Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
59. Ke rumah sakit


__ADS_3

Raya merasa kasihan pada dimas jika saja dia bisa mengerti lebih banyak tentang Dimas di luar sana semua pasti tidak terjadi seperti itu, raya yang merasa sakit kepala terus memikirkan dimas langsung menyalakan televisi sambil berharap tayangan televisi bisa sedikit menghiburnya.


" Pemirsa baru saja terjadi kecelakaan besar melibatkan mobil berwarna hitam dengan mobil bermuatan berat, seorang pengemudi mobil berwarna hitam mengalami banyak luka dan di larikan ke rumah sakit terdekat. Beginilah kondisi mobil saat saya berada di tempat kejadian " ucap pembawa berita sambil mensorot mobil dimas.


" Mama itu mobil papa " teriak dira dari belakang raya.


" Ya mama rasa itu juga mobil papa, dira cepat ambil tas mama kita pergi sekarang " sahut raya.


Dira tanpa berbicara langsung berlari ke kamar mamanya mengambil tas mamanya dan memberikan ke mamanya.


Raya di tengah rasa khawatirnya langsung mengambil tasnya dari tangan dira dan bergegas keluar rumah menuju mobilnya, dira yang mengikuti dari belakang mamanya juga langsung masuk ke dalam mobil sambil meneteskan air matanya.


Dira berhasil itu bukan papa, walau dulu dira tidak menyukai papa sekarang dira menyayanginya dira tidak mau terjadi apa-apa pada papa " dalam hati dira.


Raya yang mengetahui hanya satu rumah sakit yang paling dekat dengan jalan tempat kecelakaan terjadi langsung menancap gasnya ke arah rumah sakit itu, tidak butuh waktu lama raya yang sampai di rumah sakit langsung memarkir mobilnya.


" Dokter di ruangan mana pasien korban kecelakaan tadi?" tanya raya yang langsung menghentikan seorang dokter yang lewat di sampingnya.

__ADS_1


" Anda siapanya?" tanya dokter balik.


" Saya istrinya " sahut raya.


" Pasien korban kecelakaan masih berada di ruang ICU, anda silahkan keruangan saya " ucap dokter itu yang langsung berjalan pergi.


Raya menuruti perkataan dokter itu mengikutinya dari belakang sambil menggandeng tangan putrinya.


Raya yang melihat dokter itu memasuki sebuah ruangan bergegas masuk ke dalam dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.


" Benar itu nama suami saya " sahut raya.


" Kalau begitu ibu harus sabar, kemungkinan besar pak dimas akan mengalami gangguan jiwa yang di sebabkan benturan keras di bagian kepalanya. Tidak hanya itu bagian tangan dan kakinya juga mengalami patah tulang " ucap sang dokter.


Raya yang mendengar perkataan dokter itu langsung menutup mulutnya, air mata yang menetes dari matanya sudah tidak mampu lagi di bendungnya.


" Apa masih ada harapan untuk sembuh dok?" tanya raya.

__ADS_1


" Kalau patah tulang kemungkinan masih bisa sembuh, tapi kalau gangguan kejiwaannya saya tidak berani menjaminnya " sahut dokter itu.


Raya yang mendengar perkataan dokter itu langsung keluar ruangan, raya tidak menyangka karenanya dimas harus mengalami hal seperti itu.


Dira yang mendengar penjelasan dokter hanya bisa menangis sambil menutup telinganya, dira berharap semua yang di dengarnya tidaklah nyata.


Raya menunggu di depan ruang ICU cukup lama sebelum akhirnya dimas di pindahkan ke sebuah ruangan dalam kondisi masih tidak sadarkan diri.


" Dimas maafkan aku " ucap raya yang melihat dimas di baringkan di sebuah tempat tempat tidur khusus.


" Mama, papa kenapa sampai terjadi seperti ini " ucap dira.


" Mama juga tidak tahu nak, yang mama tahu semua ini salah mama " sahut raya sambil memeluk putrinya.


Huuuu,huuuu,huuu...


Dira tidak berhenti menangis sambil sesekali menatap dimas dari celah kaca di pintu ruangan.

__ADS_1


__ADS_2