
"Dasar anak muda, romantis banget" ucap mama Siva, menertawai kelakuan anak dan menantunya.
Setelah berdamai dengan keluarga Dani, akhirnya Naufal diizinkan pulang ke rumah oleh pihak kepolisian.
"Mama sama papa belum bisa singgah ke rumah kalian ya, cuma bisa anterin aja. Nanti lain kali mama sama papa datang berkunjung" ucap papa Tio.
"Iya pa, nggak apa-apa. Makasih udan nganterin".
"Iya sama-sama. Kamu jangan dulu ke kantor hari ini, istirahat aja dulu, obati tangan kamu yang luka itu" ujar papa Tio lagi.
"Tapi nanti..".
"Nggak ada tapi-tapi sayang. Dengar apa yang papa kamu bilang" potong mama Siva.
"Iya Naufal. Tenang saja, papa nggak akan potong gaji kamu kok".
"Baiklah kalau begitu. Terima kasih papa, mama".
"Iya nak. Raisa, tolong jaga suami kamu ya. Kami pamit dulu" ucap mama Siva.
"Siap ma. Dadah".
Raisa melambaikan tangannya, hingga mobil sudah tidak terlihat lagi.
"Ayo masuk beb, aku obatin tangan kamu. Kamu tuh mukul udah kayak gimana sih, sampai tangan lebam gini".
"Ya mukul biasa aja" jawab Naufal.
Raisa mengambil kotak P3K dan mulai mengobati tangan lebam Naufal.
"Untung aku istri pengertian beb, jadi aku udah siapin kotak P3K".
"Iya, kamu istri pengertian".
"Masa? kamu juga sadar beb kalau aku perhatian?" tanya Raisa.
"Iya, buktinya kamu obatin tangan aku sekarang".
"Uhh so sweet".
Raisa memukul, tepat di luka lebam Naufal.
"Awww so sweet sih so sweet tapi jangan mukul di lukanya juga kali" kata Naufal meringis kesakitan.
"Upss maaf beb, nggak sengaja" ucap Raisa, tersenyum kikuk.
Raisa mulai mengobati luka Naufal dengan sangat telaten, saking telatennya Naufal sama sekali tidak merasa kesakitan saat diobati.
"Kamu pintar juga ya ngobatin lukanya".
"Iya dong. Ngobatin luka gini mah gampang, tapi ngobatin luka di hati yang nggak bisa" ucap Raisa.
"Dih mulai lagi deh. Emangnya tahu rasanya sakit hati? tanya Naufal.
"Tahu dong".
"Tahu darimana?".
__ADS_1
"Dari kamu".
"Maksudnya?".
"Iya, pas dulu kamu cuekin aku terus dan saat kamu jalan sama Sarah. Hati aku sakit beb".
"Maaf".
"Nggak apa-apa. Itu kan dulu, kalau sekarang udah so sweet gini nggak mungkin lah aku sakit hati".
"Makasih ya" ucap Naufal sambil mengelus pipi Raisa.
"Sama-sama beb. Ciumnya mana? aku kan udah ngobatin luka kamu".
"Iya deh".
Naufal melingkarkan lengannya ke pinggang Raisa, kemudian mendekat perlahan dan mulai mencium bibir istrinya dengan lembut.
Cukup lama mulut mereka saling beradu, sampai akhirnya Raisa melepasnya karena sudah kehabisan napas.
"Ya ampun aku kehabisan napas beb" ucapnya ngos-ngosan.
"Makanya bilang kalau mau kehabisan napas" ujar Naufal.
"Gimana bilang kalau lagi ciuman" balas Raisa.
"Nggak dilanjutin di kamar nih beb?" lanjutnya mencoba menggoda Naufal.
"Nggak!" kata Naufal dengan cepat.
Raisa tertawa terbahak-bahak karena berhasil menggoda suaminya.
Ujian Nasional sisa menghitung hari. Sebentar lagi, Raisa akan segera mengikuti ujian dan lulus dari sekolahnya tercinta itu.
"Guys, bentar lagi kita udah mau lulus nih. Jangan lupain gue ya, usahain kita semua bisa sekampus bareng" kata Dara.
"Iya nih, jangan pisah ya. Jangan sombong juga kalau udah punya teman baru" tambah Sevia.
"Tenang guys, kita selamanya akan tetap menjadi geng 'wanita buas' kita tuh nggak mungkin terpisah" ujar Raisa.
"Iya benar itu. Tapi, nanti gue jadi kangen ibu kantin, pak botak yang sering marahin kita, bu Susi yang ngehukum kita, sama ibu petugas piket yang neghukum tiap upacara hari senin. Gue pasti bakal rindu banget" ucap Serly.
"Oh iya ngomong-ngomong soal ibu kantin, kapan kita bayarnya nih? sama mang Tatang juga belum dibayar. Hutang kita kira-kira udah berapa ya?" tanya Raisa.
"Loh dibayar juga? kirain udah di ikhlasin" timpal Dara.
"Gila lo apa kalau gratis. Bisa dikejar kita semua ke ujung dunia kalau nggak bayar. Mana udah jutaan kali tuh hutang kita" ucap Sevia.
"Kirain gitu udah diikhlasin hehe" kata Dara.
Tiba-tiba muncul dua wanita penggosip, yang suka cari gara-gara pada geng 'wanita buas'.
"Eh lihat tuh, mereka lagi ngomongin tentang kelulusan. Emang udah yakin banget bisa lulus? orang tiap hari kerjaannya dihukum" kata salah satu wanita, kepada temannya.
"Wah beneran lo berdua. Udah mau lulus masih aja cari gara-gara. Mau gue bikin tangan lo berdua nggak bisa pegang pensil pas ujian? hah?" ancam Raisa.
"Ih apaan sih nggak jelas. Ayo pergi" ucap salah satu wanita, mengajak temannya untuk pergi dari tempat itu.
__ADS_1
"Nggak bisa dibiarin nih Sa, ayo lah kita serbu aja. Hitung-hitung terakhir kalinya kita masuk ruang BK" ajak Serly.
"Iya nih, ayo deh" tambah Dara.
"Eh berhenti dong, sabar dulu".
"Apalagi sih Vi? kalau lo nggak mau ikut berantem nggak usah" ucap Raisa yang sudah emosi.
"Bukan gitu. Tapi pakai hand sanitizer dulu. Biar pas jambak rambut mereka berdua, tangan kita nggak berkuman" jelas Sevia.
"Pintar juga lo sekarang Vi. Ayo deh, mana?" tanya Dara.
Mereka berempat segera memakai hand sanitizer, kemudian bergegas mencari ruangan kelas kedua wanita tadi.
"Mana tuh dua perempuan lambe turah di kelas ini? suruh kesini sekarang" bentak Raisa, sambil menatap tajam keseluruh murid yang ada di kelas itu.
"Mereka lagi sholat dzuhur di musholah" ucap salah satu murid.
"Apa? para lambe turah itu tau sholat juga ya?" kaget Serly.
"Gimana nih? mereka aja yang mulutnya lambe sholat, masa kita nggak sih" kata Sevia.
"Benar juga ya. Yuk lah kita sholat dulu" ajak Raisa.
"Kalau kita ketemu dua perempuan itu di musholah gimana?" tanya Dara.
"Langsung gebukin aja" kata Raisa.
"Yaah nggak sah dong sholatnya" ujar Sevia.
"Usahakan mukulnya sebelum kita sholat, biar nanti pas sholat mohon ampun sama Allah karena udah mukulin anak orang" ucap Serly.
"Bagus juga ide lo. Ayo lah, kita pergi ke musholah" kata Raisa.
Keempat anggota geng 'wanita buas menuju ke musholah, membuat semua murid yang berada disana menjadi kaget.
"Kenapa lo semua pada kaget? nggak pernah lihat setan masuk musholah ya?" tanya Dara, dengan tatapan tajam.
"Idih lo aja yang jadi setan, ngapain ngajak-ngajak" sahut Sevia.
"Eh udah jangan pada berantem. Kita cek dulu ke dalam kalau ada 2 perempuan itu atau nggak. Habis itu baru kita ambil wudhu" ujar Raisa.
Mereka menengok ke dalam musholah, mencari-cari target mereka.
"Ngapain celingak celinguk gitu? cepat masuk, baru sholat".
Mereka berempat kaget karena melihat ibu Susi sudah berada dibelakang mereka dengan tatapan horor.
"Eh ibu, iya bu. Ini juga mau ambik wudhu kok bu" ucap Serly.
"Cepat ambil wudhu baru masuk, awas aja kalau lari".
"Iya bu, baik bu. Mau ambil wudhu ini. Ayo guys cepetan ambil wudhu" kata Raisa.
Keempatnya langsung berlari mengambil air wudhu dan melupakan pembalasan mereka pada kedua perempuan tadi.
...****************...
__ADS_1
Masih mau author up 1x lagi atau besok aja nih? komen di bawah ya 😂
Jangan lupa like, vote, dan rate ya ❤