
Hari berlalu begitu cepat tak terasa hari minggu akan kembali tiba, raya yang sudah memutuskan untuk kembali ke kota meminta dimas menghabiskan hari minggu untuk berlibur.
Raya yang sudah menemukan tempat terbaik untuk hari terakhir berlibur mereka langsung memanggil dimas yang asyik bermain dengan putrinya.
" Dim kemari sebentar " ucap raya yang berdiri di depan pintu kamar dira.
" Nanti lagi kita mainnya ya sayang " ucap dimas sambil menatap putrinya.
" Iya papa " sahut dira.
Dimas yang melihat raya berjalan ke kamar bergegas mengikutinya, dimas tiba-tiba berpikir apa mungkin raya ingin meminta padahal hari masih sore.
" Sayang nanti malam saja " ucap dimas yang membuat raya terkejut.
" Apanya yang nanti malam kamu jangan berpikir aneh-aneh, aku sudah memutuskan hari senin kita akan kembali ke kota tapi " ucap raya yang tidak melanjutkan perkataannya.
" Tapi apa?" tanya dimas penasaran.
" Besok hari minggu aku mau besok menjadi hari liburan terakhir kita di desa ini " sahut raya.
" Oh jadi kamu mau kita liburan sama seperti sebelumnya begitu " ucap dimas.
" Iya tapi kali ini berbeda, aku ingin kita pergi ke sebuah tempat yang berada di desa ini " sahut raya.
" Kalau begitu besok kita akan pergi, apapun yang kamu inginkan pasti setuju " ucap dimas yang langsung memeluk raya.
" Gombal " sahut raya yang langsung tersenyum.
Raya yang melihat dimas masih memeluknya bergegas melepaskan pelukan dimas dan berlari ke dapur, raya berpikir jika membiarkan dimas terus memeluknya dimas pasti akan langsung meminta apa yang di inginkannya.
Makan malam yang sudah di siapkannya membuat dimas dan dira berlomba lari menuju meja makan, raya yang melihat kelakuan dimas dan dira hanya tersenyum sambil menunggu keduanya di meja makan.
" Hore dira menang " teriak dira yang langsung duduk sambil menatap mamanya.
" Aduh papa kalah " ucap dimas sambil tersenyum.
__ADS_1
" Sudah makan dulu nanti baru berlomba lagi" sahut raya yang langsung mengambilkan nasi ke piring dimas dan dira.
Raya yang belum memberitahu dira jika mereka akan kembali ke kota memutuskan untuk memberitahunya setelah selesai makan, raya yang kebetulan habis duluan bergegas cuci tangan lalu kembali ke tempat duduknya.
" Dira hari senin nanti kita akan kembali ke kota " ucap raya.
" Kenapa harus kembali ke kota ma " sahut dira yang merasa kesal.
" Papa masih harus mengurus sesuatu di kota dan kita tidak bisa hanya di sini menunggunya " ucap raya.
" Tapi dira tenang saja besok kita akan menikmati hari libur terakhir kita di desa ini " sahut dimas.
" Ya pa " ucap dira yang langsung mencuci tangannya dan kembali ke kamarnya.
" Dira sepertinya tidak ingin pergi " ucap dimas.
" Biarlah " sahut raya dengan pasrah.
----- -----
" Sayang ayo kita pergi " ucap raya.
" Baik ma " sahut dira yang langsung berjalan ke arah mamanya.
Raya yang sebelumnya baru mendapatkan informasi tempat liburan terakhir mereka merasa sedikit khawatir sebenarnya, walau begitu raya tetap menuju ke arah tempat tujuannya.
Raya yang sudah memarkir mobilnya di pinggiran jalan bergegas menghampiri dimas dan dira, raya yang masih melihat dira cemberut langsung duduk di depannya.
" Sayang kalau dira cemberut terus, liburan terakhir kita jadi suram loh " ucap raya.
" Iya dira senyum dong " sahut dimas.
" Anak cantik sini sama nenek kita masuk ke dalam, di dalam banyak buah yang manis loh " ucap seorang wanita tua yang langsung menghampiri dira.
" Nenek siapa?" tanya dira.
__ADS_1
" Nenek yang punya kebun buah ini, karena kamu sangat cantik nenek izinin kamu mengambil semua buah dari kebun nenek " ucap wanita tua itu sambil tersenyum.
" Buah apa saja nek?" tanya dira lagi.
" Ada jeruk, mangga, apel, sama strawberry anak cantik suka yang mana?" tanya wanita tua itu sambil mengelus kepala dira.
" Dira suka semuanya, ayo nek kita petik " ucap dira penuh semangat.
" Biar dia sama aku, kalian juga nikmatilah apa yang ada di kebunku. Aku sangat suka saat kedatangan tamu " ucap wanita tua itu sambil menatap raya.
Raya yang melihat dira kembali bersemangat mulai merasa lega, raya menarik tangan dimas masuk ke dalam kebun wanita tua itu sambil sesekali meminta dimas untuk mengambilkan buah di depannya.
Dimas yang sudah memetik beberapa buah langsung mengajak raya duduk di rumah wanita tua itu, sampai di rumah wanita tua itu raya dan dimas melihat dira yang terus tertawa tidak berhenti.
" Loh kalian kok cepat sekali?" tanya wanita tua itu yang langsung keluar dari rumahnya.
" Iya kami sudah memetik beberapa " sahut raya.
" Yah sudah mari masuk, aku sangat senang kedatangan tamu kalian mau minum apa?" tanya wanita tua itu.
" Sembarang saja " sahut raya lagi.
" Mama nenek ini lucu, dira suka semua cerita yang di bacakan nenek " ucap dira.
" Kalau suka kenapa tidak tinggal sama nenek saja " ucap wanita tua itu sambil tersenyum.
Raya yang merasa pemilik kebun sangat ramah membuatnya betah di rumahnya, raya yang awalnya berniat pulang lebih awal akhirnya mengurungkan niatnya.
Dimas dan raya menghabiskan hari terakhir berlibur mereka di rumah wanita tua itu, tidak hanya menikmati buah hasil dari kebun cerita demi cerita membuat waktu berjalam begitu cepat.
" Terima kasih nek " ucap dira sambil melambaikan tangannya.
" Nanti datang lagi ya anak cantik " sahut wanita tua itu sambil tersenyum.
Raya dira menghabiskan seharian mereka dengan sangat bahagia, walau begitu dimas yang sedari tadi hanya diam membuat raya merasa sangat heran.
__ADS_1