Suamiku Adik Kelasku

Suamiku Adik Kelasku
57. Welcome Baby Boy


__ADS_3

Semua mobil akhirnya memberikan jalan untuk mereka. Mobil pun melaju hingga sampai ke rumah sakit. Pertemuan lengkap geng 'Wanita Buas' diakhiri dengan penuh drama.


.


.


.


Raisa langsung dibawa ke ruang bersalin, karena ketubannya telah pecah. Tidak lama kemudian, terlihat Naufal yang berlari tergesa-gesa dari kejauhan, dengan menenteng tas jinjing untuk keperluan melahirkan Raisa. Untung saja meskipun panik, Naufal masih sempat untuk pulang ke rumah dan mengambilnya. Ia langsung bergerak cepat, setelah mendapat kabar bahwa Raisa akan segera melahirkan.


Saat datang ke rumah sakit, penampilan Naufal sudah sangat berantakan. Ia memakai sendal kanan, kiri yang berbeda serta keringat membasahi dahi dan juga tubuhnya.


"Naufal, lo habis lari maraton terus dikejar anjing ya? Napa tuh sendal udah beda-beda" tunjuk Serly ke arah sendal Naufal.


Naufal menoleh ke arah kakinya dan mendapati warna sendal yang dipakainya berbeda.


"Udah buru-buru jadi gitu. Dimana Raisa? Aku bisa masuk nggak kedalam?" tanya Naufal.


"Nggak tahu. Coba kamu masuk aja" suruh Sevia.


Naufal hendak masuk, namun berpapasan dengan perawat yang akan keluar dari ruangan.


"Maaf, Anda siapa ya? Ibu Raisa sebentar lagi akan melahirkan" kata perawat.


"Saya suaminya, Suster. Boleh saya masuk nggak?"


"Ohh, jadi Anda yang namanya Naufal? Iya silahkan masuk, tolong gantikan posisi perawat di dalam. Soalnya istri Anda sudah menjabak perawat lainnya sambil memanggil nama Anda"


Naufal menelan ludah mendengar penuturan Perawat. Ia takut rambutnya setelah ini akan botak, akibat jambakan Raisa.


"Udah Naufal masuk sana. Temenin istri kamu tuh. Paling botak dikit lah kalau dijambak. Demi kelahiran anak kamu loh ini" kata Dara.


"Iya aku masuk dulu. Tolong kalian hubungi orang tua Raisa ya, karena tadi aku cuma sempat hubungin keluarga aku kalau Raisa mau melahirkan" ujar Naufal.


"Iya. Udah masuk sana, nanti kita yang hubungi" ucap Serly.


Naufal langsung masuk kedalam ruangan bersalin dan terkejut melihat pemandangan dihadapannya saat ini. Ia mendapati Raisa sedang menarik-narik rambut perawat laki-laki disebelahnya, hingga perawat itu ikut berteriak kesakitan.


"Maaf permisi, saya suaminya. Maafin istri saya ya"


"Kenapa lama sekali datang? Botak lama-lama rambut saya ditarik" kesal perawat yang ditarik rambutnya itu.


"Beb, kenapa kamu baru datang? Aku udah kesakitan ini. Ya ampun beb, gara-gara kamu aku jadi kayak gini. Aaakkhhhh" teriak Raisa, kemudian menjambak rambut Naufal.


"Awww beb, sakit. Iya ampun iya"


"Kamu enak cuma tahu bikin. Aku yang rasain beb. Sakit banget astaga" teriak Raisa lagi.


Serly, Sevia, dan juga Dara bisa mendengar suara teriakan Raisa yang berlomba dengan suara teriakan Naufal, dari luar ruangan.

__ADS_1


"Sebenarnya yang lahiran siapa sih? Raisa apa Naufal? Kok dua-duanya teriak" kata Dara.


"Pasti sakit itu, Raisa ngejambak Naufal. Gue jadi takut kalau hamil nanti. Apa sesakit itu ya?" tanya Sevia.


"Cari dulu dong jodohnya baru pikir anak" kata Serly.


"Lo nggak jadi sama Satria ya? Kirain Satria suka sama lo dulunya" ucap Dara.


"Gue nggak suka sama yang lebih muda, plus Serly pernah suka Satria dulunya. Gue mah anti suka sama bekasnya Serly" ledek Sevia.


"Dih. Gue juga nggak mau ya, sama bekas lo" balas Serly.


"Eh udah dong. Kita hubungi orang tuanya Raisa dulu sekarang" kata Dara.


Dara langsung menghubungi Mama Nia dan juga Papa Adit. Mendengar anaknya yang akan melahirkan, tentu mereka sangat bahagia dan segera bergegas ke rumah sakit.


Beberapa saat kemudian, sudah datang orang tua Naufal disusul oleh orang tua Raisa yang telah datang si rumah sakit.


Mereka semua sedang harap-harap cemas menunggu kelahiran baby boy, Raisa dan juga Naufal.


Tidak lama setelahnya, mulai terdengar suara bayi menangis dari dalam ruangan. Semua orang mengucap syukur, atas kelahiran bayi Naufal dan juga Raisa yang lahir dengan selamat.


Di dalam ruangan, Naufal dan Raisa sampai menitikkan air matanya, atas kelahiran bayi mereka yang lahir sehat tanpa cacat. Ini juga merupakan hal yang sangat baru untuk keduanya, karena mereka akan menjadi orang tua muda mulai saat ini. Naufal akan menjadi seorang ayah diusianya yang ke 18 tahun, sedangkan Raisa menjadi seorang ibu diusianya yang ke 19 tahun.


Setelah kelahiran baby boy, Naufal langsung menggendong pelan-pelan sang bayi kemudian mulai mengazani di telinga bayi mungil itu.


Setelah selesai diazani, Naufal langsung memberikannya kepada Raisa untuk digendong.


"Aku ingin memberi nama dia Elvano Rahka" jawab Naufal.


"Berati dipanggil baby El?


"Iya, kedengarannya bagus"


"Welcome baby El" kata Raisa, kemdian mencium pipi gembul putranya itu.


"Selamat ya, Pak. Atas kelahiran putra pertamanya" kata Dokter.


"Terima kasih juga Dokter, sudah membantu proses kelahiran istri saya"


Perawat dan Dokter mulai keluar ruangan, disusul oleh Naufal dibelakangnya.


Semua orang yang sedang menunggu di luar, langsung berdiri saat pintu ruangan bersalin telah terbuka.


"Gimana? Semua berjalan lancar?" tanya Mama Nia.


"Iya, Ma. Alhamdulillah bayinya sehat, begitu pun dengan Raisa"


"Alhamdulilah" ucap mereka semua dengan kompak.

__ADS_1


"Kita boleh masuk nggak?" tanya Dara.


"Iya boleh. Silahkan semuanya"


Mereka semua masuk kedalam ruangan dan melihat Raisa yang sedang menggendong baby El.


"Sayang, nama anak kalian siapa?" tanya Mama Siva.


"Namanya Elvano Rahka, dipanggil El" jawab Raisa.


"Wah bagus banget namanya. Ganteng lagi anak kalian, padahal baru lahir loh" kata Papa Tio.


"Iya dong, Pa. Siapa dulu Papanya?" ucap Naufal dengan bangga.


"Eitss, siapa dulu Mamanya" kata Raisa tidak mau kalah.


"Bibit unggul nih kalau udah besar. Tante Serly tungguin ya kalau Elvano sudah besar. Siapa tahu jodoh" celetuk Serly.


"Idih pedofil nih orang. Raisa, jangan sampai anak lo dekat-dekat sama Serly nanti diembat juga" ucap Sevia.


"Yaelah. Gue cuma bercanda Sevia. Nggak mungkin lah gue suka. Paling anak gue nanti yang mau gue jodohin sama Elvano" kata Serly.


"Jodoh aja belum ada. Pakai gaya-gayaan mau jodohin" celetuk Dara.


Semua di dalam ruangan itu tertawa melihat tingkah lucu sahabat-sahabat Raisa.


Tidak lupa mereka mengabadikan momen kebersamaan mereka semua, yang berkumpul di rumah sakit untuk mengingat kelahiran Raisa yang pertama kali.


Baby El ditaruh di tempat tidur bayi karena sedang tertidur, setelah diberi asi oleh Raisa. Momen itu tidak disia-siakan oleh yang lainnya untuk berlomba-lomba ingin foto bersama baby El yang sangat lucu dan imut.


Kalau yang lainnya sibuk berfoto dengan baby El, lain halnya dengan Naufal yang lebih memilih menemani Raisa yang sudah berjuang sangat keras untuk melahirkan.


"Makasih ya beb. Kamu sudah melahirkan anak kita berdua. Maaf ya, kalau aku cuma tahu buat, tapi nggak bisa bantuin apa-apa pas kamu kesakitan tadi" kata Naufal sambil mengusap kepala istrinya.


"Nggak apa-apa, beb. Tadi aku kesakitan jadi bicara nggak jelasin. Maafin aku juga ya"


Raisa menoleh ke arah Naufal, kini wajah mereka sangat dekat. Tiba-tiba Naufal mulai memajukan kepalanya dan ingin mencium bibir Raisa. Namun, sebelum itu terjadi, Serly yang tidak sengaja melihat hal itu langsung pura-pura batuk, membuat Naufal membatalkan niatnya untuk mencium bibir Raisa.


"Duh, pulang yuk. Jomblo nggak bisa lihat adegan romantis, bawaannya pengen nangis" kata Serly.


"Adegan romantis kayak gimana? Kayak gini ya"


Raisa langsung menarik tengkuk Naufal, kemudian mencium bibir Naufal di depan sahabatnya serta orang tua mereka.


"Gila Raisa nekat banget. Susah ya kalau yang udah sah. Apa aja boleh dilakuin" kata Serly.


Semuanya tertawa melihat tingkah Serly. Tiba-tiba baby El menangis sangat kencang, karena mendengar suara yang sangat ribut.


"Astaga lupa. Baby El lagi bobo. Maafin Mama sayang" Raisa langsung menggendong baby El dan mencoba mendiamkannya.

__ADS_1


Perjalanan kehidupan menjadi orang tua baru Raisa dan Naufal, akan dimulai dari sekarang. Nantikan ya 😊


__ADS_2