
Raya yang masih duduk bersandar tiba-tiba mendengar suara pintu kamarnya terbuka, raya yang bisa menduga kalau yang membuka pintu adalah dimas memutuskan untuk kembali berbaring.
Dimas yang baru saja masuk ke kamar langsung berjalan ke arah istrinya, teh susu yang masih berada di tangannya langsung di taruhnya di atas meja.
" Sayang minum dulu, kamu pasti masih kedinginan " ucap dimas.
" Kamu tidak perlu seperti ini, aku bisa membuatnya sendiri " sahut raya.
Raya yang awalnya berbaring langsung terduduk menatap dimas, raya merasa sangat terkejut melihat dimas tidak memegang tongkat di tangannya.
" Dim, siapa yang memindahkanku?" tanya raya.
" Aku tadi malam terbangun dan melihatmu tertidur di kamar mandi, jelas saja aku tidak tega melihatmu kedinginan jadi aku langsung mengangkatmu " sahut dimas.
" Dimas, ini sebuah kejutan besar untukku " ucap raya yang langsung memeluk dimas.
" Kejutan apa?" tanya dimas yang kebingungan.
" Dimas apa kamu tidak menyadarinya, semalam kamu mengangkatku dan sekarang kamu berjalan tidak memerlukan tongkat ini sebuah kejutan buat aku " sahut raya yang tanpa sadar meneteskan air matanya.
__ADS_1
" Kamu merasa terkejut, lalu kenapa kamu menangis?" tanya dimas yang langsung memeluk istrinya.
" Aku merasa sangat bahagia dim, aku berharap tidak hanya kaki dan tanganmu yang sudah sembuh " sahut raya.
" Selain kaki dan tanganku memangnya aku sakit apa?" tanya dimas.
" Tidak ada " sahut raya dengan sangat cepat.
" Ya sudah kamu minum dulu teh susu yang baru aku buat habis itu mandi, masih ada yang ingin ku tanyakan padamu " sahut dimas sambil mengelus kepala raya.
Raya yang melihat dimas berjalan keluar bergegas meminum teh susu yang berada di sampingnya, raya yang tidak ingin dimas menunggunya terlalu lama langsung mandi dan berganti pakaian.
Raya yang sudah selesai mandi bergegas keluar kamar menghampiri suaminya, raya merasa penasaran apa yang ingin di tanyakan dimas padanya.
" Walau aku tidak tahu kita sudah berapa lama disini tapi aku merindukan rumah kita, kapan kita kembali pulang " sahut dimas yang membuat raya semakin terkejut.
" Apa dim pulang " ucap raya sambil menatap dimas.
" Iya pulang ke rumah kita " sahut dimas.
__ADS_1
" Dim kamu sudah ingat tentang rumah kita di kota, apa kamu juga mengingat lainnya?" tanya raya.
" Maafkan aku, aku tahu kamu marah waktu itu tapi aku bersumpah aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya " sahut dimas.
Hiks, hiks, hiks...
Raya yang mendengar perkataan dimas langsung menangis, raya merasa bersalah jika bukan karena dia yang waktu itu tidak percaya pada dimas semua tidak akan berakhir seperti sekarang.
" Aku minta maaf jangan menangis " ucap dimas yang langsung memeluk istrinya.
" Aku yang seharusnya minta maaf, kalau bukan karena aku kamu tidak mungkin kehilangan segalanya " sahut raya sambil terus menangis.
" Sudahlah, masalah itu bukan kesalahanmu aku hanya sedang tidak beruntung waktu itu " ucap dimas.
" Ayo kita kembali ke kota sayang, aku harus menyelesaikan semuanya dan membuatmu kembali bahagia " sambung dimas.
" Untuk apa kita kembali ke kota perusahaanmu sudah... " raya tidak melanjutkan perkataannya.
" Iya aku tahu, justru karena itu kita harus segera kembali aku akan mengurus semuanya dan membuatmu tersenyum selamanya "sahut dimas sambil mengelus kepala raya.
__ADS_1
" Aku merasa sangat bahagia dim, tapi bisakah kita tinggal di sini untuk beberapa hari aku masih ingin menenangkan pikiranku " ucap raya.
" Baiklah karena itu maumu tentu saja aku akan menurutinya, maafkan aku ya aku pasti membuatmu menderita selama ini " sahut dimas yang langsung mencium kening raya.