Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
69. Merasa berbeda


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat raya yang memperhatikan matahari akan segera terbenam langsung meminta putrinya bersiap pulang, dimas yang tidak ingin tinggal diam langsung membantu membereskan barang dan menaruhnya ke dalam mobil.


" Sudah kamu langsung masuk saja ke dalam mobil, aku sama dira bisa membereskannya " ucap raya yang melihat dimas beberapa kali bolak-balik membantunya.


" Aku suamimu, sudah tugasku untuk membantumu " sahut dimas.


" Haaaaah " raya hanya bisa menghela nafas dan membiarkan dimas membantunya.


Tidak butuh waktu lama raya yang sampai di depan rumah bergegas memarkir mobilnya, raya memperhatikan dimas yang baru turun dari mobil tiba-tiba memegang kepalanya sendiri sambil bersandar di pintu mobil yang barus saja di tutupnya.


" Dimas kamu kenapa?" tanya raya yang bergegas menghampiri dimas.


" Tidak tahu, kepalaku tiba-tiba terasa sakit " sahut dimas yang masih memegangi kepalanya.


" Ya sudah ayo masuk, itu sudah kenapa sebelumnya aku menolak mengajakmu keluar kamu masih belum sembuh tidak baik bagimu terlalu kelelahan " ucap raya yang langsung membantu dimas masuk ke dalam rumah.


" Aduh, kepalaku benar-benar terasa sakit " ucap dimas yang baru berbaring di tempat tidurnya.


" Tunggu sebentar aku ambilkan obat sama air minum " sahut raya yang bergegas keluar kamar.


Raya yang berjalan cepat ke arah dapur melewati kamar dira membuat dira merasa cemas, dira yang berdiri di depan kamar langsung memanggil mamanya.


" Ma, papa tidak apa-apakan " ucap dira.

__ADS_1


" Tidak apa-apa nak, papa hanya kelelahan " sahut raya.


" Maafin dira ya ma kalau saja dira tadi tidak mengajak pergi, papa pasti tidak sakit lagi " ucap dira sambil menangis menatap mamanya.


" Sudah ini bukan salah dira papa hanya perlu istirahat sebentar nanti juga kembali sembuh, dira cepat mandi dan istirahat besok dira masuk sekolah " sahut raya yang mengelus kepala putrinya.


" Baik ma "ucap dira yang langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya.


Raya yang sempat terdiam di depan kamar dira langsung kembali berjalan ke kamar, raya yang melihat dimas masih memegang kepalanya bergegas menuang air dan membantu dimas duduk untuk meminum obatnya.


" Kamu tidur saja dulu, nanti kamu bangun kepalamu sudah tidak sakit lagi " ucap raya sambil memijat kepala dimas dengan perlahan.


" Terima kasih sayang " sahut dimas sambil tersenyum.


" Ada apa?" tanya raya sambil menatap dimas.


" Kita sudah berapa lama tinggal di sini, kenapa aku merasa berbeda?" tanya dimas balik.


" Berbeda seperti apa maksudmu " sahut raya.


" Aku merasa rumah dan lingkungan sekitar kita berbeda, tapi aku tidak tahu sebenarnya apa yang sudah terjadi " ucap dimas.


" Em, mungkin itu hanya pikiranmu saja. Kita di sini sudah hampir satu tahun " sahut raya yang sengaja berbohong.

__ADS_1


" Dim, dimas "panggil raya berulang kali sambil menatap dimas yang menutup matanya.


" Huu, ternyata tertidur " ucap raya.


Maafkan aku dim, bukan maksudku membohongimu hanya saja semua tidak baik jika kamu mengetahuinya sekarang, aku tidak ingin kamu kembali melupakanku dan dira " dalam hati raya sambil mengelus kepala dimas.


Raya yang hanya memperhatikan dimas tertidur mulai merasa risih, badannya yang tercium bau amis ikan membuatnya ingin segera mandi.


Raya memandangi jam di dinding kamarnya yang menunjukkan hampir pukul delapan malam, walau begitu raya memutuskan untuk mandi agar bau ikan menghilang dari tubuhnya.


Setelah mempersiapkan air hangat untuk berendam raya yang tidak ingin membuang waktu bergegas berendam, badannya yang terkena hangatnya air membuatnya tanpa sadar menutup matanya.


Suara ketukan pintu kamar membuat raya langsung terbangun, raya yang melihat dirinya berada di tempat tidur merasa sangat terkejut.


" Mama dira berangkat sekolah dulu " ucap dira dari luar kamar.


" Mama masih tertidur dira kalau mau berangkat sekolah papa antar ya " sahut dimas yang berdiri di belakang dira.


" Dira di jemput tante, kalau begitu dira berangkat dulu ya pa " ucap dira.


" Hati-hati ya sayang " sahut dimas sambil tersenyum.


Dira yang berjalan keluar rumah langsung menghentikan langkahnya, dira berpikir merasa seperti ada yang berbeda dari papanya tapi apa dira sendiri masih tidak mengetahuinya.

__ADS_1


__ADS_2