
Dimas terdiam menatap dira cukup lama, raya yang tidak mengetahui kenapa dimas terus menatap putrinya hanya bisa memeperhatikannya terlebih dulu.
Arrrrrrrrkkkkkhhhhh... Teriak dimas tiba-tiba yang membuat raya dan dira sangat terkejut.
" Mama papa kenapa?" tanya dira sambil menatap mamanya.
" Tidak apa-apa sayang, mama bawa papa ke kamar dulu ya " sahut raya yang mencoba tetap tenang di depan putrinya.
Arrrrrrrrrrkkkkkhhhh...
Arrrrrrrrrrrkkkkkkhhhhh...
Dimas terus berteriak sambil memegangi kepalanya, raya yang merasa khawatir mencoba meminta dimas untuk tenang sambil terus berjalan ke arah kamar.
" Tenanglah kita akan beristirahat " ucap raya.
Raya yang sudah membawa dimas kembali ke kamarnya langsung membaringkan dan mengambilkan obat penenang untuk dimas, raya yang terlihat cemas bergegas mengambil air putih dan membantu dimas meminum obat penenangnya.
Dimas yang sudah meminum obat penenang perlahan menutup matanya dan tertidur, perasaan raya menjadi tidak menentu dan ragu haruskah dia tetap melanjutkan rencananya.
" Maaf jika aku terlalu berlebihan, tapi semua demi keluarga kita " bisik raya di telinga dimas.
Raya yang tanpa sadar meneteskan air matanya bergegas berjalan keluar, dira yang berdiri di depan pintu kamar langsung memeluk kaki mamanya.
" Ma, apa ini semua akan berhasil?" tanya dira.
" Pasti berhasil sayang, kita tidak boleh menyerah " sahut raya yang langsung mengusap air matanya.
" Lalu kenapa mama menangis?" tanya dira lagi.
__ADS_1
" Mama tidak menangis dira tidak perlu memikirkan mama, mulai besok dira sudah mulai sekolah nanti ada tante ika yang akan mengantar jemput dira " ucap raya sambil mengelus kepala putrinya.
" Baik ma " sahut dira.
Raya yang melihat dimas tertidur karena efek obat hanya bisa duduk di sampingnya, Raya berharap dimas cepat terbangun tapi tidak berteriak lagi seperti tadi.
Semalaman raya menunggu dimas terbangun hingga membuat raya tertidur di samping dimas dengan posisi duduk, suara ketukan pintu kamar membuat raya terbangun raya yang melihat dimas masih tertidur hanya bisa menghela nafas.
" Mama dira berangkat sekolah dulu " ucap dira yang berdiri di depan pintu kamar.
" Dira baik-baik ya di sekolah " sahut raya sambil mengelus kepala putrinya.
" Baik ma " ucap dira yang langsung berjalan keluar.
Dira yang melihat di depan rumahnya ada seorang wanita paruh baya dengan sebuah motor di sampingnya langsung menyapanya.
" Hai tante ika " ucap dira.
Dira membalas senyuman tante ika lalu naik ke atas motornya, sepuluh menit perjalanan tante ika memberhentikan motornya di depan sebuah sekolahan dira tanpa di minta bergegas turun dari motor sambil terus memperhatikan sekolah di depannya.
" Nanti tante jemput lagi, anak dira belajar yang pinter ya " ucap tante ika.
" Baik tante " sahut dira yang bergegas masuk ke dalam sekolah.
Dira yang melihat seorang wanita muda menatapnya langsung bertanya.
" Hallo kak, di mana kelas dira?" tanya dira.
" Oh kamu anak baru ya, mari ikut aku " sahut wanita muda itu yang ternyata guru di kelas dira.
__ADS_1
Dira yang mengikuti wanita itu dari belakang langsung masuk ke sebuah kelas, banyaknya murid di satu ruang kelas itu membuat dira tiba-tiba teringat kejadian di sekolah sebelumnya.
" Anak-anak ini teman baru kita, bunda berharap kalian bisa berteman dengan baik " ucap wanita muda yang sebelumnya mengantar dira.
" Baik bunda " sahut semua murid bersamaan.
Dira duduk di depan meja bundar berwarna hijau bersama dua anak laki-laki dan satu anak perempuan di mejanya, walau masih belum terbiasa dira mencoba tersenyum ramah pada semua teman barunya itu.
Teeeeeng, teeeeeeng...
Suara lonceng istirahat berbunyi membuat teman dira berlari keluar kelas, dira yang masih belum terbiasa terpaksa hanya duduk di kelas sambil memakan bekal roti yang di siapkannya sendiri pagi tadi.
" Nama kamu siapa?" tanya anak perempuan yang duduk di samping dira.
" Namaku dira " sahut dira.
" Dira ya, namaku jiji kamu sama siapa berangkat ke sekolah?" tanya anak perempuan itu lagi.
" Aku di antar tante ika nanti tante ika juga yang menjemputku " sahut dira.
" Mama papa kamu kemana?" tanya anak perempuan itu.
" Papa aku sakit dan mama aku menjaganya " sahut dira lagi.
" Kamu yang sabar, kamu dan aku teman ayo kita bemain " ucap anak perempuan itu sambil menarik tangan dira.
Di sisi lain raya yang masih menunggu dimas bangun hanya bisa duduk kembali di tempatnya, suara samar-samar memanggil namanya membuat raya merasa terkejut.
" Raya " ucap suara yang kembali terdengar.
__ADS_1
Raya menatap dimas yang sudah membuka matanya dan sedang menatapnya.