Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
84. Terbongkarnya digo


__ADS_3

Dimas yang merasa tidak nyaman dengan kado misterius yang di dapatkannya merasa sedikit gelisah, dimas terus berpikir siapa yang kiranya bisa keluar masuk dengan mudah di rumahnya.


Kring, kring, kring...


Suara telepon berbunyi membuyarkan lamunan Dimas, setelah melihat papanya yang sedang menelpon dimas bergegas mengangkatnya.


" Hallo " ucap dimas memulai pembicaraan.


" Ku dengar kamu mendapatkan kado misterius " sahut papa dimas.


" Iya aku mendapatkannya, mungkin ini ada hubungannya dengan lingga " ucap dimas.


" Lingga, apa apa kamu yakin " sahut papa dimas yang merasa terkejut.


" Iya alex mendengar red menyebutkan nama itu di tidurnya " ucap dimas lagi.


" Dim kamu dengarkan papa untuk kali ini, apapun yang terjadi jangan pernah menyakitinya " sahut papa dimas.


" Tapi kenapa?" tanya dimas.


" Intinya kamu jangan menyakitinya, aku yakin semua hanya kesalah pahaman lingga fardigo " sahut papa dimas yang langsung mematikan ponselnya.


" Aku baru pertama kali mendengar dia melarangku menyakiti seseorang, ku rasa ada rahasia besar di balik ini semua " ucap dimas.


" Sayang kamu kenapa?" tanya raya yang melihat dimas terdiam.


Lingga fardigo namanya kenapa seperti tidak asing, Haaa aku baru mengingatnya digo mendatangi red beberapa hari yang lalu apa lingga dan digo adalah orang yang sama " dalam hati dimas.


" Benar juga aku harus menyelidikinya " ucap dimas yang langsung berjalan keluar.


" Dim ini sudah malam kamu mau ke mana?" tanya raya yang melihat dimas berjalan keluar.


" Aku tidak pulang malam ini jangan menungguku " sahut dimas sambil terus berjalan.


Dimas yang merasa harus menyelesaikan permasalahan itu secepatnya langsung menelpon alex dan red, dimas meminta mereka datang sekarang juga ke kantor demi menyelesaikan masalah itu.


" Ada apa bos " ucap alex.


" Tunggulah di luar sebentar aku ingin berbicara dengannya " sahut dimas.


Red yang berada di belakang alex bergegas maju ke depan red tidak menyangka dimas akan bertanya tentang bosnya.


" Lingga fardigo, apa itu nama lengkap bos mu " ucap dimas.


" Iya " sahut red singkat.


" Apa digo itu bos mu " ucap dimas lagi.


Red yang mendengar perkataan dimas langsung terdiam, jujur saja red masih tidak bisa menghianati bos lamanya.


" Jawab sekarang, atau kamu tidak akan bisa bertemu dengan seseorang " ucap dimas.


" Jangan pernah sakiti ibuku " sahut red.


" Kalau begitu kamu hanya bisa memberitahukan kebenarannya sekarang " ucap dimas.


" Iya digo bos ku, apa kamu puas " sahut red.


" Di mana markasnya?" tanya dimas lagi.


" Aku tidak bisa memberitahumu " sahut red.

__ADS_1


" Kalau itu maumu aku tidak memiliki pilihan lain " ucap dimas.


" Jangan, besok aku akan mengantarmu ke sana " sahut red.


" Bagus, sekarang kamu bisa kembali ke ruanganmu malam ini tetaplah di sini atau aku tidak memiliki pilihan selain membunuhnya " ucap dimas.


" Ya " sahut red yang langsung kembali ke ruangannya.


Alex yang melihat red sudah keluar bergegas kembali masuk, rasa penasaran yang menyelimutinya membuat alex langsung bertanya pada Dimas.


" Ada apa bos?" tanya alex.


" Siapkan senjata, Mungkin besok akan ada pertumpahan darah " sahut dimas.


" Emmmmm " ucap alex yang langsung menganggukkan kepalanya.


Red yang masih tidak tega menghianati bosnya langsung mengirim email ke digo melewati akun barunya, red meminta digo untuk segera pergi karena dirinya akan dalam masalah besar besok.


Digo yang mengetahui maksud red hanya tersenyum, digo berpikir memang sudah waktunya mengakhiri permainan yang membosankan itu.


Tit, tit, tit...


Dimas yang memberi nada peringat di ponselnya bergegas berdiri dari kursinya, alex yang sebelumnya mendapat perintah mencarikan dimas senjata bergegas memasuki ruangan dimas.


" Apa ini cukup bos " ucap alex sambil menaruh lima pistol di meja dimas.


" Sangat cukup, panggil dia sudah waktunya kita pergi " sahut dimas yang langsung berjalan ke luar ruangannya.


Red yang mengira digo telah pergi merasa sangat tenang, tidak terpikirkan oleh red jika sebenarnya digo sangat tidak sabar menunggu kedatangan dimas.


" Di depan tempatnya " ucap red sambil menunjuk markas digo yang baru di datanginya beberapa hari yang lalu.


" Pegang dia lex, aku akan maju duluan " sahut dimas.


" Itu yang ku mau " sahut dimas dengan santai.


Dimas yang sudah tidak sabar langsung mendobrak pintu di depannya, belum sampai dimas masuk ke dalam suara tepuk tangan langsung menyambutnya.


Ploooooook, ploooooook, plooooook...


" Selamat datang " ucap digo yang duduk sangat santai.


" Cih, tidak perlu berbasa basi karena aku sudah menemukanmu mari kita akhiri semuanya " sahut dimas.


" Apa kamu berpikir dengan membunuhku semua sudah berakhir " ucap digo.


" Tentu saja " sahut dimas.


" Maaf kalau begitu kamu akan kecewa " ucap digo.


" Banyak omong " sahut dimas yang langsung mengarahkan pistolnya ke arah digo.


" Dimas berhenti " suara teriakan dari luar membuat dimas kembali menurunkan pistolnya.


" Papa " ucap dimas yang melihat papanya berjalan menghampirinya.


" Kamu tidak boleh membunuhnya " ucap papa dimas.


" Kenapa pa?" tanya dimas.


" Karena " ucap papa dimas yang langsung menghentikan perkataannya.

__ADS_1


" Karena dia adalah saudaramu, Heh bukannya itu yang ingin kamu katakan pak tua " Sahut digo.


" Jika kamu membenciku itu tidak masalah tapi hari ini kita selesaikan semuanya secara baik-baik saja " ucap papa dimas.


" Baik mari kita selesaikan semua dengan baik-baik, tapi tunggu seseorang sedang berjalan kemari " sahut digo.


" Dimas syukurlah kamu baik-baik saja, aku sangat menghawatirkanmu " ucap raya yang berlari dari luar dan langsung memeluk dimas.


" Kamu kenapa kesini, di sini berbahaya " sahut dimas.


" Digo memberitahuku kalau kamu terluka jadi aku bergegas datang " ucap raya.


" Kamu di jebak olehnya " sahut dimas.


" Sudah-sudah biarkan aku yang menjelaskan semuanya " ucap digo sambil tersenyum.


" Apa maksudmu melibatkannya " sahut dimas yang kembali mengangkat pistolnya.


" Dimas jangan " ucap papa dimas yang langsung memegang pundak dimas.


" Hahahaha, sangat mengharukan tapi sayang aku tidak butuh perlindunganmu pak tua.


Dulu di saat aku yang harusnya hidup dengan layak kenapa harus datang dia, iya dia anak pungut yang kamu ambil dari jalanan itu " ucap digo sambil menunjuk dimas.


" Saat dia yang seharusnya menjadi cacat bahkan mati kenapa aku yang harus menggantikannya " sambung digo yang tanpa sadar meneteskan air matanya.


" Apa maksudnya " sahut dimas yang langsung menatap papanya.


" Raya aku mencintaimu saat pandangan pertama bisakah kita bersama, dia tidak layak untuk mu " ucap digo sambil menatap raya.


" Dia sangat layak bagiku dia suami paling sempurna di dunia " sahut raya.


" Hahaha sempurna, dia itu manusia cacat jika bukan mataku yang di pakainya sekarang dia tidak mungkin bisa melihat jika bukan karena ginjalku apa dia masih bisa berdiri tegap seperti itu saat ini " ucap digo sambil tertawa.


" Aku tidak perduli itu bagiku dimas sangat sempurna, sampai kapanpun aku akan tetap menjadi istrinya " Sahut raya.


" Lingga sudahlah nak semua hanya kesalah pahaman saja, papa melakuan itu karena kamu di perkirakan sudah tidak bisa hidup lebih lama lagi, jujur saja papa tidak ingin tidak memiliki penerus maafkan papa jika papa salah langkah " ucap papa dimas.


" Itu karena kamu dari awal tidak menganggapku, jika bukan karena ibuku yang sudah di surga sekarang apa aku masih bisa hidup sekarang, semua masa-masa sulit yang ku hadapi karena dirinya " sahut digo.


" Semua salahku bukan salah dimas " ucap papa dimas.


" Salah siapapun itu dia tetap harus "


" Mati "


Doooooooooooooooorrrrrrrrrr...


" Dimas " ucap raya yang langsung berdiri tepat di depan dimas.


Satu tembakan yang tepat mengenai dada raya membuat dimas terduduk lemas, darah yang terus keluar dan mata raya yang terpejam membuat dimas langsung histeris.


" Raya kenapa kamu melakukan ini untukku, seharusnya aku yang melindungimu bukan sebaliknya " teriak dimas sambil memangku kepala raya.


" Aku mencintaimu, kenapa kamu melindunginya aku melakukan semua ini agar kamu berpaling darinya. Hahaha, bodohnya aku kenapa aku menembakmu " ucap digo yang langsung membuang pistol di tangannya.


Alex yang dari awal hanya diam memperhatikan keributan besar di depannya langsung menelpon ambulan dan kantor polisi, raya yang di bawa ke rumah sakit dan digo yang di bawa ke kantor polisi membuat lokasi kejadian menjadi kembali sunyi dan sepi.


Red yang merasa bersalah pada keduanya memutuskan menyerahkan dirinya sendiri dengan begitu ibunya juga tidak perlu lagi merasa terancam karenanya.


Berbulan-bulan berlalu begitu cepat raya yang masih koma di rumah sakit menyisahkan kesedihan tersendiri bagi dira, dimas yang sudah melarang putrinya menjenguk mamanya akhirnya luluh dan mengizinkannya.

__ADS_1


" Papa pasti saat dira menjenguk mama akan segera bangun " ucap dira.


Dimas yang mendengar perkataan putrinya hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil berharap kejadian seperti itu benar-benar terjadi pada istrinya.


__ADS_2