Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
78. Musuh misterius Dimas


__ADS_3

Dimas yang duduk di kursinya sambil bersandar tanpa sadar tersenyum sendiri, dimas merasa sangat puas akhirnya bisa membalas perbuatan tiwi yang membuat istrinya menderita.


" Bos, semua sudah selesai " ucap alex yang membuat dimas merasa terkejut.


" Bagaimana dengan karyawan?" tanya dimas yang langsung duduk dengan tegap.


" Sudah semua, sesuai perkataan bos hari senin mereka akan mulai masuk kerja " sahut alex.


" Wartawan juga sudah di beritahu mereka akan datang di hari pembukaan seperti kata bos tadi " sambung alex.


" Bagus, akhirnya selesai juga " ucap dimas.


" Bos apa tidak pulang, untuk sementara red biar saja bersamaku aku akan mengawasinya " sahut alex.


" Karena sudah selesai tentu saja aku harus pulang, aku sudah sangat merindukan istri dan anakku " ucap dimas yang langsung berdiri.


Di****satu sisi raya yang sudah tinggal di rumah orang tuanya selama beberapa hari memutuskan untuk pulang, raya yang sudah mengemasi bajunya bergegas ke kamar mamanya.


" Ma raya sam dira pulang hari ini " ucap raya sambil duduk di samping mamanya.


" Suamimu apa sudah pulang?" tanya mama raya.


" Sepertinya belum, tapi raya sudah beberapa hari disini rumah raya juga sudah lama tidak raya bersihkan " sahut raya.


" Ya sudah, nanti kalau di rumah jangan lupa kunci pintu terkadang orang yang tidak suka dengan kita akan datang kapan saja " ucap mama raya.


" Baik ma " sahut raya yang langsung mencium pipi mamanya dan berjalan keluar.


" Sudah mau pulang " ucap papa raya yang duduk di ruang tamu sambil berbicara dengan yogi.


" Iya pa, rumah sudah beberapa hari tidak raya bersihkan " sahut raya.


" Ya sudah kalau begitu hati-hati " ucap papa raya.


" Baik " sahut raya yang langsung salim ke papa dan kakaknya.


" Kakek dira pulang dulu " ucap dira yang langsung berlari memeluk kakeknya.


" Cucu kakek nanti harus pintar ya kalau di rumah" sahut papa raya.


" Tentu saja, dira kan sudah besar dira pasti pintar " ucap dira yang langsung berlari menghampiri yogi.


" Dira harus menjaga mama kalau ada apa-apa telepon om ya " bisik yogi sambil memeluk dira.


" Om tenang saja " sahut dira sambil berbisik.


" Dada kakek dada om " teriak dira sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Papa raya dan yogi hanya tersenyum sambil memperhatikan dira dan raya yang berjalan keluar rumah, dira yang sudah berada di dalam mobil langsung menatap mamanya yang bersiap menyalakan mobil.


" Ada apa, kenapa kamu menatap mama seperti itu " ucap raya yang langsung menjalankan mobilnya.


" Mama kita pulang apa karena papa sudah pulang ke rumah " sahut dira.


" Papa belum ada kasih kabar, mungkin papa belum pulang " ucap raya sambil fokus menyetir mobilnya.


" Ya, dira kira papa sudah pulang " sahut dira yang merasa kecewa.


" Kan ada mama yang nemani dira " ucap raya sambil tersenyum menatap putrinya.


Raya yang sudah sampai di rumah bergegas memarkirkan mobilnya, raya yang baru keluar dari mobil langsung terdiam menatap rumahnya.


" Ada apa ma?" tanya dira.


" Kalau tidak salah mama sudah mematikan semua lampu kenapa sekarang lampu menyala semua " sahut raya.


" Apa mungkin ada maling yang masuk rumah kita " sambung raya.


" Ma, Dira melihat bayangan seseorang dari jendela " ucap dira.


" Sepertinya benar rumah kita di masuki maling " sahut raya sambil menatap putrinya.


" Kenapa tidak masuk " ucap dimas yang berdiri di depan pintu.


" Papa sudah pulang " teriak dira yang langsung berlari ke arah papanya.


" Bagaimana dira sudah melakukan apa yang papa suruh belum " bisik dimas yang langsung menggendong putinya.


" Sudah dong " sahut dira.


" Kapan pulang, kenapa tidak beritahu aku " ucap raya yang langsung menghampiri dimas.


" Aku juga baru saja pulang, sampai di rumah aku tidak melihat kamu dan dira aku berpikir mungkin kamu ke rumah mama " sahut dimas.


" Aku masak dulu kamu pasti lapar " ucap raya yang langsung masuk ke dalam rumah.


" Sayangku tidak perlu memasak lagi aku baru saja selesai memasak " sahut dimas yang mengikuti raya dari belakang.


" Katanya baru pulang tapi sudah selesai masak bahkan sudah selesai membersihkan rumah, curiga aku kamu datang sudah dari kemarin " ucap raya sambil tersenyum.


" Curiga boleh menuduh jangan " sahut dimas sambil tersenyum nakal menatap istrinya.


Disisi lain kabar kebangkitan perusahaan dimas tersebar sangat cepat, seseorang yang menjadi musuh misterius dimas hanya tersenyum mendengar anak buahnya yang sedang bercerita tentang dimas.


" Ada satu kabar lagi bos " ucap anak buah sang misterius.

__ADS_1


" Katakan " sahut sang misterius yang duduk di kursi sambil menggoyangkan kakinya.


" Red ternyata masih hidup " ucap anak buah itu.


" Apa katamu coba ulangi sekali lagi " sahut sang misterius.


" Red ternayata masih hidup " ucap anak buah sang misterius mengulang perkataannya.


" Hahahahaha, menarik sangat menarik aku selama ini mengira dia sudah mati aku tidak menyangka ternyata dia masih hidup " sahut sang misterius sambil terus tertawa.


" Tapi dia sekarang berada di pihak dimas, suatu hari nanti dia pasti akan membocorkan identitas bos " ucap anak buah sang misterius.


Klek tek...


Dooooooooooooooorrrrrrrrr...


Suara tembakan yang menggema membuat lantai di banjiri darah yang terus keluar dari kepala anak buah sang misterius.


" Aku memintanya bercerita tentang dirinya, aku tidak ingin siapapun menjelekan red karena aku sangat tahu seberapa setianya dia " ucap sang misterius.


" Kalian cepat singkirkan mayat ini dan bersihkan darahnya, aku tidak ingin melihat sedikitpun darah di sini atau kalian akan menyusulnya " teriak sang misterius.


" Baik bos " sahut anak buahnya serentak.


Red aku tidak menyangka kamu masih hidup, selama ini aku berusaha mencarimu ternyata dia menyembunyikanmu. Untuk sekarang kamu tenang saja aku akan membawamu kembali menjadi anak buahku " dalam hati sang misterius sambil berjalan.


" Hemmm, tunggu tunggu red seorang peretas handal dan dia sekarang berada di pihaknya aku curiga kebangkitannya karena red yang membantunya " ucap sang misterius berbicara sendiri.


" Tidak apa-apa selama red di sana dia akan tahu kelemahan orang itu, aku akan memintanya memeberitahuku apa kelemahan orang itu dan aku akan menjadi pemenang sesungguhnya. Hahahahaha " sambung sang misterius sambil terus tertawa.


Pemirsa perusahaan yang kita semua tahu mengalami kebangkrutan kini telah bangkit lagi, saya yang berada di tempat menyaksikan sendiri kebenarannya " ucap penyiar berita.


" Dira papa mana?" tanya raya.


" Papa sudah berangkat dari tadi ma " sahut dira yang bermain sambil menyalakan televisi.


" Kemana papa pergi?" tanya raya lagi.


" Pak dimas bagaimana bisa perusahaan bapak kembali bangkit lagi, kalau boleh tahu apa motivasinya?" tanya wartawan sambil menatap dimas.


" Semua karena istriku, aku berhutang banyak padanya " sahut dimas yang berbicara dengan lantang.


Raya yang tidak sengaja melihat dimas di televisi dan mendengar perkataan dimas tanpa sadar meneteskan air matanya, raya tidak menyangka suaminya berhasil bangkit kembali dan sekarang memujinya di depan orang banyak.


( Quotes )...


Berawal dari perjuangan wanita, kaum pria mampu membuat segalanya menjadi nyata.

__ADS_1


__ADS_2