
Disisi lain raya merasa ketakutan sudah hampir malam tidak ada orang datang menyelamatkannya, bahkan lampu saja tidak menyala.
" Dimas tolong aku 'aku ketakutan disini " raya menangis.
Raya mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya dan lampu dinyalakan satu persatu.
"ku mohon tolong lepasin aku " raya memohon sambil menangis .
Pria paruh baya dan dua orang di sampingnya datang menghampiri nya.
Plaaaak,,, suara tamparan.
" Gadis bodoh kamu kira kalau kamu memohon padaku, aku akan melepaskan mu dengan mudah 'jangan mimpi "
" apa salah ku, aku tidak pernah berurusan dengan kalian "
"memang Bukan kamu tapi seseorang yang sangat perduli padamu, demi dirimu dia melakukan apa saja yang mau di lakukan nya. hanya dengan membayar beberapa juta dia pikir sudah bisa mengganti nyawa seseorang "
Orang tua itu berdiri memegang pipi raya.
plaaaak,,, orang itu menampar raya lagi.
" aku tidak tau siapa yang kamu maksud papa ku tidak mungkin melakukan hal yang sangat kejam apa lagi sampai merebut nyawa seseorang "
" aku tidak bilang kalau papa mu yang melakukannya kan "
" Siapa yang kamu maksud "
" tebak sendiri, kalau aku kasih tau kamu jadi tidak asik lagi "
"aku tidak percaya kalau kakak ku yang kamu maksud "
" kamu memang benar benar bodoh , yang gampang saja tidak bisa kamu tebak ' pantas saja kamu selalu di bohongi . kalian berdua kenapa diam saja cepat bawa Kesini "
Orang tua itu memutar video tanpa suara dimas jalan bolak balik bahkan ada papa dan kakak nya juga.
" sudah mengerti atau belum "
" aku tidak mengerti apa maksud video mu itu "
__ADS_1
" kalau begitu biar aku jelaskan '.Suami tercinta mu yang biasa duduk di kursi roda sebenarnya bisa jalan dan dia segar bugar tidak sakit sedikit pun ,kakak dan papa tersayang mu juga tahu soal itu "
" Tidak mungkin' aku yang jaga dia dirumah sakit ,dia tidak berbohong bahkan mobilnya benaran hancur " raya tidak percaya.
" disaat terjadi kecelakaan apa kamu ada disana melihatnya, apa kamu tidak pernah curiga gimana bisa terjadi kecelakaan di pagi hari yang pasti sudah ditertibkan polisi "
Raya hanya diam kenyataannya memang dia tidak ada di tempat kecelakaan, bahkan berita tentang kecelakaan dimas disiarkan pagi itu juga.
" apa kamu sudah bisa berfikir "
" kamu siapa kenapa kamu tahu banyak "
" kamu mau tahu aku siapa .' aku orang tua yang kehilangan kedua anak ku disaat bersamaan , anak pertama ku yang berada dimobil suami mu dan anak kedua ku yang menabrak mobil suami mu. Semua sudah di atur sama dimas aku kehilangan kedua putra ku.
Tanpa sadar raya menangis, '
" Aku hanya ingin membalas kematiaan anak anak ku, aku sudah susah payah membesarkan mereka tapi kenapa dia bisa meninggal tragis seperti itu.
Kedua anak buah pak tua itu mendekat ke arah raya, salah satunya bahkan merobek baju raya dan ingin memegang paha raya.
" Siapa yang suruh kalian melakukannya " bentak pria tua itu.
" tapi bos !!! bukannya bos mau balas dendam sayang kalau kita lepasin begitu aja "
Dua anak buahnya menjauh dan pergi meninggalkan raya dan pak tua sendirian.
" kamu tahu aku membesarkan anak anak ku dengan susah payah, aku tidak bisa terima kalau anak ku harus mati tidak jelas "
Orang tua itu menangis duduk disamping raya, dia melepaskan ikatan di kaki dan tangan raya.
" Aku ikut bersedih, aku minta maaf"
" aku tau ini bukan salah mu, tapi dia melakukan itu semua demi kamu. harusnya aku yang minta maaf, tapi bagaimana pun juga suami dan istri tidak seharusnya menyembunyikan sesuatu apa lagi sampai menghilangkan nyawa orang lain "
" Aku tidak pernah berfikir dimas sampai segitunya apa yang sebenarnya ada di pikirannya "
Bapak tua itu hanya diam tidak bicara, dia berdiri memasuki sebuah kamar dan membawa baju buat menggantikan baju raya yang disobek anak buahnya.
" kamu bisa pulang ' kalau kamu mau lapor polisi suruh saja datang ke sini ,semua memang salah ku.
__ADS_1
Raya pergi keluar dari rumah itu, raya memperhatikan rumah itu dengan seksama.
Raya pulang jalan kaki Walaupun dia diberi uang buat naik taksi dan uang ganti rugi tapi sudah larut malam tidak ada taksi yang lewat.
Raya tau jalan itu walau sangat jauh dari rumahnya, dia tetap berajalan ' sepanjang jalan raya menangis dia kasihan melihat bapak tua tadi.
kenapa dimas begitu tega mengambil dua nyawa sekaligus, dan kenapa dimas tega membohongi dirinya.
Raya juga tidak habis fikir kenapa papa dan kakaknya malah mendukung dimas untuk membohongi dirinya Apa kesalahannya.
" Apa salah ku tuhan ,,, dalam hati raya.
Raya terus berjalan suara azan subuh sudah terdengar. Sebentar lagi dia akan sampai dirumah.
Raya pingsan tepat di depan pintu rumahnya.
" kakak kakak " panggil lisa.
Dimas keluar melihat raya yang pingsan di depan pintu rumah. Dimas mengangkat raya masuk ke kamar.
" syukurlah raya kamu sudah pulang " dimas mencium pipi raya.
Dimas kembali memperban tangan dan kakinya dia tidak mau raya tahu yang sebenarnya.
Dimas menunggu raya sadar, sudah hampir empat jam raya masih belum sadarkan diri.
" Raya akhirnya kamu sadar sayang "
Raya memperhatikan dimas, dimas duduk di kursi roda tangan dan kakinya masih di perban Raya pura pura tidak tau apa apa dia ingin dimas sendiri yang menjelaskan kepadanya.
" kamu kemana saja kemarin " tanya dimas.
raya tidak menjawab pertanyaan dimas.
" aku lapar " kata raya.
Dimas menyuruh lisa memasak untuk raya.
dimas melihat wajah raya pucat matanya bengkak, dia tidak tau apa yang terjadi pada raya sehari semalam.
__ADS_1
" raya apa yang terjadi pada mu, kamu bisa cerita ke suami mu ini 'aku akan membalas untuk mereka yang membuat mu menjadi begini. "
Raya hanya diam Dia tidak menjawab apa yang ditanya kan dimas.