Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
80. Tidak curiga


__ADS_3

Digo yang sudah sampai di tempat tinggalnya langsung membaringkan badannya, digo tersenyum sendiri sambil mengingat dimas yang biasanya selalu keras bisa bersikap santai di depan istrinya.


Kali ini langkahku tidak salah, mengikuti dimas bisa membuatku mengetahui kelemahannya dan salah satu kelemahannya adalah istrinya " dalam hati digo.


Di sisi lain dimas yang berada di dalam kamar sedari tadi terus menatap raya, raya yang tidak sengaja melihat suaminya terus memperhatikannya langsung mengejutkannya.


" Oy ada apa, kenapa terus menatapku seperti itu " ucap raya yang berbicara agak keras.


" Hemmm istriku cantik aku tidak bisa sedetikpun tidak melihatmu " sahut dimas sambil tersenyum.


" Gombal terus " ucap raya yang langsung memukul dimas menggunakan guling yang di pegangnya.


" Tapi kenyataannya begitu, istriku wanita paling cantik di seluruh dunia " sahut dimas.


" Iya terusin saja " ucap raya yang langsung memcubit dimas sambil tersenyum.


" Sayang, mulai sekarang kamu harus pergi sama supir baru itu. Aku tidak mau kamu pergi sendiri " sahut dimas.


" Iya, aku turuti apa yang kamu mau. Besok aku harus mendaftarkan dira aku akan pergi sama digo " ucap raya.


" Tapi ingat jangan menatapnya yah, aku tidak ingin kamu menatap laki-laki selain aku " sahut dimas.


" Hahahaha " raya yang mendengar perkataan dimas langsung tertawa sangat keras.


" Kenapa, apanya yang lucu " ucap dimas sambil menatap istrinya.


" Kamu lucu, kamu yang menyuruhku kalau pergi dengan digo kenapa sekarang kamu yang cemburu " sahut raya.


" Aku tidak mau kamu kelelahan kalau pergi sendiri, tapi aku juga tidak mau kamu menatap laki-laki lain " ucap dimas.


" Hahaha, iya iya aku berjanji tidak akan menatapnya " sahut raya sambil tertawa.


Dia terus tertawa, itu membuatku sangat bahagia " dalam hati dimas.


Di pagi hari raya yang telah menyiapkan sarapan bergegas memanggil dimas dan dira, dimas yang bersiap berangkat ke kantor langsung menghampiri raya dan putrinya.


" Aku tidak bisa sarapan, hari ini jadwalku sangat banyak maaf ya sayang " ucap dimas.


" Tidak apa-apa, nanti siang jangan lupa makan " sahut raya sambil tersenyum.


" Dira papa berangkat dulu ya " ucap dimas yang langsung mencium pipi dira.


" Hati-hati pa " sahut dira sambil kembali menyuapkan makanannya ke mulut.


" Iya sayang " ucap dimas sambil berjalan ke arah pintu.


Dimas yang membuka pintu di buat terkejut dengan digo yang berdiri di sampingnya.


" Kamu sudah datang dari jam berapa?" tanya dimas.


" Setengah tujuh tadi " sahut digo sambil menundukan kepalanya.

__ADS_1


" Keamanan istriku ku serahkan ke kamu, jika sesuatu terjadi padanya kamu yang bertanggung jawab " ucap dimas.


" Baik bos " sahut digo.


Digo yang melihat dimas berjalan menjauh langsung tersenyum, walau merasa kesal melihat wajah dimas digo mencoba menahan emosinya.


" Kamu sudah datang, masuk dulu sarapan " ucap raya yang berjalan keluar rumah.


" Sudah kak, aku sudah sarapan tadi " sahut digo dengan suara pelan.


" Baguslah, oh ya kamu duduk saja dulu aku mau bersiap " ucap raya.


" Baik kak " sahut digo yang memperhatikan raya berjalan menjauh.


Cih, bisanya dia mendapatkan wanita sempurna seperti itu sedangkan dirinya tidak sempurna sama sekali " dalam hati digo.


" Dira cepat nak, sudah jam berapa ini " teriak raya.


" Sudah ma, dira sudah selesai " ucap dira sambil berjalan menghampiri mamanya.


" Cepat sedikit di sana kita masih harus mengantri, oh ya ini om digo dia supir baru mama "sahut raya.


" Hallo om " sapa dira.


" Hallo juga dik " ucap digo sambil tersenyum.


" Kita mau ke mana, kak ?" tanya digo yang bersiap menyalakan mobil.


" Baik " ucap digo yang langsung menjalankan mobilnya.


" Dira nanti harus menjawabnya dengan serius ya, mama tidak mau dira nanti gagal " ucap raya yang duduk di kursi tengah.


" Maaf kalau ku lihat dik dira sangat pintar, aku yakin dia pasti lulus " sahut digo.


" Tuh ma om digo saja yakin sama dira, mama tenang saja " ucap dira.


" Baik kalau begitu buktikan sama mama " Sahut raya.


" Baik ma " ucap dira.


" Oh ya digo, kamu tinggal di mana?" tanya raya.


" Aku tinggal di jln Vikisi kak " Jawab digo.


" Lumayan jauh juga ya, di sana rumah sendiri ya " ucap raya lagi.


" Cuma ngontrak kak, aku di sini juga masih baru " sahut digo.


" Sudah sampai kak " ucap digo yang menepikan mobilnya.


" Ya sudah, kamu kalau mau pergi pergi saja dulu nanti ku telepon " sahut raya.

__ADS_1


" Tidak perlu kak, aku menunggu kakak saja di dalam mobil " ucap digo.


" Ya sudah kalau begitu " sahut raya sambil menggandeng tangan putrinya memasuki sekolah dasar Wiguna.


Wanita yang lembut, dimas tidak pantas mendapatkannya " dalam hati digo sambil menyandarkan badannya.


" Tidak, jika aku bersikap baik aku yakin istri dimas pasti akan jatuh hati padaku dan semua yang menjadi milik dimas akan menjadi milikku " ucap digo dengan suara pelan.


Di satu sisi dimas yang baru saja selesai rapat langsung kembali ke ruangannya, alex yang mengikuti dimas ke ruangannya memberanikan diri bertanya.


" Ke mana red, kenapa aku tidak melihatnya bos?" tanya alex.


" Aku memberinya waktu untuk bertemu ibunya, dia berjanji padaku setelah dia kembali dia akan memberitahuku rahasia pentingnya " sahut dimas.


" Oh ya lex, masih ada pertemuan selanjutnya kamu lebih baik menyiapkannya sekarang " sambung dimas.


" Baik bos " ucap alex yang langsung pergi.


_____ _____ ____


" Haduh, ini sudah siang aku tidak menyangka antriannya sangat panjang " ucap raya yang bergegas masuk ke dalam mobil.


" Ma dira lapar " sahut dira.


" Kita cari makan dulu saja, kebetulan mama juga lapar " ucap raya.


" Antar cari makan dulu ya go " sambung raya.


" Baik kak " ucap digo yang langsung menjalankan mobilnya.


Raya yang sudah menentukan tempatnya bergegad turun dari mobil, panasnya siang itu membuat raya tidak tega membiarkan digo menunggu di mobil.


" Digo ayo " ucap raya.


" Tidak perlu kak " sahut digo sambil tersenyum.


" Sudah tidak apa-apa jika kamu begitu aku malah tidak suka loh " ucap raya.


" Kalau begitu baik kak, maaf " sahut digo yang langsung mengikuti raya dari belakang.


Raya yang sudah memesan tempat langsung menggandeng tangan putrinya ke sebuah meja, digo yang mengikuti dari belakang sesekali tersenyum sendiri.


" Kamu kenap berdiri di situ " ucap raya.


" Jujur saja, aku merasa tidak enak kak" sahut digo.


" Anggap saja kita sebagai keluarga jadi jangan merasa tidak enak seperti itu " ucap raya.


" Terima kasih kak, kakak Berbeda dengan bos-bosku sebelumnya " sahut digo sambil menundukan kepalanya.


" Sudahlah kita makan dulu saja " ucap raya sambil tersenyum.

__ADS_1


Bagus, istri dimas memang baik hati dia tidak curiga padaku " dalam hati digo.


__ADS_2