Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
66. Masih tidak menyangka


__ADS_3

Raya yang mengangkat kepalanya menatap dimas seakan masih tidak percaya, baru sehari yang lalu dimas masih seperti sebelumnya dan sekarang dimas menatapnya sambil berulang kali memanggil namanya.


Belum sempat raya berbicara dira yang baru saja pulang sekolah langsung berlari ke arah mamanya yang berada di kamar.


" Mama dira sudah pulang " ucap dira yang tiba-tiba menghentikan langkahnya di depan pintu kamar.


" Dira sudah pulang sekolah ya, sini peluk papa " ucap dimas yang membuat raya dan dira terkejut.


" Pa pa sudah sembuh, papa sudah bisa mengenali dira lagi " ucap dira yang langsung masuk ke dalam kamar.


" Dira anak papa tercinta, bagaimana bisa papa tidak mengenali dira " sahut dimas lagi.


Raya yang melihat dira tertawa di sampingnya ikut merasa bahagia walau sebenarnya raya masih tidak menyangka dimas sudah tersadar dan mengenali dirinya dan putrinya.


" Mama papa sudah ingat sama dira, papa sudah sembuh " ucap dira yang langsung memeluk mamanya.


Raya membalas pelukan putrinya tanpa berbicara, raya yang benar-banar tidak menyangka dimas tersadar lebih cepat dari perkiraannya terus menatap dimas seakan tidak percaya.


" Dira ganti baju dulu ya " ucap raya sambil mengelus kepala putrinya.


" Baik ma " sahut dira yang langsung keluar kamar.

__ADS_1


" Papa dira sudah sembuh, papa dira sudah sembuh. Hore " teriak dira sambil berlari ke kamarnya.


Raya kembali menatap dimas yang duduk di depannya, raya mencoba memberanikan diri bertanya pada dimas apa saja yang sudah dia ingat.


" Dim aku siapa?" tanya raya.


" Sayang kamu istriku untuk apa bertanya seperti itu " sahut dimas yang merasa heran sendiri.


" Dim ayo kita ke rumah sakit, jujur saja aku masih tidak bisa percaya " ucap raya.


" Tapi aku sehat untuk apa pergi ke rumah sakit sayang " sahut dimas.


" Sudahlah aku mohon padamu kita ke rumah sakit dulu " ucap raya lagi.


Raya yang sudah selesai membantu dimas bersiap tanpa banyak berpikir langsung membantu suaminya itu berjalan ke arah mobil, dira yang sebelumnya sudah di beritahu mamanya akan membawa papanya ke rumah sakit di kota sangat bersemangat bagaimanapun juga papanya yang sudah sembuh membuatnya merasa bahagia.


Satu jam perjalanan terasa begitu cepat raya yang sudah memarkirkan mobilnya langsung membantu dimas turun dari mobil, setelah tidak lama menunggu raya yang mendengar nama dimas di panggil dan melihat dimas memasuki sebuah ruangan merasa sangat deg degan.


" Pemeriksaan sudah selesai silahkan ke ruang dokter " ucap seorang suster sambil membantu dimas duduk di ruang tunggu.


" Terima kasih sus " sahut raya.

__ADS_1


" Dira di sini saja dulu sama papa, mama mau ke ruangan dokter sebentar " ucap raya.


" Baik ma " sahut dira.


Raya mengikuti suster yang membantu dimas memasuki sebuah ruangan, papan nama yang bertuliskan nama Dr. megatharia membuat raya semakin deg degan saat memasuki ruangan itu.


" Silahkan duduk " ucap dokter di depan raya sambil tersenyum.


" Terima kasih dok " sahut raya.


" Begini sesuai dengan hasil pemeriksaan suami ibu belum bisa di bilang sembuh total, gangguan kejiwaan suami ibu sebenarnya hanya tertahan dengan kesadaran yang memaksa mangambil alih. Jika suami ibu tertekan sedikit saja gangguan kejiwaannya akan kembali dan kemungkinan untuk sembuh tidak ada lagi " ucap sang dokter mencoba menjelaskan.


" Lalu bagaimana dok agar gangguan kejiwaannya hilang sepenuhnya " sahut raya.


" Mungkin yang di ingat saat ini hanya anda dan putri anda, lebih baik anda jangan dulu membahas masalah yang membuatnya akan teringat kejadian sebelumnya " ucap sang dokter lagi.


" Tapi anda tenang saja untuk kesembuhan total saya bisa menjamin suami anda akan sembuh total suatu hari nanti, anda hanya harus merawatnya dengan sabar dan jika dia sendiri yang membahas tentang kejadian sebelumnya berarti suami anda sudah sembuh sepenuhnya " sambung dokter itu sambil tersenyum.


" Baiklah terima kasih dok " ucap raya yang langsung keluar ruangan.


" Dok, aku baru kali ini melihat seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan bisa sembuh " ucap seorang suster yang berdiri di samping pintu.

__ADS_1


" Usaha ibu itu sangat keras saya sendiri saja sebenarnya masih tidak bisa percaya " sahut dokter itu sambil menggelengkan kepalanya.


__ADS_2