
Dimas yang akhirnya memiliki waktu luang langsung menyalakan ponselnya, tiga puluh pesan singkat dari istrinya membuat dimas sangat terkejut.
" Tidak biasanya raya mengirim pesan singkat sebanyak ini " ucap dimas.
Dimas yang berpikir terjadi sesuatu pada putrinya bergegas menelepon raya.
Raya yang mendengar ponselnya terus berbunyi dan melihat nama dimas yang terus menelponnya langsung melempar ponselnya.
Praaaaaaaaaaaak...
Ponsel raya yang di banting langsung pecah dan membuat ponselnya tidak lagi bisa digunakan.
Dimas yang tidak lagi bisa menghubungi raya mulai merasa khawatir, Dimas bergegas menelpon alex dan meminta alex memesankan satu tiket pesawat untuknya kembali pulang.
" Pak dimas anda mau kemana, bukannya bapak masih belum selesai menjelaskan pada ku " ucap tiwi yang melihat dimas terburu buru keluar hotel.
" Maaf aku masih ada urusan " sahut dimas yang langsung keluar dari hotel.
Sepanjang perjalanan dimas mulai gelisah, ada apa sebenarnya kenapa raya tidak bisa di hubungi lagi.
Dimas yang sedari tadi memperhatikan layar ponselnya tiba tiba teringat sesuatu, tanggal di layar ponsel dimas mengingatkan dimas akan apa yang sudah dia lupakan.
__ADS_1
Kemarin hari ulang tahun dira, bagaimana bisa aku tidak mengingatnya " dalam hati dimas.
Dimas yang merasa bersalah tidak tenang selama perjalanannya, dimas yang sudah sampai di bandara kotanya bergegas menuju sebuah toko permainan dimas membeli sebuah beruang tedy bear yang sangat besar sebagai hadiah ulang tahun putrinya.
Setelah membeli boneka dimas segera pulang dimas memarkirkan mobilnya di depan rumah dan langsung masuk ke dalam.
" Selamat ulang tahun untuk putri papa " ucap dimas yang melihat dira asik duduk sambil memakan permen kesukaannya.
" Ulang tahun dira sudah lewat " sahut dira dengan cuek.
" Maafkan papa ya, papa tidak bermaksud ingin melupakan ulang tahun dira papa baru dari luar negeri maafin papa ya " ucap dimas mencoba membujuk putrinya.
" Itu boneka buat dira pa? " tanya dira.
" Tentu saja buat dira " sahut dimas sambil memberikan boneka beruang yang ada di tangannya.
" Papa mau bicara sama mama dulu, dira di sini saja ya " sambung dimas.
Dira menganggukkan kepalanya dan langsung memeluk boneka besar di depannya.
Dimas yang tidak menemukan raya di dapur bergegas membuka pintu kamar dan masuk ke dalam, dimas menatap lega setelah melihat raya yang tertidur pulas.
__ADS_1
" Untung saja tidak terjadi sesuatu padamu " ucap dimas yang langsung mencium kening raya.
Raya yang terkejut melihat dimas menciumnya langsung duduk menatap dimas.
" Masih ingat pulang ternyata " ucap raya.
" Kok kamu bicaranya begitu sih " sahut dimas.
" Apanya yang salah dari perkataan ku, di saat ulang tahun anaknya saja tidak pulang " ucap raya yang langsung membuang muka.
" Sayang jangan marah dong " sahut dimas sambil menggenggam tangan raya.
Raya yang merasa tangan dimas menggenggamnya langsung menatap dimas, dimas yang tidak ingin raya terus marah langsung mengecup bibirnya.
" Maafin aku ya, aku berjanji aku tidak akan melupakan sesuatu yang penting seperti itu lagi " ucap dimas.
" Janji " ucap raya.
" Janji " sahut dimas yang langsung kembali mencium raya.
Rasa kesal bercampur rindu yang raya rasakan seketika menghilang, suami yang di cintainya sangat tahu bagaimana cara menyenangkan hatinya.
__ADS_1