
Maaf ya author baru bisa up sekarang, karena tadi lagi fokus nulis cerita yang satunya hehe 😂
...****************...
"Ya ampun pantasan dia nangis. Ngurus anak ternyata sesusah ini ya" ucap Naufal.
"Iya beb" kata Raisa, setuju.
.
.
.
Tidak terasa sudah 2 bulan Raisa dan Naufal menjadi orang tua sesungguhnya. Awalnya mereka sangat kesusahan karena baru pertama kali mengurus bayi. Tapi sekarang, mereka sudah mulai terbiasa mengurus baby El.
"Ududdu sayangnya Mama, lucu banget sih kamu. Mau apa hmm? Mau main sama Mama ya?"
Raisa terus mengajak anaknya berbicara, meskipun ia tahu anaknya tidak mungkin bisa menjawabnya, karena baru berusia 2 bulan.
Tetapi seakan mengerti perkataann Mamanya, El terus tertawa saat mendengar Raisa berbicara.
Saat sedang asyik bermain dengan baby El, terdengar ketukan pintu dari luar rumah.
"Pasti itu Papa sudah pulang kerja. Ayo kita samperin sayang"
Raisa menggendong baby El dan membuka pintu rumah. Benar saja, ternyata itu adalah Naufal yang baru saja pulang kerja.
"Selamat datang di rumah suamiku" kata Raisa dengan riangnya.
"Pulang-pulang begini sudah disambut anak dan istri. Bahagia banget deh. Sini cium dulu" ucap Naufal.
Naufal mencium bibir Raisa, kemudian beralih mencium baby El sambil mengambilnya dari gendongan Raisa.
"Beb, kamu mandi aja terus habis itu makan. Tadi aku sudah pesan makanan"
"Kok pesan sih? Kan aku bisa masak, beb"
"Aku nggak mau kamu kelelahan terus sampai sakit. Apalagi ujian nasional kamu sisa 2 hari lagi" ujar Raisa.
"Iya sih. Makasih ya beb"
"Iya sama-sama. Kamu udah ada rencana lanjut kuliah dimana, beb?" tanya Raisa.
"Sudah kok. Kebetulan aku dapat beasiswa juga jadi tidak terlalu memberatkan untuk biayanya" jawab Naufal.
"Baguslah kalau begitu. Kamu ambil jurusan apa?"
__ADS_1
"Bisnis. Aku kan harus terusin perusahaan Papa nanti. Jadi mau nggak mau aku harus ambil itu"
"Hati-hati loh ya. Jangan lirik kanan lirik kiri" kata Raisa mengingatkan.
"Ya ampun beb. Aku nggak mungkin kayak gitu, tenang aja"
Naufal menjawab sambil bermain dengan baby El dan sesekali mencium pipi gembulnya.
"Kan aku cuma ingetin. Anak bisnis cantik-cantik loh. Nanti kamu terpikat lagi"
"Istriku ini kenapa cemburu sih? Padahal kan yang paling cantik, ya cuma kamu doang"
Naufal mendekat ke arah Raisa, kemudian mencium pipi kiri dan kanan Raisa.
"Jangan cemburu apalagi takut ya. Kesetiaan aku nggak perlu kamu ragukan" kata Naufal.
"Uhhhh so sweet"
Raisa memegang wajah Naufal, lalu menghujaninya dengan ciuman bertubi-tubi.
"Beb berhenti. Aku bau keringat" ucap Naufal.
"Biarin. Tetap wangi kok"
Raisa masih terus mencium Naufal dan tidak menghiraukan perkataan Naufal. Sampai alhirnya Baby El mulai menangis digendongan Naufal, baru akhirnya mereka berdua tersadar.
"Ya ampun El. Maafin Mama dan Papa udah lupain kamu tadi" kata Raisa langsung menggendong El kedalam pelukannya.
"Maaf beb. Terlalu senang tadi hehe. Kamu mandi sana"
"Iya aku mandi dulu ya"
Naufal beranjak dari sofa, kemudian memutuskan untuk mandi. Setelah itu, mereka mulai makan malam bersama, karena Naufal pulang kerja sudah hampir malam tadinya.
Baby El sudah tidak rewel lagi saat ditaruh di stroller bayi, sehingga Raisa dan Naufal bisa menikmati makanan mereka tanpa bersusah payah menggendongnya.
Selesai makan, Raisa bertugas untuk membereskan sisa makanan dan juga mencuci piring. Sedangkan Naufal, sibuk bermain bersama baby El.
Raisa memncuci piring dan membersihkan seluruh yang kotor di dapur sampai bersih. Setelah itu, ia menghampiri Naufal yang sedang bersama baby El di ruang TV.
"Sini duduk beb"
Naufal langsung menggeser duduknya, agar memberikan ruang kepada Raisa untuk duduk. Lalu, ia menaruh kembali baby El ke strolernya. Kemudian, merangkul bahu Raisa serta menyeka keringat di dahi istrinya itu.
"Capek ya, beb?"
"Nggak kok. Lebih capek kamu kali. Kerja aku mah nggak ada apa-apanya" kata Raisa.
__ADS_1
"Sama-sama sulit kok. Apalagi kamu harus mengurus baby El sendirian kalau aku lagi sekolah dan pergi kerja sampai hampir malam"
"Nggak apa-apa, beb. Ini kan sudah resiko kita karena punya anak. Cukup syukuri aja semuanya"
"Senang banget deh kalau istri aku sudah bijak kayak gini"
Naufal langsung memeluk pinggang Raisa dari samping, kemudian menenggelamkan wajahnya di leher putih Raisa.
"Beb, aku punya rencana mau beli mobil, terus motornya di jual. Aku kasihan kalau nanti kita bawa El jalan-jalan naik motor, nanti masuk angin. Kamu setuju nggak?"
"Iya juga ya. Sudah 2 bulan ini kita kan nggak pernah jalan-jalan bareng, terus bawa El. Kamu coba tanya dulu berapa harga mobil yang masih terjangkau dengan kemampuan kita, beb" ujar Raisa.
"Iya nanti aku coba tanya deh"
"Atau kita pakai uang orang tua aja gimana? Mama dan Papa aku tawarin loh dulu" kata Raisa.
"Nggak usah beb. Kita kan ada uang tabungan. Nanti pakai aja itu"
"Terus, uang untuk keperluan El gimana? Kamu kan tahu beb, asi aku udah mulai kering sekarang, jadi jarang keluar, nggak kayak dulu lagi. Jalan satu-satunya kita harus beli susu formula untuk dia. Belum lagi popoknya. Banyak banget beb"
"Aku akan usahain semua kebutuhan untuk El bisa terpenuhi semuanya beb. Kamu tenang saja" kata Naufal.
"Oke kalau begitu. Aku percaya kamu"
Keduanya sama-sama tersenyum, kemudian Naufal mulai mendekat dan mencium bibir Raisa dengan lembut. Semakin lama ciuman mereka semakin ganas, tidak hanya dikecup, tapi lidah mereka sudah bermain didalam sana.
Ya, sudah dua bulan Naufal dan Raisa tidak memikirkan untuk berhubungan badan karena fokus dengan baby El. Sekarang, sudah waktunya untuk mereka saling melepaskan hasrat mereka berdua yang cukup lama tersimpan.
Saat sedang berciuman, Raisa tidak sengaja melirik ke arah samping dan ia baru sadar kalau ada baby El yang tengah menatap mereka.
Spontan saja, Raisa langsung mendorong Naufal hingga terjatuh dari atas sofa.
"Awww beb. Kenapa kamu dorong aku?"
"Eh maaf, beb. Aku nggak sengaja, tadi spontan. Dimana yang sakit?" tanya Raisa, sambil membantu Naufal berdiri.
"Ini pantat aku sakit gara-gara jatuh ke lantai" kesal Naufal.
"Maaf beb. Sini aku tepuk-tepuk biar ngga sakit lagi"
"Udah nggak apa-apa, nggak usah beb. Tapi tadi kamu kenapa dorong aku tiba-tiba sih?"
"Itu, karena aku kaget lihat El liatin kita ciuman. Masa masih bayi dia udah lihat orang tuanya ciuman. Nanti kalau dia ingat sampai besar kan jadi masalah beb" kata Raisa dengan polosnya.
"Jadi hanya gara-gara itu, kamu dorong aku?" tanya Naufal tak percaya.
"Iya"
__ADS_1
"Ya ampun"
Naufal menepuk jidatnya. Ia tidak habis pikir, semesum-mesumnya Raisa, ternyata istrinya itu bisa sepolos ini.