
Raya yang menemani dimas tidak pulang sehari semalam ' semua keluarga khawatir padanya .
Raya pulang kerumah membawa dimas bersamanya dia bahkan membantu dimas berjalan masuk kedalam rumahnya ' semua melihat ke arahnya.
" raya kenapa kamu membawanya pulang ke rumah " papa nya terlihat sangat marah.
Raya membantu dimas duduk, raya memegang tangan papanya.
" pa, aku ingin bersama dimas kembali "
"apa yang kamu bilang ' kamu sadar tidak selama ini apa yang dilakukannya "
" tapi pa raya masih sayang sama dimas, semua yang terjadi hanya salah paham "
" apa yang dilakukan dia hingga membuat kamu berubah pikiran ' papa masih tidak habis fikir " papanya melepas tangan raya.
" maafin raya pa ' ini semua salah raya dari awal ini salah raya " raya menangis didepan papanya.
Dimas mencoba berdiri sebisanya.
" maafin saya om ini semua salah saya ' harusnya saya tidak mengambil keputusan yang salah, izinkan saya menebusnya kembali "
Papa nya terdiam menatap ke arah dimas dan membisikan sesuatu.
" saya akan menerima nya apa pun keadaan nya "
Papanya raya memeluk dimas, semoga dia bisa memegang kembali kata katanya.
" Selamat datang kembali menjadi menantu di rumah ini " Dengan sangat berat hati papanya menerima dimas kembali.
" Terimakasih om "
Raya berpamitan dia tidak lagi bisa tinggal bersama orang tuanya dan kakaknya dia Sekarang akan tinggal bersama dengan dimas.
__ADS_1
" kamu baik baik ya nak disana' jangan lupa sering sering main kerumah" mamanya meluk raya sangat erat. seolah tidak ingin melihat raya pergi dari rumahnya.
" Iya ma " raya mencium pipi mamanya.
Raya mengambil bajunya dan pergi.
" Terimakasih, kamu mau kembali padaku " kata dimas.
" ya ' aku berharap kita tidak akan berpisah lagi selamanya "
Dimas memeluk raya dan menciumnya.Entah sudah berapa lama mereka tidak merasa sebahagia ini.
Raya membantu dimas turun dari mobil ' dan menuntunnya sampai ke dalam rumahnya.
Dimas mendorong raya ke atas kasur dan menindihnya.
" Sayang aku kangen sama semua dari kamu, bisakah aku menikmatinya. "
" Tidak jadi " tanya raya.
" jadi dong bikinin yang enak ya "
" maksudnya kamu suruh aku masak "
" La iya, memangnya mau apa lagi ' kamu sudah tidak tahan ya "
wajah raya memerah dia merasa malu, dia langsung pergi ke dapur membuat makanan untuk dimas.
Raya melihat dimas duduk manis di atas tempat tidur ' entah kenapa raya merasa dimas terlihat jauh lebih tampan.
" ini makanan nya " raya meletakan makanannya disampingnya.
" Suapin dong " dimas berlagak manja.
__ADS_1
Raya meniup dan menyuapinya.
" gak enak ' coba kamu rasain " kata dimas.
" masak sih." raya mencoba satu sendok penuh.
Dimas menarik raya dan berusaha mencium bibirnya.
" ini baru enak " Dimas mengambil makanan yang ada dimulut raya dengan mulut nya.
Raya merasa sangat malu ' sudah lama sekali dia tidak pernah melakukan itu, dulu pernah hanya sekali saat dimas sakit dan tidak mau makan.
Raya melihat ke arah dimas ' dimas sendiri malah seperti tidak terjadi apa apa.
" sudah selesai ' sekarang kamu istirahat "
raya mencoba menyelimuti dimas.
Dimas menarik tangannya membuat raya terjatuh di atas badannya.
" jangan pergi, biarkan aku terus memeluk mu' aku tidak ingin Kehilangan kamu lagi "
Raya pasrah dia menuruti dimas ' raya sendiri tertidur di atas badan dimas.
Raya terbangun dia merasa kenapa kasurnya terasa lebih keras dan menonjol dia membuka matanya dan melihat posisinya ' raya merasa malu sendiri.
Raya cepat cepat berdiri dia berharap dimas masih belum bangun.
" Kamu mau kemana ' kenapa tidak bertanggung jawab "
" hehehehehe " raya hanya tertawa dia langsung pergi keluar kamar.
Bahagia itu sangat sederhana aku ingin tetap bahagia seperti ini dengan mu selamanya,,, dalam hati dimas.
__ADS_1