
Sudah beberapa bulan berlalu semua sudah kembali seperti semula, perusahaan dimas masih alex yang menggatikan sementara...
Aduh aduh,,, raya merasa perutnya sangat sakit.
Dimas yang disampingnya merasa bingung apa yang harus dilakukannya ,apa mungkin raya akan segera melahirkan.
Raya menghitung bulan ternyata memang sudah waktunya, usia kandungan raya sudah sembilan bulan sembilan hari.
Dimas buru buru membawa raya ke rumah sakit bersalin yang sangat besar...
Aduh, aduh sakit... raya merasa perutnya semakin sakit.
Beberapa dokter ahli memeriksa raya sebentar lagi sudah mau bukaan tujuh tinggal tunggu waktunya saja.
raya merasa badannya semua terasa sakit.
Hah hah hah,,, suara nafas raya mulai kelelahan baru saja dia mengejan dan mengeluarkan buah hatinya.
Suara tangis bayi memenuhi ruangan itu dimas yang mendengarnya merasa sangat senang.
Dilihatnya raya masih terbaring keringat mengalir dipipinya 'dimas mengambil kain dan mengelapnya.
Dua hari dua malam raya berada di rumah sakit akhirnya dia kembali pulang kerumahnya membawa buah hatinya.
Putri kecil ku yang sangat manis " raya mencium putrinya.
Dimas hanya tersenyum dia melihat raya dan anaknya yang terlihat sangat mirip.
__ADS_1
Sayang dia mirip sama kamu loh " kata dimas.
namanya juga anak ku, tentu harus mirip sama aku "
Sayang anak kita belum di kasih nama ' kamu mau kasih nama siapa? " tanya dimas.
Dimas Raya, bagaimana kalau Dira yang berarti dimas raya gabungan nama kita "
Bagus juga aku setuju " dimas menggendong putrinya.
Dira anak papa dira anak papa,,, dimas mengayunkan anaknya ditangannya.
raya merasa sangat bahagia akhirnya keluarga mereka menjadi sempurna '. raya berharap mereka bertiga akan selalu tetap bersama selamanya.
Dimas tidak memperboleh kan raya banyak bergerak semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan olehnya.
Tidak boleh " jawab dimas.
biar aku yang cuci piring "
Tidak boleh "
kalau cuci baju "
Semua tidak boleh biarkan aku yang melakukan semuanya kamu cukup menyusui anak kita saja.
Raya merasa terharu ' suaminya begitu perhatian padanya, tidak cuma tampan tapi hatinya sangat baik.
__ADS_1
sayang kamu pasti capek seharian, mengerjakan pekerjaan rumah, biar aku pijitin yah " raya mendekati dimas.
Stop ,kamu jangan kesini ' kamu juga sudah capek, sekarang kamu istirahat saja " dimas mendekati raya dia memijiti kakinya.
Raya merasa tidak enak hatinya ' dimas kepala rumah tangga tapi hampir semua dilakukan olehnya ,dia sebagai seorang istri hanya perlu menyusui anaknya.
Dilihatnya dimas tertidur ' raya mengusap pipinya...
Suami idaman semua istri ' aku beruntung bisa memiliki kamu " raya mencium pipi dimas.
Hari hari terus berganti sudah lebih tiga bulan Dimas masih tidak mengizinkan dirinya melakuka pekerjaan rumah tangga dia sudah seperti bos besar dirumahnya.
Tiga hari ini dimas terlihat sangat murung ' tidak seperti biasanya, Walaupun dia capek seperti apa dia tidak pernah murung seperti ini.
Sayang kamu kalau sudah lelah istirahat biar aku yang kerjain semuanya "
Dimas hanya menggelengkan kepalanya.
Raya merasa pasti ada yang di tutupi sama dimas...
Aku pasti berangkat " berbicara di telepon.
Raya tidak sengaja mendengar dimas bicara ditelepon tapi tidak tau dengan siapa dia bicara.
Ditanya dimas hanya diam ' semakin membuat raya penasaran.
Akhirnya pekerjaan rumah dilakukan oleh raya karena dimas tiba tiba pergi ' dia tidak memberi tahu mau pergi kemana bahkan perginya saja diam diam disaat raya masih tidur.
__ADS_1
Dim kamu dimana sekarang " raya mencoba menelpon dimas tapi tidak tersambung.