Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
63. Rumah baru


__ADS_3

Enam jam perjalanan yang di tempuh raya membuatnya merasa sangat lelah, setelah memasuki perdesaan tidak jauh dari rumah barunya raya baru menyadari ternyata dimas tertidur lelap sepanjang perjalanan.


Raya yang melihat dimas tertidur pulas hanya bisa tersenyum sambil kembali melanjutkan perjalanan yang sudah tidak jauh lagi.


" Mama di sini berbeda jauh dengan tempat kita ya " ucap dira yang membuat raya terkejut.


" Di sini memang berbeda dari tempat kita nak tapi di sini jauh lebih nyaman, mama yakin tidak ada lagi yang mengganggu dira seperti di tempat kita sebelumnya " sahut raya.


" Mama rumah baru kita apa masih jauh?" tanya dira.


" Tidak, dira lihat tidak rumah yang berpagar hitam itu " ucap raya.


" Dira melihatnya ma " sahut dira.


" Itu rumah kita " ucap raya yang langsung memarkir mobilnya dan berjalan membuka pintu pagar rumah barunya.


Dira yang melihat mobil telah berhenti bergegas keluar mobil, dira berlari mengelilingi rumah barunya yang di penuhi pepohanan kecil di depan rumahnya.


Raya yang melihat putrinya asik sendiri hanya bisa tersenyum, raya langsung bergegas memasukkan barangnya ke dalam rumah.


Raya yang sudah selesai memasukkan barangnya langsung membangunkan Dimas dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


Dimas yang terbangun langsung memperhatikan sekelilingnya, suasana yang baru membuat dimas tiba-tiba tertawa.

__ADS_1


Hahahahaha, Hahahaha...


" Rumah baru rumah baru " teriak dimas sambil terus tertawa.


" Kamu menyukainya?" tanya raya.


" Emmmmm" sahut dimas sambil menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah kita masuk dulu, nanti kita akan berkeliling lagi " ucap raya sambil menarik tangan dimas.


Dimas menuruti raya dan mengikutinya dari belakang, suara tertawa dimas yang keras memenuhi kamar yang sudah di sediakan untuk dimas.


" Kamu istirahat saja, aku masih harus merapikan beberapa barang " ucap raya.


" Emmmm " sahut dimas yang lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya.


" Mama, mama " teriak dira sambil berlari masuk ke dalam rumah.


" Ada apa nak, kenapa berteriak?" tanya raya.


" Dira suka di sini ma " sahut dira yang langsung duduk di depan mamanya.


" Benarkah dira suka di sini, kalau begitu mama berharap dira betah sampai papa nanti sembuh ya"ucap raya.

__ADS_1


" Oh ya dira nanti setelah beberapa hari di sini mama akan masukan dira ke sekolah lagi, jadi nantinya dira tidak kesepian walau rumah kita jauh dari rumah orang lain " sambung raya.


" Baik ma " sahut dira.


" Ya sudah dira mandi dulu sana, kamar dira sudah mama bersihkan loh " ucap raya.


" Terima kasih mama " ucap dira yang langsung memeluk mamanya.


Raya yang telah selesai menyusun barangnya bergegas kembali ke kamar dimas, dimas yang melihat raya berdiri di depan pintu langsung memeluknya.


" Mama " ucap dimas sambil memeluk raya.


Raya yang di peluk dimas merasa sangat terkejut, raya tidak menyangka dimas memeluknya sambil memanggilnya mama.


" Pinter duduk di situ dulu " ucap raya sambil melepaskan pelukan dimas.


Dimas lagi-lagi langsung menuruti perkataan raya, dimas yang duduk di tepi tempat tidurnya terus menatap raya sambil tersenyum.


" Aku siapa?" tanya raya sambil menunjuk dirinya sendiri.


" Mama " sahut dimas sambil menganggukkan kepalanya.


Raya yang mendengar jawaban dimas langsung tersenyum, raya baru menyadari ternyata dimas mengikuti apa yang di lihatnya sebelumnya.

__ADS_1


Sepertinya aku tadi tidak menutup pintu dengan rapat tadi, dimas pasti melihat dira memelukku dan memanggilku mama " dalam hati raya.


" Satu-satunya cara agar dimas mengingat dan kembali seperti semula hanya dengan terus melihat dan mengikuti, dengan begitu dimas akan kembali pulih secepatnya " ucap raya dengan suara pelan.


__ADS_2