
Dimas yang melihat raya berjalan ke arahnya langsung berusaha berdiri dan ingin menghampirinya.
" Dimas apa yang kamu lakukan, tunggu aku sebentar " ucap raya yang melihat dimas berusaha berjalan ke arahnya.
" Aku penasaran apa yang di katakan dokter " sahut dimas.
" Sudahlah ayo kita pulang dulu " ucap raya yang langsung membantu dimas berjalan ke mobil.
Raya yang sudah sampai di dalam mobil bergegas menyalakan mobilnya, raya sesekali melihat ke arah putrinya yang tersenyum bahagia.
" Apa yang di katakan dokter?" tanya dimas lagi.
" Tidak ada, dokter bilang sebentar lagi kamu akan sembuh " sahut raya sambil tersenyum.
" Oh ya, sekarang apa yang kamu rasakan " sambung raya.
" Sebenarnya aku merasa kakiku sering terasa kaku dan tanganku sesekali terasa sakit " sahut dimas.
" Hemm, tadi dokter bilang sakitnya tidak akan lama tapi untuk sekarang kamu masih belum boleh banyak bergerak " ucap raya.
" Baik sayangku, aku tahu kamu yang paling perhatian padaku " sahut dimas yang langsung menatap raya sambil tersenyum.
Sebenarnya sakit di kakimu harusnya sudah sembuh total, tapi karena kamu yang terus melompat saat gangguan kejiwaanmu belum sembuh dulu membuat kakimu merasakan sakit itu lagi " dalam hati raya sambil terus menyetir mobilnya.
" Tapi... saat melompat waktu itu, aku seperti tidak melihat sedikitpun rasa sakit yang di rasakannya " ucap raya yang keceplosan.
" Siapa yang melompat?" tanya dimas.
" Anu, bukan siapa-siapa kok " sahut raya dengan cepat.
__ADS_1
Huh, hampir saja aku membuatnya mengingat kejadian saat dia masih dalam kondisi gangguan kejiwaan. Aku tidak lagi boleh berbicara sembarangan semua demi kesehatan Dimas " dalam hati raya.
" Kita sudah sampai, ayo aku akan membawamu kekamar " ucap raya sambil menatap dimas.
" Hore papa dira sudah sembuh " teriak dira yang langsung turun dari mobil.
" Sayang sebenarnya aku sakit apa selain kaki dan tanganku, kenapa aku tidak bisa mengingatnya ?" tanya dimas.
" Husssst, kita bicarakan itu nanti malam saja" sahut raya yang langsung menaruh jari telunjuknya ke bibir.
" Dira langsung mandi ya nak " ucap raya yang melihat putrinya membuka pintu rumah.
" Baik ma " sahut dira yang langsung berlari masuk ke dalam rumah.
" Raya" panggil dimas.
" Aku juga ingin mandi " sahut dimas.
" Baiklah aku akan memandikanmu " ucap raya dengan santai.
" Terima kasih istriku " sahut dimas sambil tersenyum.
Raya yang sudah membantu dimas duduk di kasur langsung berjalan ke arah kamar mandi, Raya menyiapkan air mandi dimas sambil sesekali tersenyum sendiri.
Raya yang sudah menyiapkan air untuk dimas kembali masuk ke dalam kamar untuk membantu dimas membuka bajunya dan membantu dimas berjalan ke arah kamar mandi.
" Dari tadi aku melihatmu terus tersenyum, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya dimas yang baru saja berendam.
" Aku hanya merasa sangat bahagia " sahut raya.
__ADS_1
" Bahagia kenapa?" tanya dimas lagi.
" Bahagia karena bisa bersamamu terus " sahut raya lagi.
" Kita akan selalu bersama apapun yang terjadi kamu tenang saja " ucap dimas sambil menatap raya.
" Iya sayang aku selalu mengharapkan seperti itu " sahut raya sambil menggosok punggung dimas.
Tidak butuh waktu lama raya yang sudah membantu dimas mandi dan berganti pakaian langsung bersiap memasak, raya merasa tidak sabar ingin melihat keluarga kecilnya berkumpul kembali di meja makan seperti sebelumnya.
" Sayang ayo kita makan " ucap raya yang berdiri di depan pintu sambil tersenyum sendiri.
" Hem, kebetulan aku juga sangat lapar sekarang " sahut dimas.
Raya yang tidak ingin membuang waktu langsung membantu dimas berjalan ke arah meja makan, dimas yang melihat beberapa hidangan kesukaannya sudah tersedia di meja langsung tersenyum.
" Hore, akhirnya kita bisa makan bersama lagi " ucap dira yang langsung duduk di kursi sambil menatap dimas.
" Iya mama juga merasa bahagia akhirnya keluarga kecil kita bisa berkumpul di meja makan lagi " sahut raya sambil menatap putrinya.
" Kalian sedang bicara apa sih, bukannya kita juga selalu makan bersama " ucap dimas.
" Papa bukannya " ucap dira yang tidak melanjutkan perkataannya.
" Shuuuuuuut " sahut raya yang langsung menaruh jari telunjuknya di bibir.
" Hehehehehe " sahut dira yang langsung tertawa.
Terima kasih tuhan, akhirnya keluarga kecilku bisa berkumpul berbahagia kembali di meja makan " dalam hati raya.
__ADS_1