Suamiku Bukan Tidak Sempurna

Suamiku Bukan Tidak Sempurna
72. Kembali ke rumah


__ADS_3

Raya yang melihat dimas terus terdiam semenjak berada di rumah wanita tua itu dan masih terdiam sepanjang perjalanan menuju rumah membuatnya merasa kebingungan, raya yang menyetir mobil sesekali menatap dimas yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Ada apa denganmu?" tanya raya.


" Tidak ada apa-apa " sahut dimas.


" Menurutmu bagaimana wanita itu, aku sangat kasihan padanya dia merindukan putranya yang sudah enam tahun meninggalkannya " ucap raya mencoba mengalihkan perkataannya.


" Ya aku juga sepemikiran denganmu " sahut dimas.


Raya kembali menatap dimas sambil merasa sedikit kebingungan, raya berpikir walau dimas menjawab perkataannya ekspresi dimas tidak seperti biasanya, raya yang tidak ingin mengambil pusing kembali menatap jalan menuju rumahnya.


Raya yang sudah sampai di rumah bergegas menyiapkan pakaiannya yang akan dibawanya kembali besok, walau hatinya merasa sangat tidak ingin pergi meninggalkan tempat yang membawa kenyamanan baginya raya merasa tidak memiliki pilihan lain.


Pagi hari yang tidak di nanti akhirnya tiba, setelah selesai memindahkan barang ke dalam mobil raya bergegas menaiki mobil di susul dira yang langsung duduk di belakangnya.


" Ma dira masih mau tinggal di sini " ucap dira.


" Kita tetap harus pergi sayang, papa memiliki sesuatu yang harus di urus " sahut raya.


" Dira, nanti kita kembali lagi kesini dira tenang saja ya " ucap dimas sambil menatap putrinya.


" Baik pa " sahut dira yang langsung menyandarkan badannya.


Perjalanan yang seharusnya di tempuh selama enam jam menjadi semakin singkat saat dimas yang mengendarai mobilnya, Raya yang merasa perasaannya tiba-tiba menjadi tidak menentu langsung menyandarkan badannya sambil menutup matanya.

__ADS_1


" Sayang bangun, kita sudah sampai " ucap dimas sambil memegang pipi istrinya.


" Emmmmmm " sahut raya yang perlahan membuka matanya.


" Jam berapa sekarang?" tanya raya sambil mengucek matanya.


" Baru jam dua belas " sahut dimas sambil membuka pintu mobil.


Raya menatap rumah di depannya yang baru saja di tinggalnya, rasa kangen bercampur trauma masih terlihat jelas di wajah raya.


" Ada apa? " tanya dimas sambil menatap raya.


" Emmmmm " sahut raya sambil menggelengkan kepalanya.


Dimas yang melihat raya dan dira seperti enggan untuk turun merasa penasaran apa yang sebenarnya sudah terjadi pada istri dan anaknya saat dirinya kehilangan ingatannya.


" Mama " ucap dira sambil menarik tangan raya.


" Dira harus mengerti ya nak semua ini demi papa, mama juga sebenarnya tidak ingin kembali ke rumah ini " sahut raya.


" Baik ma " ucap dira yang bergegas masuk ke dalam rumah.


" Haaaaah " raya menghela nafas sambil berjalan mengikuti dira yang masuk ke kamarnya.


Raya yang sudah berada di dalam rumah langsung memperhatikan seisi rumahnya, dengan langkah yang semakin berat raya langsung membaringkan tubuhnya di atas sofa lalu menutup matanya.

__ADS_1


Suara teriakan dari luar rumah membuat raya merasa sangat terkejut, raya yang menutup matanya kembali membukanya lalu berjalan ke luar.


" Kenapa kamu kembali, bukannya kamu sudah pergi dengan keegoisanmu itu. Oh aku tahu atau jangan-jangan kamu sudah menyerah sekarang " ucap mama raya yang berdiri tepat di depan pintu.


" Mama ini kenapa berteriak, kalau mama mau bicara kita bisa bicarakan di dalam " sahut raya.


" Iya ma jangan seperti ini, malu di lihat orang" ucap yogi.


" Aku malas masuk ke dalam rumahnya, aku kesini hanya ingin bilang akhirnya kamu menyerah juga setelah bersusah payah membelanya, suami seperti itu apa yang bisa di banggakan " teriak mama raya.


" Mama ini bicara apa sih " sahut raya.


" Sayang ada apa, kenapa ribut-ribut di luar " ucap dimas yang berdiri di belakang raya.


" Dia " ucap mama raya tidak melanjutkan perkataannya.


" Ada apa ma, kalau ada masalah bisa di bicarakan baik-baik " sahut dimas.


" Ini tidak mungkin " ucap mama raya yang langsung tidak sadarkan diri.


" Mama kenapa ma " ucap raya yang langsung memegang tangan mamanya.


" Aku bawa mama pulang dulu, kalau ada waktu kamu ke rumah dan menjelaskannya pada kami semua " sahut yogi yang langsung menggendong mamanya.


Raya terdiam sambil menatap kakaknya yang berjalan masuk ke dalam mobil, raya merasa bersalah telah membuat mamanya jatuh pingsan.

__ADS_1


" Sudah mama kamu pasti tidak apa-apa kamu tenang saja " ucap dimas yang langsung memeluk istrinya dari belakang.


__ADS_2