Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
52. Ulang Tahun Dira.


__ADS_3

Setelah kembali ke perusahaan dimas tidak lagi menelpon raya, dalam beberapa hari raya terus mencoba menghubungi dimas raya hanya ingin mengingatkan jika besok lusa adalah hari ulang tahun putri mereka.


" Mama, papa pasti pulang untuk merayakan ulang tahun dira kan ma " ucap dira sambil menatap mamanya.


" Papa pasti pulang dira tenang saja ya " sahut raya mencoba menenangkan putrinya.


Raya yang merasa kasihan dengan putrinya langsung menghubungi dimas kembali, raya tidak ingin putrinya kecewa dan kembali membenci papanya.


Di sisi lain dimas yang tidak ingat ulang tahun putrinya langsung memesan penerbangan ke Hongkong, kliennya yang bernama tiwi terus menghubunginya dari beberapa hari sebelumnya.


" Senang bisa bertemu dengan anda pak dimas " ucap klien dimas yang bernama tiwi sambil mengulurkan tangannya.


" Senang juga bisa bertemu dengan anda " sahut dimas yang langsung berjabat tangan.


" Pak dimas aku sudah membaca proposal yang perusahaan anda kirim dan aku sangat tertarik, jika pak dimas bisa menjelaskannya padaku secara bertahap mungkin aku akan menandatangani nya " ucap tiwi sambil tersenyum.


" Tidak masalah, aku akan menjelaskannya pada anda " sahut dimas.


Di satu sisi raya yang tidak bisa menghubungi dimas hanya bisa pasrah, raya berpikir akan mencari alasan agar putrinya bisa memaafkan dimas yang tidak merayakan ulang tahunnya.

__ADS_1


Hari yang di nanti dira akhirnya tiba, raya menyiapkan sebuah kue ulang tahun beserta lilinnya dan duduk di samping putrinya.


" Ma papa kemana kenapa belum pulang? " tanya dira.


" Papa tadi telepon mama katanya papa masih banyak kerjaan nanti jika kerjaan papa sudah selesai papa akan pulang " sahut raya sambil mengelus kepala putrinya.


Tidak butuh waktu lama suara mobil berhenti tepat di depan rumah raya, dira yang mengira papanya pulang karena ingin merayakan ulang tahunnya bergegas berlari ke arah pintu.


" Selamat ulang tahun cucu ku " ucap nenek dira.


Dira hanya bisa diam menatap nenek kakek dan pamannya yang berdiri di depannya.


Dira yang diam tanpa sadar meneteskan air matanya, sang kakek yang melihat cucunya menangis bergegas memeluknya.


" Dira kenapa menangis?" tanya kakeknya.


" Dira jangan nangis dong ini om bawakan kado ulang tahun " ucap yogi sambil mengelus kepala keponakannya.


" Ma pa, mari masuk " sahut raya yang berdiri di belakang dira.

__ADS_1


Mama papa raya hanya bisa menghela nafas dan berjalan masuk ke dalam rumah raya, yogi yang melihat dira masih terus menangis langsung menggendongnya masuk ke dalam rumah.


" Wah kue dira besar ya, nenek sudah tidak sabar ingin memakannya " ucap nenek dira mencoba menghibur cucunya.


" Ayo sini kita tiup lilin " sahut kakek dira sambil tersenyum.


Selamat ulang tahun untuk cucuku, selamat panjang umur dan bahagia.


Tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga " kakek nenek dira bernyanyi serentak sambil terus betepuk tangan.


Dira yang merasa tidak lagi kesepian di hari ulang tahunnya berusaha tersenyum dan langsung meniup lilin di depannya.


" Horee, selamat ulang tahun ponakan om yogi yang cantik " ucap yogi sambil mengelus kepala dira.


" Terima kasih om nenek kakek, berkat kalian ulang tahun dira hari ini tidak lagi kesepian " ucap dira sambil mengusap air matanya.


" Terima kasih mama, mama sudah mempersiapkan semua untuk dira mama memang yang terbaik " ucap dira sambil mencium pipi raya.


Raya yang sebenarnya ingin menangis mencoba menahan air matanya, bagaimanapun juga sekarang adalah hari ulang tahun putrinya dan dia tidak boleh bersedih.

__ADS_1


Dimas aku berusaha pengertian, aku tidak ingin mencampuri urusan pekerjaanmu tapi kenapa kamu tidak pulang di hari ulang tahun putrimu " dalam hati raya.


__ADS_2