Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
41. Kemenangan Raisa


__ADS_3

Author up 2x lagi hari ini 😊


Terima kasih banyak sudah mendukung author sampai saat ini ya 🙏


Selamat Membaca ❤


...****************...


Baru kali ini saya lihat anak muda senang pas tahu kabar kehamilan. Biasanya mereka malah stres dan malah mau menggugurkan. Gumam sang Dokter.


.


.


.


Raisa dan Naufal baru saja keluar dari klinik. Terlihat ekspresi wajah mereka yang sangat bahagia, karena mengetahui mereka akan segera menjadi orang tua.


"Beb, kira-kira anak kita perempuan atau laki-laki ya?" tanya Raisa saat berada di dalam taksi yang ditumpangi mereka


"Apa aja yang dikasih udah alhamdulillah kok" jawab Naufal.


"Iya sih. Beb, singgah ke supermarket sebentar ya, aku pengen beli semangka. Aku pengen makan itu soalnya" ucap Raisa.


"Oke siap bumil" kata Naufal.


"Pak, nggak jadi pulang. Tolong singgah di supermarket aja" kata Naufal kepada Pak Supir.


"Siap" ucap sang Sopir.


Sesampainya di supermarket, Raisa langsung mengambil semangka yang diidam-idamkannya. Saat akan pergi membayar di kasir, ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.


"Beb, tolong ambilin susu kental manis cokelatnya dong. Aku pengen itu juga" kata Raisa.


"Kamu yakin beb? Udah ada semangka loh".


"Tapi aku juga mau itu. Boleh ya?".


Karena Raisa sudah menunjukkan wajah memelasnya, Naufal pun akhirnya membelikan susu sesuai yang diinginkan Raisa.


Raisa sangat senang, karena Naufal mengiyakan kemauannya. Saking senangnya, ia mencium pipi Naufal dengan singkat saat sedang mengantri di kasir.


Cup


"Beb, ini di depan umum loh" bisik Naufal, merasa agak malu, karena dilihat orang-orang.


"Biarin. Kita kan juga beli disini, bukan nyuri".


"Iya deh iya" pasrah Naufal.


Selesai membayar di kasir, keduanya pun pulang ke rumah dengan menaiki taksi online kembali


Sesampainya di rumah, Raisa langsung mengambil semangka yang dibelinya tadi, kemudian membelah semangka itu menjadi beberapa bagian. Ia menelan ludah melihat semangka yang berwarna sangat merah, yang sangat menggiurkan.


Diambilnya susu kental manis rasa cokelat yang juga tadi dibelinya, kemudian dituangkannya diatas semangka.


Naufal yang baru saja selesai mengganti pakaiannya, terkejut melihat kombinasi aneh yang dibuat Raisa.

__ADS_1


"Beb, kenapa susunya dituangin ke semangka kayak gitu? Memangnya enak?" tanya Naufal.


"Nggak tahu. Tapi kelihatannya sih enak. Gimana kalau kamu coba dulu beb?".


"Apa? Nggak, nggak. Itu sudah pasti nggak enak. Aku nggak mau cobain" tolak Naufal.


"Kamu kok jahat sih beb? Padahal aku cuma minta kamu nyobain dikit aja" ucap Raisa terlihat sedih.


"Kalau nggak enak gimana?".


"Ya, kamu yang habisin lah beb. Kan sayang, udah dibeli mahal-mahal terus nggak ada yang makan. Katanya kan harus irit beb".


"Wah, jahat banget kamu beb. Masa kamu mau buat suami kamu ini menderita" kata Naufal.


"Jadi kamu nggak mau? Ya sudah".


Raisa mulai menitikkan air mata, entah kenapa ia menjadi sensitif saat hamil. Padahal, biasanya Raisa sangat jarang menangis.


"Jangan nangis dong, beb. Iya aku makan sekarang" kata Naufal dengan terpaksa.


Diambilnya semangka yang sama sekali tidak menggugah seleranya itu, kemudian dengan perlahan Naufal memakan semangka yang sudah bercanpur dengan susu cokelat.


Baru saja akan mengunyah semangka itu, Naufal sudah merasa mual. Ia berhenti mengunyah, kemudian menatap Raisa yang sedang tersenyum manis menatapnya yang sedang menderita dengan semangka yang sangat tidak enak itu.


Kunyahan kedua, Naufal sama sekali tidak dapat menahannya lagi. Ia segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkannya.


"Beb, kamu kenapa? Nggak enak banget ya?" tanya Raisa, menghampiri Naufal.


"Banget beb. Jangan pernah coba yang aneh-aneh lagi, tolong. Nggak enak banget. Aku bisa phobia sama semangka lama-lama kalau kayak gini".


"Maaf ya beb".


"Iya, tapi nggak janji ya hehe" kata Raisa, cengengesan.


Sabar Naufal. Ingat, istri kamu lagi hamil. Batin Naufal.


Keesokan harinya, Raisa lebih dulu sampai di kantor. Sedangkan Naufal, masih di sekolah dan akan ke kantor saat siang hari.


"Raisa, ke ruangan saya sekarang" panggil Kevin.


Tumben dia panggil ke ruangannya lagi, biasanya udah nggak pernah. Batin Raisa.


Raisa menuju ke ruangan Kevin, dan mengetuk pintu ruangannya.


tok tok tok


"Masuk" kata Kevin dari dalam.


Raisa membuka pintu, kemudian berdiri dihadapan Kevin.


"Ada apa ya, Pak?" tanya Raisa.


"2 hari lagi, kamu dan Lia berangkat bersama saya untuk mengecek beberapa toko furniture yang ada di Surabaya".


"Naufal nggak ikut, Pak?".


"Ya enggak lah. Dia yang mengurus toko furniture disini, menggantikan saya".

__ADS_1


"Nggak bisa gitu dong, Pak. Naufal harus ikut" kata Raisa.


"Nanti siapa yang menggantikan saya disini untuk sementara waktu? Hanya dia yang bisa dipercaya mengurus semuanya".


"Kalau gitu Bapak aja yang nggak usah pergi. Sekalian sama si Lia tuh, nggak usah ikut. Biar saya aja yang pergi bareng Naufal".


"Nggak boleh. Nanti kalian malah pacaran disana, bukan ngurus pekerjaan".


"Percaya Pak, kita akan urusin semua pekerjaan disana dengan tuntas. Soal pacaran disana, itu bonus aja".


"Pokoknya tidak! Tidak ada yang boleh mengganggu gugat!" tegas Kevin.


Oh jadi mau ngajak perang lagi nih si Iblis. Oke, kita lihat aja nanti siapa yang akan menang. Batin Raisa.


"Baik Pak. Saya permisi".


Raisa keluar dari ruangan Kevin, dengan sedikit menutup keras pintu ruangan Kevin.


"Tumben banget dia nggak ngebantah lagi, biasanya nggak mau kalah. Tapi baguslah, akhirnya aku bisa memisahkan mereka berdua untuk sementara waktu" ujar Kevin tersenyum menyeringai.


Tidak kehabisan akal, Raisa segera menuju ke ruangan Papa Tio. Ia akan memberitahukan kehamilannya serta meminta perubahan anggota yang akan pergi ke Surabaya.


"Halo Pamer, Papa Mertua" sapa Raisa.


"Hai Raisa mantu Papa. Sini masuk, ada apa nih?".


"Aku sebenarnya mau kasih kejutan sama Mama dan Papa, tapi kayaknya aku kasih tahu sekarang aja deh".


"Kejutan? Kejutan apa?".


"Aku hamil, Pa" kata Raisa.


"Ya ampun, beneran? Mama pasti senang kalau tahu ini" ucap Papa Tio.


"Iya beneran. Semalam kita baru periksa kok".


"Alhamdulilah. Semoga sehat selalu ya, untuk kamu dan bayinya".


"Iya, Pa. Makasih banyak".


"Oh iya, ada satu permintaan aku sih, Pa" lanjut Raisa.


"Apa itu? Bilang aja".


"Jadi gini, tadi kata Kevin, aku harus pergi bareng dia ke Surabaya untuk ngecek toko yang disana. Tapi katanya Naufal nggak ikut, Pa. Nggak mungkin dong aku pergi tanpa Naufal, apalagi lagi hamil muda kayak sekarang. Hitung-hitung pengen honeymoon juga disana, kan dari dulu nggak honeymoon, Pa" ujar Raisa.


"Iya juga ya. Kalau gitu, nanti Papa bilang ke dia biar dia nggak usah ikut. Nanti kalian berdua aja yang pergi".


"Serius, Pa?".


"Iya serius" ucap Papa Tio.


"Makasih ya, Pa" kata Raisa sangat senang.


"Kalau gitu aku pamit dulu ya, Pa. Papa Mertua terbaik" lanjut Raisa mengacungkan jempolnya.


Raisa keluar dari ruangan Papa Tio dengan bangganya. Tidak lama kemudian, ia melihat Kevin dipanggil ke ruangan Papa Tio, sesaat setelah ia keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Goodbye Kevin Iblis. Kamu nggak akan pernah bisa memisahkan aku sama Naufal. Gumam Raisa, tersenyum kemenangan.


__ADS_2