.
"Kamu serius beb? Kenapa tiba-tiba?" tanya Raisa.
"Pokoknya aku maunya sekarang".
Raisa mengernyitkan dahinya, ia merasa aneh dengan tingkah Naufal yang tidak seperti biasanya.
"Tapi kan kita belum beli alat pengaman. Kamu kan yang bilang sendiri, belum mau punya anak dulu".
"Nggak. Pokoknya lakukan sekarang. Nggak usah pakai pengaman".
"Oke, setuju. Aku juga nggak keberatan kok kalau kita punya anak" ucap Raisa, terlihat gembira.
Naufal segera membaringkan tubuh Raisa di atas kasur, kemudian mencium bibir Raisa. Raisa juga menyambut bibir Naufal dan keduanya pun saling berpagutan cukup lama.
Setelah dirasa mulai kehabisan napas, keduanya segera melepaskan ciuman mereka. Lalu, Naufal mulai mencium leher Raisa dan meninggalkan tanda merah disana. Tidak lupa tangannya bergerak di dua gunung milik Raisa, saat mulutnya masih beraktivitas di leher Raisa.
Raisa yang mendapat perlakuan seperti itu, mulai mendesah kenikmatan.
"Ssshhhh....Beb cepetan. Aku udah nggak tahan" kata Raisa.
Naufal segera menghentikan ciuman di leher Raisa, lalu hendak melorotkan celana yang dipakai istrinya itu. Namun, belum sempat dilorotkan, Naufal menatap lama wajah Raisa. Seakan ia sekarang tersadar dari kekesalannya yang sesaat tadi.
Naufal menghentikan aktivitasnya lalu duduk kembali disamping Raisa. Melihat hal itu, Raisa menjadi sangat bingung, kenapa suaminya selalu berhenti ditengah jalan.
"Kenapa lagi beb? Kamu berubah pikiran lagi?".
"Bukan begitu. Tapi aku mau jujur ke kamu".
"Jujur ke aku? Memangnya selama ini kamu nggak pernah jujur?".
"Maksudnya untuk kali ini, aku belum sempat jujur ke kamu tentang perasaan aku yang sebenarnya".
"Apa maksudnya beb? Apa perasaan kamu sudah berubah lagi sekarang?" kini mata Raisa berkaca-kaca, ia takut hal yang dipikirkannya terjadi.
"Nggak kok. Kamu jangan nangis beb. Bukan perasaan yang itu maksudnya" ujar Naufal meluruskan.
"Terus apa?".
"Aku mau jujur kalau aku sebenarnya cemburu lihat kamu dekat-dekat dengan Pak Kevin. Makanya aku mau cepat-cepat tidurin kamu dan nggak mau pakai pengaman, biar kamu jadi milik aku seutuhnya. Jadi, kamu nggak akan selingkuh. Maafin aku beb, aku terlalu dikuasai kecemburuan tadi" sesal Naufal.
"Astaga jadi kamu cemburu? Kok imut banget sih" gemas Raisa.
"Aku tuh nggak ada apa-apa dengan Pak Kevin. Aku juga nggak sedikit pun suka dia. Jadi kamu tenang aja beb. Hati aku tetap di kamu kok".
__ADS_1
"Serius? Makasih ya beb" kata Naufal, menjadi lega.
"Iya sama-sama beb. Kamu juga jangan sampai terpengaruh dengan keganjenan si Lia itu ya, awa aja".
"Iya nggak akan beb".
"Jadi gimana? Mau lanjutin yang tadi kan? Jangan bilang nggak mau lagi. Aku marah loh nanti" ucap Raisa.
"Jadi kok. Tapi aku beli pengaman dulu ya".
"Nggak usah, nggak usah pakai pengaman. Kalau memang kita dikasih momongan sama Allah, Insya Allah aku siap kok. Kita pasti bisa lewati semuanya sama-sama beb. Soal uang kan bisa dicari sama-sama juga" ujar Raisa.
"Beneran kamu siap?".
"Iya. Kamu juga siap kan?".
"Kalau kamu siap, aku juga pastinya siap".
"Makasih beb. Ayo mulai".
Raisa mengisyaratkan Naufal untuk mendekatinya dan memulai pertempuran yang sesungguhnya.
Naufal mendekat dan memulai semuanya dari awal, mulai dari mencium bibir, leher dan bahkan mencium dua gunung kembar milik Raisa, secara bergantian.
Tangannya mulai menulusuri paha mulus Raisa, kemudian mulai masuk kedalam celana.
Raisa mengerang keenakan.
Setelah selesai bermain-main dibagian atas, Naufal melanjutkan aksinya ke bagian bawah.
Kini mereka berdua telah dalam keadaan polos. Semua pakaian berserakan dilantai. Tiba saatnya Naufal akan memasukkan miliknya kepada Raisa. Kini Raisa juga terlihat sedikit gugup, karena ini adalah pertama kali dalam hidupnya.
"Kamu siap beb?" tanya Naufal memastikan.
"Iya, siap" jawab Raisa.
"Sepertinya akan sakit beb. Kamu tahan ya".
Raisa mengangguk.
Dengan membaca Bismillah terlebih dahulu, Naufal langsung menghentakkan miliknya dengan sekali hentakan, membuat Raisa terperanjat merasakan sakit yang luar biasa. Darah segar pun mengucur membasahi selimut.
"Beb, sakit".
"Sakit banget ya? Apa aku berhenti aja?".
Naufal tidak tega melihat istrinya yang kesakitan itu.
"Jangan beb. Udah terlanjur. Lanjutin aja".
"Kamu yakin?".
"Iya yakin".
Dengan perlahan, Naufal mulai menggerakkan tubuhnya. Awalnya Raisa masih merintih kesakitan, namun lama kelamaan suaranya berubah menjadi rintihan kenikmatan. Ia juga mulai mengikuti irama Naufal dan mencoba menggerakkan pinggulnya.
Setelah perpacuan kuda yang mereka lakukan sudah cukup lama, tiba saatnya mereka merasakan sesuatu yang mendesak untuk keluar.
__ADS_1
"Beb, aku mau keluar" ucap Raisa.
"Aku juga. Keluarin didalam atau diluar? tanya Naufal.
"Aaaahh terus beb. Di dalam aja".
Naufal mengikuti perkataan Raisa, dan mulai melepaskan cairannya di dalam tubuh istrinya.
Keduanya pun ambruk di atas kasur sambil berpelukan.
"Beb, ternyata benar ya. Enak juga loh" kata Raisa.
"Memangnya kamu dengar darimana?".
"Dari teman-teman aku".
"Mereka udah pernah gituan?".
"Belum lah. Tapi kan lihat di film yang ada gitu-gituannya" ucap Raisa.
"Terus kamu juga ikutan nonton?".
"Iya sesekali" kata Raisa, dengan polosnya.
"Pantesan aja istriku ini mesum banget".
"Ihhh apaan sih. Tapi kamu juga suka kan?" goda Raisa.
"Iya deh iya. Lanjut lagi ya" kata Naufal, sambil mengedipkan matanya.
"Let's go. Pindah tempat dong. Nggak seru di kasur mulu".
"Disana aja" tunjuk Naufal ke arah kamar mandi.
"Baiklah suamiku".
Naufal tersenyum, kemudian mengangkat tubuh Raisa ala bridal style. Keduanya yang dalam keadaan polos, masuk kedalam kamar mandi dan memulai aksi mantap-mantapnya kembali.
(Yang ini author nggak usah jelasin lagi ya. Silahkan berimajinasi sendiri😂)
Setelah menyelesaikan pertempuran sebanyak 2 kali di kamar mandi. Raisa dan Naufal akhirnya mulai kelelahan dan memutuskan untuk mandi bersama.
Selesai mandi dan berganti pakaian, Raisa mulai memungut pakaian mereka yang berserakan di lantai. Kemudian, mengambil selimut yang sudah ada bekas darah milik Raisa.
Raisa tersenyum melihat darah yang ada di selimut itu. Akhirnya barang yang selama ini dijaganya baik-baik, lolos juga diambil oleh suaminya sendiri. Ia pikir ia selamanya akan menjadi perawan tua, karena Naufal sangat lama mengambil keperawanannya. Tetapi, berkat kecemburuan Naufal terhadapnya, akhirnya semua bisa terjadi.
Diambilnya foto pernikahan mereka berdua yang terpajang manis di atas meja, samping tempat tidur mereka.
Imut banget deh. Nggak nyangka dulunya aku cuma bercanda doang godain dia, akhirnya bisa keterusan sampai nikah kayak sekarang. Gumamnya.
Raisa mencium bingkai foto itu lalu mengusapnya.
"Beb, makan yuk" sahut Naufal dari arah dapur.
"Oke beb, aku kesana sekarang".
Raisa menaruh kembali foto mereka di atas meja, lalu berjalan keluar untuk makan malam bersama sang suami.
__ADS_1