
" Ya, semoga saja tidak terjadi sesuatu pada mama " ucap raya yang bergegas masuk ke dalam rumah.
Raya yang merasa tidak tenang setelah melihat mamanya tidak sadarkan diri langsung berbaring sambil menutup wajahnya, raya tidak lupa berdoa agar tidak terjadi sesuatu pada mamanya atau dia akan merasa bersalah nantinya.
Raya yang menutup wajahnya tanpa sadar langsung ketiduran, dimas yang mengambil bantal di wajah raya hanya tersenyum sambil kembali mempersiapkan pakaiannya.
Dimas yang sudah bertekad untuk mendatangi papanya tidak ingin menunda waktu lagi, dimas berpikir semakin cepat dia menyelesaikan semuanya maka akan semakin baik untuk istri dan anaknya.
Sayang aku pergi sekarang, maaf jika aku tidak membangunkan tidurmu. Tunggu aku kembali semua akan kembali seperti dulu lagi " dalam hati dimas sambil mencium pipi istrinya.
Koper hitam yang sudah di siapkan dimas langsung di tariknya keluar dari kamar, dimas yang melihat dira keluar dari kamar sambil menatapanya bergegas menghampirinya.
" Dira papa harus pergi semua papa lakukan untuk dira dan mama, papa berharap dira bisa mengerti " ucap dimas sambil berjongkok di depan putrinya.
" Papa mau ke mana?" tanya dira.
" Papa akan pergi jauh dan papa tidak tahu kapan pulangnya, papa boleh minta tolong tidak sama dira " ucap dimas.
" Boleh " sahut dira.
__ADS_1
" Tolong jaga mama, apapun yang terjadi mama jangan sampai merasa tertekan atau papa tidak akan tenang di sana " ucap dimas.
" Emmmm " sahut dira sambil menganggukkan kepalanya.
" Anak pintar, kalau begitu papa pergi dulu ya " ucap dimas sambil mengelus kepala putrinya.
" Papa " panggil dira.
" Hati-hati dira tidak ingin kehilangan papa lagi " sambung dira.
" Papa pasti hati-hati dira tenang saja, ingat yang papa katakan tadi ya " sahut dimas sambil berjalan pergi.
Aku pasti membalas semua yang sudah membuat istri dan anakku menderita, bagaimanapun juga dia harus lebih menderita dari istri dan anakku " dalam hati dimas sambil berjalan ke arah mobil travel yang sudah menunggunya.
Tok, tok, tok...
Suara ketukan pintu kamar membuat raya langsung terbangun, raya yang baru bangun tidur bergegas ke arah pintu dan membukanya.
" Mama dira buatkan teh untuk mama " ucap dira sambil memegang cangkir di tangannya.
__ADS_1
" Dira kenapa harus bikinin mama seperti ini, bagaimana jika tangan dira terkena air panas tadi " sahut raya yang langsung khawatir pada putrinya.
" Dira sudah bukan anak kecil lagi ma, umur dira sudah hampir tujuh tahun dira sudah harus bisa mengurus mama " ucap dira.
" Terima kasih dira sudah bersusah payah membuatkan mama teh, papa dira ke mana kok mama tidak melihatnya " sahut raya.
" Papa sudah pergi, papa bilang dira harus menjaga mama sampai papa kembali " ucap dira.
" Kenapa papa pergi begitu saja tanpa memberitahu mama " sahut raya yang terlihat sangat kesal.
" Mama tertidur pulas papa tidak tega membangunkan mama, mama jangan salahkan papa ya " ucap dira.
" Iya iya mama tidak menyalahkan papamu, mama mandi dulu habis itu mama buatkan dira makan ya " sahut raya sambil tersenyum.
" Papa sudah menyiapkan makanan tadi sebelum berangkat, mama mandi saja habis itu kita makan bersama " ucap dira.
" Iya, mama mandi dulu ya " sahut raya lagi sambil berjalan masuk ke kamar.
Dimas kenapa kamu pergi tanpa membangunkanku, walau aku tahu niat baikmu yang tidak ingin aku terganggu tapi aku ingin melihat dan memelukmu sebelum kamu pergi " dalam hati raya sambil membasahi badannya dengan air dari shower.
__ADS_1
" Raya lupakan saja, mungkin dimas memang tidak tega membangunkanmu tapi percayalah semua dilakukannya demi dirimu " ucap raya sambil menatap cermin besar di depannya.