Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
60. Lika Liku Rumah Tangga


__ADS_3

Naufal menepuk jidatnya. Ia tidak habis pikir, semesum-mesumnya Raisa, ternyata istrinya itu bisa sepolos ini.


Malam itu juga Naufal akhirnya tidak jadi berhubungan dengan Raisa karena baby El yang tidak kunjung tidur dan membuat Raisa dan Naufal begadang menemaninya bermain.


"Beb kamu tidur aja duluan, kan besok mau ke sekolah dan kerja" kata Raisa.


"Tapi kamu gimana? Masa jagain El sendirian" ucap Naufal.


"Nggak apa-apa. Kan aku juga nggak kemana-mana, jadi bisa bangun telat nantinya. Kalau kamu kan harus sekolah dan kerja jadi nggak boleh ikut begadang"


"Ya sudah. Nanti bangunin aku kalau butuh apa-apa ya"


"Iya beb"


Naufal langsung tertidur tanpa menunggu lama, karena memang matanya sudah sangat mengantuk sejak tadi. Sedangkan Raisa harus menemani baby El sampai dia tertidur di pagi hari.


Raisa akhirnya baru bisa tertidur di pagi hari. Bahkan ia tidak sadar saat Naufal berangkat ke sekolah saking capeknya. Naufal juga tidak berani membangunkan Raisa, karena dia tahu istrinya itu pasti sangat kelelahan. Dia hanya mencium pipi Raisa dan juga baby El sebelum berangkat.


Raisa terbangun dari tidurnya saat hari sudah mulai siang. Ia ingat harus memberikan baby El asi, agar tidak kelaparan.


Raisa baru sadar kalau hari sudah siang dan ia tidak sempat melihat Naufal ke sekolah pagi tadi.


"Bodoh banget sih, kenapa pakai acara tidur segala? Harusnya tidur nanti kalau Naufal udah ke sekolah. Jadinya nggak dapat ciuman selamat pagi deh" kesal Raisa.


Setelah memberi asi kepada baby El, Raisa menaruh kembali El kedalam box bayi dan ia pun pergi ke dapur.


Ia terkejut karena melihat berbagai macam makanan sudah terhidang di meja makan, serta tidak lupa juga ada secarik surat disampingnya, seperti yang biasanya Naufal lakukan saat Raisa masih bersekolah dulu.


Raisa mengambil surat itu dan mulai membacanya.

__ADS_1


Untuk istriku tercinta, aku udah siapin makan siang buat kamu ya. Sengaja aku masakin makan siang karena aku tahu kamu pasti akan bangun siang hehe. Maaf ya, nggak bisa temenin kamu jagain El tadi malam. Aku ke sekolah dulu ya. Kamu hati-hati di rumah dengan El. Tunggu suami kamu yang ganteng ini pulang.


Raisa tertawa kecil membaca surat dari Naufal. Matanya terasa mulai panas dan tidak terasa air matanya mengalir dari pelupuk matanya. Meskipun sederhana, ia sangat senang melihat Naufal yang masih bersikap romantis padanya.


"Romantis banget suamiku. Pengen kamu cepat-cepat pulang deh terus aku cium sebanyak-banyaknya" gemas Raisa.


Tiba-tiba terdengar suara baby El menangis di dalam kamar.


"Ya ampun, El malah aku tinggalin sendirian. Tungguin Mama sayang" teriak Raisa, berlari kedalam kamar.


Malam pun tiba. Naufal hari ini belum juga pulang ke rumah, padahal biasanya dia sudah pulang saat hampir magrib.


Raisa sangat cemas menunggu kepulangan Naufal. Apalagi saat hp Naufal tidak aktif, membuatnya mulai berpikir yang tidak-tidak.


Satu jam kemudian, Naufal baru saja sampai di rumah. Anehnya, tidak ada suara motor seperti yang biasa didengarkan Raisa.


"Beb, kamu pulang naik apa? Kenapa suara motronya nggak kedengaran?" tanya Raisa, saat melihat Naufal baru saja masuk kedalam rumah.


"Apa? Kenapa tiba-tiba? Perasaan tadi malam kita baru kita bicarakan loh, beb" kaget Raisa.


"Iya. Tapi tadi aku udah ketemu sama yang mau beli motor, terus udah dia bayar lunas. Jadinya aku sekalian langsung ke dealer mobil"


"Ya ampun. Terus uang tabungan kita gimana? Masih cukup?"


"Iya masih ada lumayanlah untuk kebutuhan El dan juga kebutuhan kita" kata Naufal.


"Lumayan? Perasaan uang tabungan kita cukup banyak beb. Kalau untuk beli mobil harga standar, itu masih cukup banyak sisa uang tabungannya. Jangan bilang kamu beli mobil yang mahal? Coba aku lihat"


Raisa membuka pintu rumahnya dan melihat mobil keluaran terbaru yang dibeli Naufal.

__ADS_1


"Beb, kenapa kamu beli mobil keluaran terbaru kayak gitu? Pantesan aja mahal. Kamu sendiri yang bilang kita harus irit, tapi kenapa kamu beli mobil semahal ini?" kesal Raisa.


"Maaf beb. Tadi aku terus dirayu sama penjualnya, tiba-tiba aku jadi terpengaruh perkataan dia dan akhirnya jadi beli ini. Maafin aku beb" kata Naufal.


"Terus gimana dengan keperluan El? Popok dan susu formulanya. Mulai sekarang El harus dikasih susu formula karena asi aku benar-benar udaj kering, beb" ujar Raisa.


Raisa juga ikut frustasi dengan keadaan ekonomi mereka saat ini. Uang tabungan seharusnya dipakai untuk keperluan darurat seperti sedang sakit atau apapun. Tapi sekarang, uang tabungan itu harus dipakai untuk membeli keperluan mereka. Jika hanya mengandalkan gaji Naufal saja, tentu itu tidak akan cukup.


"Aku akan berusaha kerja lebih keras lagi beb"


"Nggak usah. Sekarang saja kamu sudah sangat kesusahan untuk membagi waktu antara sekolah dan kerja. Jangan menambah kerjaan lain. Aku akan kembali kerja lagi, nanti El kita titipin ke Mama aku" ucap Raisa.


"Jangan beb. Kasihan kalau El dititip seperti itu. Nanti aku yang kerja saja kamu nggak usah. Nanti aku coba bicara dengan Papa aku soal gaji" kata Naufal.


"Sebaiknya kamu benar-benar lakukan itu, beb. Jangan karena kamu terlalu malu untuk meminta ke orang tua, terus anak kita jadi kelaparan. Aku tahu meminta uang disaat sudah menikah itu tidak baik, tapi kalau sudah sangat kepepet seperti ini, aku rasa itu jalan satu-satunya"


Raisa masuk kedalam kamar, sambil menggendong baby El. Ia sangat kecewa dengan keputusan Naufal yang tiba-tiba saja membeli mobil semahal itu. Seharusnya dia bisa berdiskusi lebih dulu dengannya sebelum membeli mobil yang mahal.


Raisa menaruh baby El ke atas kasur dan ia pun berbaring disebelahnya.


"Sayang, maaf ya kamu sudah lihat Mama dan Papa bertengkar tadi. Mama cuma kesal aja dengan keputusan Papa kamu. Padahal kita selama ini sudah sangat mengirit soal kebutuhan lain, tapi ujung-ujungnya uangnya dipakai untuk beli mobil yag mahal. Mama cuma takut kebutuhan kamu nggak bisa dibeli sayang. Mama nggak masalah kalau nggak makan, tapi kebutuhan kamu itu paling penting"


Raisa berbicara dengan El yang belum mengerti apa-apa. Menurutnya lebih baik bercerita dengan El atas keluh kesahnya daripada harus berbicara dengan orang lain.


Tidak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka dan Naufal masuk kedalam kamar, kemudian berjongkok didepan Raisa. Namun, Raisa malah beranjak dari tidurnya dan menaruh baby El kedalam box tanpa memperdulikan keberadaan Naufal.


"Beb, maafin aku" kata Naufal.


"Aku mau tidur"

__ADS_1


Hanya itu yang diucapkan Raisa dan tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka di malam itu.


__ADS_2