
Raya memberhentikan mobilnya di depan rumahnya sambil terus memperhatikan putrinya yang duduk di sebelahnya, dira yang melihat mobil telah berhenti bergegas keluar mobil dan berlari menuju kamarnya.
Suara isak tangis terdengar keras dari dalam kamar dira, raya yang tidak tega melihat putrinya sedih langsung mengetuk pintu kamar dira.
Tok, tok, tok...
" Dira buka pintunya nak " ucap raya sambil terus mengetuk pintu kamar putrinya.
Raya yang tidak juga mendapat tanda dira akan membuka pintu terpaksa pergi dari depan pintu kamar dira.
Mereka semua jahat, kenapa mereka menghina papaku apa mereka pikir aku juga ingin memiliki papa seperti itu " dalam hati dira sambil terus menangis.
Dira tidak berhenti menangis sambil sesekali menyalahkan mamanya, kalau saja mamanya mau mengirim papanya ke rumah sakit jiwa semua tidak akan menjadi seperti ini.
Dira yang terus menangis tanpa sadar langsung tertidur di bawah selimutnya.
Raya yang merasa sangat pusing memutuskan membaringkan badannya di sofa ruang tamunya, rasa lelah membuat raya yang menutup matanya langsung tertidur.
" Raya, raya " panggil seseorang yang berada di samping raya.
Raya yang mendengar suara terus memanggilnya perlahan membuka matanya.
" Mama, kakak ada apa?" tanya raya yang langsung duduk.
" Sudah sampai seperti ini kamu masih bersikeras dengan kemauanmu, apa kamu tidak berpikir tentang dira sedikitpun " bentak mama raya.
__ADS_1
" Mama kalau kesini hanya untuk meminta aku membawa dimas ke rumah sakit jiwa maaf aku tidak bisa " sahut raya.
" Kamu terlalu keras kepala, apa kamu tidak melihat video kamu memukul orang tua murid teman dira sudah tersebar dimana-mana " ucap mama raya.
" Biarlah, aku hanya membela putriku " sahut raya.
" Raya mama seperti ini juga demi kamu dan dira, kenapa kamu tidak turuti saja apa kata mama " ucap yogi.
" Maaf kak aku tidak bisa " sahut dira.
Waaaaaaa, waaaaaaa, Hahahahaha...
Suara teriakan dan tawa tiba-tiba terdengar dari kamar dimas, raya yang mendengarnya langsung berlari ke kamar dan melihat apa yang sedang di lakukan dimas.
" Coba kamu lihat dimas yang seperti itu apa bisa membuatmu bahagia " ucap mama raya.
" Walau aku tidak bahagia aku tetap akan bersamanya, aku yakin suatu hari nanti dimas pasti sembuh " sahut raya.
" Terserah kamu, mulai sekarang aku tidak akan datang lagi kesini dan aku akan menganggapmu bukan lagi anakku. Yogi ayo kita pulang " ucap mama raya yang langsung pergi meninggalkan rumah raya.
Maafkan raya ma, raya tahu mama melakukan itu demi raya dan dira tapi maaf raya tidak bisa karena dimas seperti ini juga karena raya " dalam hati raya.
" Mungkin dengan situasi dimas yang sekarang membuat mama dan papa menjadi malu, kalau begitu raya terpaksa pergi dan tidak akan kembali sebelum dimas sembuh karena raya percaya suatu hari nanti dimas akan sembuh dan kembali normal seperti biasanya " ucap raya dengan suara pelan.
Raya yang memutuskan untuk pindah bergegas mengemasi bajunya dan dimas, raya menunggu putrinya membuka pintu dan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Suara pintu terbuka membuat raya yang mengemasi bajunya di ruang tamu bergegas berlari ke kamar putrinya, raya berdiri di depan putrinya sambil memperhatikan mata putrinya yang terlihat bengkak karena terus menangis.
" Dira maafkan mama nak, mama tidak bermaksud membuat dira menderita sebenarnya papa seperti sekarang ini karena mama. Mama hanya ingin menebus dosa mama nak " ucap raya yang langsung menangis memeluk putrinya.
" Huuu, Mama jangan menangis " ucap dira yang kembali menangis.
" Mama tidak bersalah, mereka yang jahat sama kita ma " sambung dira.
" Dira mama tahu kamu pasti menyalahkan mama, tapi percayalah nak papa suatu hari nanti pasti sembuh " sahut raya.
" Dira percaya apa yang mama katakan " ucap dira sambil menganggukkan kepalanya.
" Dira kita akan pindah jauh dari sini, dira mama bantu kemasin bajunya ya " ucap raya sambil mengusap air matanya.
" Kita mau pindah kemana ma?" tanya dira.
" Ke sebuah tempat yang jauh dari sini, kita akan memulai semua dari awal lagi " ucap raya sambil memasukan baju dira ke dalam kopernya.
Dira membantu mengemasi baju dan barang yang akan di bawanya, tidak butuh waktu lama semua yang akan mereka bawa telah siap.
Raya memasukan koper dan beberapa barang miliknya ke dalam mobil, raya meminta dira masuk kedalam mobil terlebih dulu karena dia harus mempersiapkan dimas dan membujuk dimas untuk mengikutinya masuk ke dalam mobilnya.
Walau sangat susah membujuk dimas tapi akhirnya raya berhasil membawa dimas masuk ke dalam mobil, raya menyalakan mobilnya dan menjalankannya menuju ke sebuah tempat yang sudah dia pikirkan sebelumnya.
Sepanjang perjalanan dimas hanya diam sambil memperhatikan keluar jendela mobil, raya merasa sangat tenang sepanjang perjalanan karena tidak mendegar suara teriakan dan tawa dimas yang biasanya terdengar sangat keras.
__ADS_1