Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
81. Bertemunya Digo dan Red


__ADS_3

Seminggu berlalu begitu cepat, digo yang menjadi supir kemanapun raya pergi tidak membuat siapapun mencurigainya.


" Hallo, ada apa dim " ucap raya di telepon.


" Dokumen penting tertinggal di lemari, aku tidak bisa mengambilnya tolong antar ke kantor ya " sahut dimas di telepon.


" Iya aku antar sekarang " ucap raya.


" Ingat perginya sama supir ya, aku tidak ingin kamu bawa mobil sendiri " sahut dimas lagi.


Tut, tut, tut...


Suara telepon terputus membuat raya hanya menggelengkan kepalanya.


Raya yang kebetulan berada di kamar langsung mengambil dokumen dimas dan bergegas keluar.


" Digo antar ke kantor dimas ya " ucap raya sambil mengunci pintu rumahnya.


" Baik kak " sahut digo.


Digo yang berhati-hati menjaga identitasnya bergegas naik ke mobil dan menjalankannya tanpa bertanya, raya yang duduk di kursi belakang terus mengomel sambil menyebutkan nama dimas berulang kali.


" Ada apa kak?" tanya digo.


" Tidak ada apa-apa aku hanya sedikit kesal saja bisa-bisanya dimas lupa membawa dokumen sepenting ini, apa lagi dia benar-benar tidak mengizinkan ku membawa mobil sendiri sekarang " sahut raya.


" Mungkin bos dimas berpikir aku kerja untuk apa kalau kakak masih terus bawa mobil sendiri " ucap digo.


" Benar juga, oh ya kamu berhenti di sini saja aku mau langsung masuk " sahut raya.


" Baik kak, aku tunggu di parkiran ya" ucap digo.


Raya menganggukkan kepalanya sambil berjalan masuk ke dalam kantor dimas, digo yang baru saja menyalakan mobil tiba-tiba melihat red berjalan melewati mobilnya.


" Tunggu " ucap digo sambil membuka kaca mobilnya.


Red yang mendengar suara tidak asing baginya bergegas memutar badannya.


" Bos " ucap red dengan suara pelan.


Suuuuuts... digo memberi isyrat agar red mendekat padanya.


" Bos kenapa ada di sini?" tanya red.


" Bagaimana kabarmu?" tanya digo balik.


" Aku baik tapi ini tidak aman untuk bos berada di sini " sahut red.

__ADS_1


" Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya " ucap digo.


" Pergilah kita akan sering bertemu nantinya " sahut digo yang langsung menutup kaca mobilnya.


Red yang baru sadar dirinya masih berdiri di depan kantor bergegas masuk ke dalam, dimas yang sudah menunggu kedatangannya membuatnya merasa tidak nyaman.


" Kamu telat 10 menit, bukannya aku sudah bilang untuk datang tepat waktu " ucap dimas.


" Dim telatnya hanya 10 menit kenapa harus marah seperti itu " sahut raya yang berdiri di samping dimas.


" Aku bertemu seseorang yang bertanya di mana tempat parkir mobil, aku sudah memberitahunya tapi dia tidak juga mengerti " ucap red dengan santai.


" Itu pasti digo, aku lupa memberitahunya di mana tempat parkirnya " sahut raya.


" Ya sudah kalau begitu kali ini kamu ku maafkan, oh ya ini adalah istriku raya " ucap dimas.


" Aku red senang bertemu dengan bu bos " sahut red.


" Puff, bu bos panggilan itu tidak cocok untukku. Kamu bisa manggilku kakak ipar sama seperti Alex " ucap raya.


" Baik, kakak ipar aku kembali ke ruanganku dulu " sahut red sambil berjalan pergi.


" Dim bisakah kamu tidak terlalu galak begitu itu akan membuat karyawanmu takut " ucap raya.


" Mau bagaimana lagi, bos memang harus bersikap tegas. Ya sudah kamu pulang saja sekarang aku masih ada rapat penting hari ini " sahut dimas.


Dunia bisnis sangat kejam jika kita tidak tegas maka kita akan di injak-injak, aku tahu kamu orang yang paling tidak tega takutku seseorang akan memanfaatkan kebaikanmu nantinya " dalam hati dimas sambil menatap istrinya yang berjalan pergi.


Raya yang sampai di tempat parkir bergegas menghampiri digo, digo yang melihat raya berjalan ke arahnya langsung membukakan pintu.


" Aduh, tadi aku benar-benar lupa memberitahumu di mana tempat parkirnya. Karena kamu bertanya pada karyawan dimas hingga telat dia tadi di marahin " ucap raya sambil masuk ke dalam mobil.


" Aduh aku jadi merasa bersalah, bisakah kakak memberitahuku di mana rumahnya aku mau minta maaf " sahut digo yang berpura-pura merasa bersalah.


" Sepertinya dia tinggal bersama alex, nanti ku beritahu di mana alamatnya " ucap raya.


" Sekarang kita mau kemana kak?" tanya digo.


" Pulang ke rumah saja " sahut raya.


Sepertinya rahasiaku sampai saat ini masih terjaga, aku benar-benar tidak salah memilih orang walau setelah dua tahun tidak bertemu dia masih menganggapku bosnya " dalam hati digo.


Sampai di rumah raya yang tidak ingin pergi kemana-mana meminta digo untuk pulang, walau raya merasa digo tidak mencurigakan tapi bersama seorang pria selain suaminya membuatnya tidak nyaman.


" Aku tidak pergi kemana-mana, kamu bisa pulang sekarang " ucap raya.


" Tapi ini masih jam 11 siang kak " sahut digo.

__ADS_1


" Tidak apa, nanti kalau aku mau pergi akan ku telepon kamu " ucap raya.


" Baik kak, kalau begitu aku pulang dulu " sahut digo.


Aku terkadang tidak mengerti bagaimana dimas bisa sangat beruntung memiliki istri seperti raya, tidak hanya cantik bahkan sangat baik aku merasa tidak tega ingin memulai rencanaku " dalam hati digo sambil tersenyum licik.


" Tidak mungkin aku tidak tega, jika semua berhasil bisa saja raya berpaling dari dimas dan itu akan menjadi kesempatanku untuk mendapatkannya " ucap digo.


Hasyuuuuu...


" Hais, siapa yang sedang membicarakanku di belakangku " ucap dimas dengan suara pelan.


" Ada apa bos " sahut alex yang duduk tidak jauh dari dimas.


" Tidak ada, lanjutkan saja apa yang di bahas tadi " ucap dimas dengan tegas.


" Baik, lanjutkan " sahut alex.


Raya yang berbaring di tempat tidur tiba-tiba memegang dadanya, detak jantungnya yang terasa semakin cepat dengan firasat yang tidak enak membuatnya langsung terduduk.


Ya Tuhan, apa lagi yang akan terjadi kenapa aku merasa tidak enak seperti ini "dalam hati raya sambil terus memegangi dadanya.


" Sayang aku pulang " ucap dimas dari luar.


" Ye papa sudah pulang " sahut dira sambil berlari memeluk dimas.


" Iya papa sengaja pulang cepat, nanti malam kita makan di luar ya " ucap dimas sambil mengelus kepala putrinya.


" Hore " teriak dira.


" Mama di mana?" tanya dimas.


" Di kamar " sahut dira.


" Ya sudah, papa cari mama dulu nanti kita keluar makan malam dira jangan ketiduran ya" ucap dimas.


" Dira tidak akan tidur sebelum makan papa tenang saja "sahut dira sambil berlari ke kamarnya.


Dimas yang penasaran apa yang di lakukan raya bergegas masuk ke kamar, dimas yang berdiri di depan pintu sedikit kebingungan melihat raya yang terdiam.


" Sayang ada apa?" tanya dimas sambil menghampiri raya.


" Loh sudah pulang, kapan masaknya aku tidak mendengar suara pintu "ucap raya yang terkejut melihat dimas di sampingnya.


" Kamu kenapa melamum?" tanya dimas.


" Tidak kenapa-napa kok " ucap raya sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2