Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
83. Ulang tahun Dimas


__ADS_3

Digo yang mendapat telepon dari raya bergegas pergi meninggalkan tempat rahasianya, nafasnya yang di buat-buat seolah kelelahan membuat raya merasa kasihan padanya.


" Maaf kak baru sampai " ucap digo.


" Kamu habis berlari dari rumah " sahut raya sambil menatap digo.


" Iya tadi cari ojek tidak dapat " ucap digo lagi.


" Tunggu sebentar " sahut raya yang langsung masuk ke dalam rumah.


Huuuuuuh, untung saja aku berpikir untuk berlari tadi jika tidak raya pasti curiga " dalam hati digo.


" Lagi mikir apa, minum saja dulu " ucap raya sambil memberikan segelas air di tangannya.


" Terima kasih kak " sahut digo yang langsung meminum segelas air pemberian raya.


" Kita berangkat sekarang kak " ucap digo yang langsung menaruh gelas di meja.


" Iya ayo kita ke mall aku mau membelikan hadiah untuk dimas " sahut raya.


" Baik kak " ucap digo yang langsung membukakan pintu mobil untuk raya.


Sepanjang perjalanan digo sering kali memperhatikan raya secara diam-diam, raya yang sibuk menggunakan ponselnya sama sekali tidak menyadari jika digo terus memperhatikannya.


" Kamu tunggu di sini saja, aku tidak ingin ada yang tahu kado apa yang akan ku berikan pada dimas " ucap raya yang langsung turun dari mobil.


" Baik kak " sahut digo.


Raya yang berjalan menjauh membuat digo tersenyum sendiri.


Ulang tahun ya, kalau begitu aku tidak boleh ketinggalan aku juga harus memberikan dimas hadiah " dalam hati digo.


Raya yang berada di dalam mall terus mencari sesuatu yang cocok untuk dimas, setelah berkeliling cukup lama raya yang melihat sebuah jam tangan unik bergegas mendatangi toko tersebut.


" Akhirnya aku berhasil memilih hadiahnya " ucap raya sambil berjalan pergi.


Raya yang tidak hanya ingin memberi hadiah namun juga menyiapkan sebuah pesta besar untuk Dimas membuatnya menjadi sangat sibuk, digo yang dimintai Raya untuk membantunya menyiapkan sebuah pesta membuatnya semakin merasa senang kejutan yang seharusnya diberikan pada Dimas akhirnya memiliki peluang besar untuk sampai langsung di tangan Dimas.


Acara yang ditunggu akhirnya tiba setelah meminta Alex untuk menahan Dimas beberapa saat acara siap seperti yang direncanakan raya, Dimas yang baru saja mengadakan rapat besar dan di buat Alex sibuk dengan tumpukan laporan yang harus di tanda tanganinya menbuatnya ingin segera sampai di rumah.


Dimas yang baru saja sampai di depan rumah di buat terkejut dengan banyaknya mobil berada di depan rumahnya, dimas yang penasaran apa yang di lakukan sang istri bergegas masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Plooook, ploooooook, plooooook...


Suara tepukan tangan yang memenuhi ruang tamunya membuat dimas semakin terkejut.


" Selamat ulang tahun papa " ucap dira yang langsung memeluk dimas.


" Terima kasih sayang papa " Sahut dimas.


" Selamat ulang tahun, aku tahu kamu selalu sibuk jadi malam ini aku meminta seluruh karyawanmu untuk ikut merayakan ulang tahunmu " ucap raya.


" Terima kasih sayangku, oh ya di mana kado ku " sahut dimas sambil berbisik di telinga raya.


" Tenang saja aku tidak lupa " ucap raya yang langsung memberikan sebuah kado untuk dimas.


" Boleh aku buka sekarang " sahut dimas.


" Buka, buka, buka " ucap alex yang langsung di sambut dengan sorakan serentak.


" Buka saja " ucap raya sambil tersenyum.


Dimas yang sangat penasaran langsung membuka kado dari raya di depan karyawan yang menjadi tamunya, setelah melihat kado raya berupa jam tangan unik berbentuk setengah hati dimas langsung tersenyum.


" Di sini " sahut raya yang langsung menunjukkan pergelangan tangannya.


Plooook, plooooook, plooooook...


Tepukan tangan yang meriah membuat dimas menjadi semakin senang, dimas tidak menyangka istrinya akan memberikan kado yang unik seperti itu.


" Baiklah, acara sudah di mulai silahkan kalian nikmati hidangan di atas meja " ucap raya.


" Bos bos " panggil alex yang langsung menghampiri dimas.


" Ada apa?" tanya dimas.


" Di luar ada pengantar paket kado spesial " sahut alex sambil berbisik.


" Kado spesial, bukannya raya sudah memberikan kadonya dan aku juga sudah membukanya " ucap dimas.


" Bagaimana apa kita terima paket itu atau tidak?" tanya Alex.


" Tentu saja, untuk apa kita takut " ucap dimas dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


" Sayang aku ke depan sebentar, kamu di sini saja temani mereka " ucap dimas sambil menatap raya.


" Ada apa, bisakah aku ikut?" tanya raya.


" Tidak perlu aku akan segera kembali " sahut dimas yang langsung berjalan keluar.


Dimas yang baru saja keluar tidak menemukan pengantar paket yang di katakan alex, dimas yang mengira Alex sedang bercanda padanya bergegas masuk ke dalam.


" Bos tunggu " ucap alex dari belakang dimas.


" Ada apa lagi, pengantar paket yang kamu katakan tidak ada " sahut dimas.


" Tapi kadonya ada di meja, ini kadonya " ucap alex.


" Kalau begitu buka saja di sini, aku penasaran kado spesial apa yang datang " sahut dimas.


" Baik " ucap alex yang langsung membuka kado di tangannya.


" Apa isinya?" tanya dimas.


" Ini sepertinya perekam suara bos " sahut alex yang langsung mengambil perekam suara dari kotak kado.


" Perekam suara, siapa yang sedang iseng memberikanku ini " ucap dimas yang langsung mengambil perekam suara itu dari tangan alex..


" Aku penasaran apa isi rekaman ini " sambung dimas.


Dimas yang merasa sangat penasaran bergegas menekan tombol merah perekam di tangannya, suara serak-serak yang terdengar membuat dimas semakin penasaran.


Hay, selamat ulang tahun aku berharap kamu selalu sehat. oh ya aku sudah tidak sabar ingin mengambil milikku, beritahu pria tua itu untuk menerima kenyataan pahit yang akan terjadi nantinya " ucap suara dalam rekaman di tangan dimas.


" Ancaman, siapa yang berani memberiku ancaman ini " ucap dimas.


" Bos apa bos red kembali bertindak lagi " sahut alex.


" Mungkin saja, kalau begitu aku harus segera mengabari papa " ucap dimas.


" Kita urus itu besok saja, tentang rekaman ini biarkan aku dan kamu saja yang tahu " sambung dimas.


" Baik bos " sahut alex sambil menatap dimas yang berjalan semakin menjauh.


Heeeeeh, aku puas kado itu telah ada di tanganmu " dalam hati digo yang sedari tadi terus memperhatikan dimas dan alex.

__ADS_1


__ADS_2