
" Katakan apa yang harus ku lakukan, jangan libatkan ibuku yang tidak bersalah " ucap red sambil menatap dimas.
" Keputusan yang sangat tepat kalau begitu tandangani ini " sahut dimas yang langsung mengeluarkan selembar kertas kosong dari sakunya.
" Apa ini?" tanya red.
" Tanda tangani saja, setelah ini aku akan membuat sebuah peraturan kontrak dan tanda tanganmu ini sudah menjadi persetujuan " sahut dimas sambil tersenyum.
" Baiklah, semua terserah padamu asal kamu tidak melibatkan ibuku apapun pasti akan ku lakukan " ucap red.
" Itu baru keputusan yang sempurna, alex buka pintunya sekarang dia berada di pihak kita " ucap dimas memerintah alex yang berdiri di sebelahnya.
" Baik bos " sahut alex yang langsung membuka pintu penjara.
" Kemana kita akan pergi sekarang?" tanya alex.
" Tentu saja kembali kerumah papaku, aku masih harus berbicara dengannya. Oh ya karena dia berada di pihak kita belikan dia beberapa set baju dan celana, aku tidak ingin dia mengikutiku dengan baju yang seperti itu " sahut dimas sambil berjalan pergi.
Dimas yang bergegas keluar tiba-tiba menghentikan langkahnya, dimas menatap ke arah dua penjaga yang dari awal terus memperhatikannya.
" Sekarang dia menjadi pengikutku, kalian tidak perlu berjaga lagi di sini " ucap dimas.
" Baik " sahut kedua penjaga serentak.
Alex yang mengikuti red di belakang dimas sebenarnya merasa sedikit ragu, bagaimana bisa red yang selalu menutup mulut selama hampir tujuh tahun kini telah setuju mengikuti dimas.
" Bos " ucap alex sambil mengendarai mobil menuju sebuah perumahan tempat papa dimas tinggal.
" Sudahlah jangan khawatir red tidak mungkin menghianati kita, bukan begitu red " sahut dimas sambil menatap red yang duduk di kursi belakang.
" Asal kalian berjanji tidak akan menyentuh ibuku aku pastikan akan berada di pihak kalian " ucap red.
" Aku selalu menepati janji kamu tenang saja " sahut dimas dengan santai.
" Bos kita sudah sampai " ucap alex sambil menepikan mobilnya.
" Aku akan masuk, kamu bawalah red berkeliling belikan dia beberapa setel baju " sahut dimas yang langsung turun dari mobil.
" Baik bos " ucap alex.
Masalah pertama sudah selesai, sekarang aku harus memikirkannya dengan sangat matang bagaimanapun juga aku harus membalasnya dan membuat dirinya lebih menderita dari pada istriku " dalam hati dimas sambil berjalan memasuki rumah papanya.
__ADS_1
" Aku sudah pernah bilang sampai kapanpun dia tidak akan berpihak pada kita, kamu selalu saja keras kepala " ucap papa dimas yang sengaja menunggu kedatangan dimas.
" Aku sudah membuatnya menjadi pengikutku" sahut dimas.
" Hahahaha, kamu masih saja ingin membohongiku " ucap papa dimas sambil terus tertawa.
" Nanti kamu juga akan percaya, aku besok sudah harus kembali bagaimana apa papa sudah menemukan yang ku minta " sahut dimas.
" Aku sudah meminta anak buahku mencarinya kamu tenang saja, setelah kamu kembali aku akan mengirim datanya " ucap papa dimas yang langsung berjalan meninggalkan dimas.
" Bagus semua masih dalam kendali " ucap dimas dengan suara pelan.
Dimas yang merasa lelah memutuskan naik ke tingkat dua, kamar yang menjadi tempat dirinya beristirahat masih sama seperti sebelumnya.
Dimas yang berbaring di atas kasur tiba-tiba teringat istri dan anaknya, rasa rindu setelah meninggalkan keduanya beberapa hari membuat dimas tidak sabar ingin kembali.
Tok, tok, tok...
Suara ketukan di pintu kamar dimas membuat dimas yang tertidur langsung terbangun, walau hanya tidur sebentar dimas merasa menjadi lebih bertenaga.
" Bos aku sudah membelikannya " ucap alex.
" Masih berada di bawah, pak bram sedang menanyainya " sahut alex.
" Aku akan turun, aku penasaran apa yang di tanyakan papa padanya " ucap dimas sambil berjalan pergi.
Dimas yang melihat papanya sedang berbicara pada red memutuskan menghampiri keduanya.
" Bukannya tadi ada yang tidak percaya padaku " ucap dimas yang langsung duduk.
" Sulit di percaya " sahut papa dimas.
" Percayalah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini " ucap dimas lagi.
" Kamu ke kamarku sebentar ada yang ingin ku perlihatkan padamu " sahut papa dimas yang langsung berdiri dan berjalan pergi.
" Kamu istirahat saja dulu, tanya alex di mana kamarmu " ucap dimas sambil berjalan mengikuti papanya.
Dimas yang sudah sampai di kamar papanya bergegas berjalan ke arah papanya yang sedang duduk menatap komputer, dimas yang merasa penasaran langsung melihat ke arah komputer yang tepat berada di depannya.
" Lihatlah ini " ucap papa dimas sambil menunjukkan beberapa foto tiwi yang bergandengan tangan dengan seorang pria.
__ADS_1
" Siapa pria itu?" tanya dimas.
" Anak pengusaha terkenal di Hongkong, menurut informasi dia akan menikah beberapa hari lagi " sahut papa dimas.
" Bagus, pembalasan dendam akan jauh lebih seru nantinya " ucap dimas.
" Apapun yang kamu lakukan aku harap kamu berhati-hati dengan red, bisa saja dia sengaja menerima permintaanmu demi tujuan lain " sahut papa dimas.
" Kalau itu aku pasti akan selalu waspada hanya saja untuk saat ini aku benar-benar membutuhkannya, dia tidak hanya menjadi peretas yang handal untukku dia bahkan bisa di jadikan mata-mata nantinya " ucap dimas.
" Ya sudah, kalau begitu saat kamu kembali sampaikan salamku pada istrimu jika aku ada kesempatan aku akan mengunjunginya " sahut papa dimas.
" Aku akan menyampaikannya " ucap dimas sambil berjalan pergi.
Matahari pagi seakan menyambut dimas yang bersiap memulai rencananya, dimas yang di ikuti oleh alex dan red bergegas pergi ke bandara mengikuti penerbangan kedua.
Perjalanan yang hampir memakan waktu seharian penuh membuat dimas merasa sangat bosan, dimas yang sudah sampai di kotanya bergegas menuju kantornya.
" Bos ini sudah malam, besok saja kita pergi ke kantornya bos lebih baik pulang dulu " ucap alex.
" Tidak perlu, sebelum semuanya kembali aku memutuskan untuk tidak pulang " sahut dimas.
Dimas yang sudah sampai di depan kantornya tanpa banyak bicara bergegas memasukinya, ruangan yang terlihat sangat sepi dan di penuhi debu membuat dimas merasa kesal.
" Red Ikutlah denganku " ucap dimas yang langsung memasuki sebuah ruangan.
" Ini kantor atau gudang " ucap red yang berdiri tepat di belakang dimas.
" Tidak penting mau kantor atau gudang tugas pertamamu salin data yang berada di flasdisk ini " sahut dimas.
" Terlihat sangat mudah " ucap red yang langsung duduk di kursi dimas sambil menatap komputer di depannya.
Dimas yang melihat red mengetik dengan serius memutuskan untuk terus memperhatikan red bagaimanapun juga red masih belum bisa di percaya.
" Selesai " ucap red yang membuat dimas terkejut.
" Cepat juga " sahut dimas.
" Karena sudah selesai langsung saja kamu beri pengaman, aku tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi " sambung dimas.
" Itu bukan masalah besar " ucap red yang langsung kembali mengetik.
__ADS_1