
"Sayang aku harus berangkat ke kantor hari ini ada rapat penting yang harus ku hadiri " ucap dimas.
" Baiklah, jika tidak pulang malam ini jangan lupa kabarin biar aku tidak merasa khawatir " ucap raya sambil membenarkan dasi dimas.
" Ya " jawab dimas yang langsung mencium pipi raya.
Dimas yang sudah bersiap bergegas pergi ke kantor.
Sampai di kantor alex yang tiba lebih awal langsung memberitahu dimas kalau kliennya akan sampai di bandara, kliennya yang bernama tiwi itu ingin dimas sendiri yang menjemputnya.
" Kenapa harus aku, bukannya kamu juga bisa kan sama saja " ucap dimas.
" Aku juga tidak tahu bos, tapi dia bilang harus bos sendiri yang menjemputnya " sahut alex.
" Ya sudahlah, untung saja bisnis dengannya bisa menguntungkan kita sampai sepuluh teriliun jika tidak aku benar-benar malas menjemputnya " ucap dimas yang langsung masuk ke ruangannya.
Setengah jam kemudian dimas yang di beritahu alex kliennya telah turun dari pesawat bergegas ke parkiran mobil dan langsung menuju ke bandara.
Dimas yang baru sampai di bandara dari kejauhan melihat tiwi yang terus melambaikan tangannya, tiwi yang berjalan ke arah dimas tiba-tiba langsung berlari memeluknya.
" Aku bahagia sekali kamu yang menjemputku" ucap tiwi yang masih memeluk dimas dengan erat.
" Maaf tidak baik di lihat orang " ucap dimas.
__ADS_1
" Maaf pak dimas " sahut tiwi yang langsung melepaskan pelukannya.
" Aku sudah meminta alex mencarikan hotel, aku antar kamu langsung ke sana " ucap dimas.
" Tapi pak dimas bisakah kita cari makan terlebih dulu, aku belum sempat makan sebelum pergi " sahut dimas.
" Baiklah, tapi aku tidak bisa terlalu lama aku masih ada rapat siang ini " ucap dimas.
" Tentu saja " sahut tiwi sambil tersenyum.
Dimas membawa tiwi ke sebuah restoran yang menjadi langganannya dan raya, dimas tidak menyadari restoran tempatnya makan bersama tiwi sangat dekat dengan sekolah putrinya.
Raya yang melihat jam menunjukkan pukul 09:30 bergegas mengganti baju dan pergi menjemput putrinya.
Raya yang baru sampai di sekolah langsung di sambut putrinya yang sudah berada di depan pintu gerbang, raya yang melihat dira terus melambaikan tangan bergegas menghampirinya.
" Tidak ma, dira juga baru saja keluar " sahut dira sambil tersenyum.
" Ma dira lapar " sambung dira.
" Kalau begitu mama bawa dira makan di tempat biasanya ya " sahut raya.
" Asyik " ucap dira yang sudah tidak sabar.
__ADS_1
Raya menggandeng tangan dira menuju restoran yang tidak jauh dari sekolah putrinya itu, sampai di depan restoran raya yang melihat mobil dimas merasa sedikit heran.
" Bukannya tadi bilangnya ada rapat, kenapa mobilnya ada disini " ucap raya dengan suara pelan.
" Mama ayo cepat ma " panggil dira yang sudah berada di depan pintu restoran.
Raya yang melihat putrinya sudah tidak sabar bergegas menghampirinya.
Raya yang berdiri di depan pintu restoran tanpa sengaja melihat dimas yang sedang berduaan dengan tiwi, tangan tiwi yang memegang tangan dimas membuat raya merasa cemburu dan kesal.
" Dira ayo kita pergi ke tempat lain saja " ucap raya yang langsung menarik tangan putrinya.
" Tapi ma " ucap dira.
Raya mengambil mobilnya dan bergegas mencari tempat makan untuk putrinya, walau merasa sangat kesal raya mencoba menahan diri raya tidak ingin putrinya mengetahui apa yang di rasakannya sekarang.
Sampai di sebuah restoran raya yang sudah memesan beberapa hidangan langsung meminta putrinya untuk makan, raya yang tidak memiliki nafsu makan hanya memperhatikan putrinya sambil terus bergumam dalam hati.
Sialan selama ini aku selalu percaya padanya, aku tidak pernah bertanya walau berapa hari dia tidak pulang. Tapi apa yang ku lihat tadi bagaimana bisa dia malah makan berduaan sama wanita lain " dalam hati raya sambil terus mengepalkan tangannya.
" Mama kenapa, kok dari tadi hanya diam kenapa mama tidak makan?" tanya dira yang sedari tadi melihat mamanya terus terdiam.
" Mama gak papa kok, dira cepat sedikit makannya ya mama lagi tidak enak badan " jawab raya sambil berusaha tersenyum.
__ADS_1
Dira hanya menganggukkan kepalanya sambil kembali memakan makanannya, walau merasa mamanya menyembunyikan sesuatu darinya dira mencoba menahan mulutnya untuk tidak bertanya.
Raya yang merasa sangat cemburu terus mengumpat di dalam hati.