
Dimas yang sangat yakin semua perbuatan tiwi tanpa berpikir panjang langsung memesan tiket pesawat ke hongkong, dimas ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri jika itu semua perbuatan yang di lakukan tiwi.
Bos mau kemana, apa mungkin bos pulang menenangkan pikirannya " dalam hati alex.
Alex yang masih tidak tenang mencoba menelepon dimas berulang kali, telepon dimas yang tidak aktif memaksa alex menelepon raya.
Kriiingggg, kriiiinggg, kriiingg...
Raya yang mendengar ponselnya terus berbunyi langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelponnya.
Suara laki-laki membuat raya yang terbaring langsung membuka matanya.
" Hallo, Hallo " ucap alex berulang kali.
" Ini siapa?" tanya raya.
" Ini alex, saya mau tanya pak dimasnya ada?" tanya alex balik.
Raya bergegas keluar kamarnya, raya yang melihat dira asyik bermain langsung memanggilnya sambil berbisik.
" Papa dira sudah bangun?" tanya raya.
" Papa sudah pergi dari tadi " sahut dira.
" Oh, dimasnya tidak ada dirumah " ucap raya.
" Aduh gawat, bos kemana lagi situasinya lagi begini " ucap alex dengan suara pelan.
__ADS_1
" Hallo alex, apa yang terjadi?" tanya raya.
Tuut, tuut, tuut...
Alex yang tidak berani memberitahu raya langsung mematikan teleponnya.
Ini pasti ada yang tidak beres, aku harus kesana melihatnya sendiri " dalam hati raya.
Raya bergegas mengganti bajunya dan mengambil tasnya, raya yang melihat putrinya masih asyik bermain langsung menghampirinya.
" Dira mama pergi sebentar ya, dira jangan kemana-mana ya" ucap Raya.
" Baik ma " ucap dira sambil menganggukkan kepalanya.
Raya yang merasakan detak jantungnya semakin cepat mencoba menarik nafas dan membuangnya perlahan.
Suasana kantor yang sangat ribut membuat raya semakin merasa tidak tenang, raya yang melihat alex berjalan menuju ruangan Dimas langsung mengikutinya dari belakang.
" Alex apa yang terjadi, dimana dimas?" teriak raya.
" Saya juga lagi mencarinya, data perusahaan menghilang klien perusahaan juga mencabut investasi mereka " sahut alex.
" Bagaimana bisa?" tanya raya lagi.
" Sepertinya karena bos dimas semalam membatalkan kerja sama dengan klien dari hongkong " sahut alex.
Raya yang mendengar perkataan alex langsung terduduk lemas, Raya benar-benar tidak menyangka Dimas melakukan semua demi dirinya sehingga membuat perusahaan mengalami masalah besar.
__ADS_1
" Jika Dimas pulang kabari aku" ucap raya yang langsung bangkit berdiri dan berjalan pergi.
Di sisi lain dimas yang sudah sampai di Hongkong bergegas mendatangi kantor tiwi, Dimas terus berteriak di depan resepsionis meminta tiwi segera keluar menemuinya.
" Siapa yang ingin bertemu denganku" ucap tiwi yang berjalan santai menghampiri dimas.
" Oh ternyata kamu " sambung tiwi.
" Beraninya kamu membuat masalah ke perusahaanku, aku tahu kamu merasa sakit hati tapi tidak begini caranya untuk membalas dendam" bentak dimas.
" Hei, Kamu pikir kamu siapa bisa berbicara dengan nada tinggi padaku. Kamu yang sekarang tidak lain hanyalah sampah yang sudah tidak memiliki apa-apa, cepat pergi dari sini " teriak tiwi.
" Aku sudah sangat yakin semua ini perbuatan dan ternyata benar, kamu tunggu saja apa yang akan kulakukan " ucap dimas yang langsung pergi meninggalkan perusahaan tiwi.
Sebelum kamu melakukan sesuatu, aku yang akan melakukannya duluan " dalam hati tiwi.
Dimas yang sudah sangat yakin semua perbuatan tiwi tanpa berpikir panjang langsung memesan tiket kembali.
Dimas mencoba menghubungi papanya untuk meminta solusi siapa tahu papanya bisa membantu, harapan dimas menjadi hancur setelah tahu nomor telepon papanya tidak bisa di hubungi.
Baiklah lebih baik sekarang aku pulang dulu, aku harus menceritakan semua pada raya setelah itu aku baru pergi ke tempat papa " dalam hati dimas.
Dimas yang sudah sampai di bandara langsung menuju mobilnya, dimas mencoba tetap tenang saat mengemudi sambil terus meyakinkan dirinya sendiri semua pasti bisa dia hadapi.
Dimas berulang kali menarik nafas dan membuangnya perlahan, dimas yang tidak menyadari mobil besar melaju ke arahnya tidak sempat menghindar.
Bruuuuuuuuuuuuuuuuaaaaakkk...
__ADS_1
Suara tabrakan yang sangat keras membuat orang berkerumun menatap mobil dimas.