
Tiwi merasa tidak terima dimas menolaknya bahkan menarik kembali surat perjanjian kerja samanya, tiwi yang merasa sakit hati malam itu juga langsung memesan pesawat dan kembali pulang ke hongkong.
" Aku benar-benar tidak menyangka dia menolakku begitu saja, apa kurangnya aku hingga dia tidak menerimaku " ucap tiwi yang terus menggerutu.
Di satu sisi dimas yang merasa jauh lebih tenang bergegas keluar dari restoran dan pulang ke rumah, dimas ingin segera sampai di rumah dan menjelaskan semuanya pada raya.
Dimas yang sudah sampai di depan rumah langsung memarkirkan mobilnya dan membuka pintu rumahnya, dimas merasa sedikit aneh setelah merasa rumahnya jauh lebih sunyi dari biasanya.
Dira yang merasa haus langsung membuka pintu kamarnya betapa terkejutnya dira melihat dimas yang sedang berdiri di depan pintu sambil menatapnya.
" Papa sudah pulang" ucap dira yang langsung menghampiri papanya.
" Rumah kok sepi sayang?" tanya dimas.
" Mama dari tadi langsung masuk kamar, mama juga bilang kalau dira jangan keluar dari kamar " jawab dira.
" Papa sama mama bertengkar ya, dira melihat mama sepertinya sangat sedih " sambung dira.
" Papa sama mama tidak bertengkar dira masuk lagi ke kamar ya, papa mau lihat mama dulu " sahut dimas.
" Baik pa" ucap dira yang langsung kembali ke kamarnya.
Dimas yang berada di depan pintu bergegas masuk dan menutup pintunya, dimas perlahan berjalan menuju kamar dan berdiri di depan pintu kamarnya sambil berulang kali mengetuk pintu kamarnya.
__ADS_1
" Ray semua tidak seperti yang kamu bayangkan, buka pintunya ada yang ingin aku jelaskan " teriak dimas.
Dimas berulang kali mengulang kata-katanya sambil berharap raya membuka pintu kamarnya, dimas yang menunggu begitu lama di depan pintu kamar memutuskan untuk mendobraknya.
Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaakkkk...
Satu dobrakan yang sangat kuat membuat pintu kamarnya langsung terbuka, dimas yang melihat raya berpura-pura tidur sambil menutup kepalanya dengan selimut perlahan menghampirinya dan duduk di sampingnya.
" Aku sebelumnya sudah menjelaskan dia itu calon klienku yang akan bekerja sama dengan perusahaanku, aku tahu kamu cemburu dan marah padaku demi kamu aku menemuinya tadi dan menarik kembali surat perjanjian kerja sama antara aku dan dia " ucap dimas.
Raya yang tidak percaya perkataan dimas memutuskan tidak menghiraukannya dan tetap menutupi kepalanya dengan selimut, dimas sendiri tidak bisa berbuat apa-apa lagi dimas hanya berharap raya tidak lagi marah padanya.
" Haaaaa" dimas menghela nafas dan berjalan keluar kamarnya.
Di sisi lain tiwi yang sudah kembali ke hongkong bergegas menghubungi orang kepercayaannya, tiwi tanpa ragu langsung meminta orang kepercayaannya itu merebut mitra bisnis dimas yang lainnya.
Tidak hanya itu tiwi meminta peretas handal kepercayaannya untuk meretas seluruh data perusahaan dimas dan menyebarkannya pada lawan bisnis dimas.
Dimas dimas, sebenarnya aku bukan orang yang tega tapi penolakanmu membuatku sakit hati. Jadi maafkan aku jika aku menghancurkanmu sampai tuntas " dalam hati tiwi sambil mengepalkan tangannya.
Dimas yang berusaha untuk tidur tiba-tiba merasa tidak tenang, perasaannya benar-benar tidak enak seperti pertanda buruk akan segera terjadi.
" Tidak ini mungkin hanya karena raya sedang marah padaku, aku yakin jika raya tidak lagi marah perasaanku akan kembali seperti biasanya " ucap dimas dengan suara pelan.
__ADS_1
Kriiiiiiiinnnnngggg.....
Kriiiiiiiiiinnnnngggg.....
Suara nada dering teleponnya tiba-tiba berbunyi, dimas yang merasa baru saja tertidur dengan malas mengankat teleponnya dan menaruhnya di telinga.
" Siapa sih yang telepon orang jam segini, mengganggu orang tidur saja " ucap dimas.
" Bos gawat bos " sahut alex yang terdengar sangat panik.
" Gawat bagaimana?" tanya dimas yang langsung membuka matanya dan duduk bersandar.
" Rekan bisnis kita banyak yang menarik kembali investasi mereka, tidak hanya itu data perusahaan di retas dalam waktu semalam " sahut alex.
" Lex jangan bercanda " ucap dimas yang masih tidak percaya.
" Aku tidak bercanda, jika bos tidak percaya segera saja datang keperusahaan " sahut alex.
Dimas yang merasa khawatir tentang perkataan alex tanpa berpikir panjang langsung berangkat keperusahaan, dimas yang bahkan belum mandi tanpa ragu memberhentikan mobilnya di depan perusahaan dan masuk ke dalam.
Dimas bergegas masuk masuk ke dalam kantornya memeriksa semua data perusahaan, benar saja apa yang di katakan alex semua data perusahaan telah di retas dan menghilang seluruhnya.
" Ini tidak mungkin " ucap dimas yang langsung terduduk lemas.
__ADS_1