
Setelah wawancara selesai dimas bersiap pulang, dimas yang sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi raya langsung mengendarai mobil yang baru saja di belinya.
Tidak butuh waktu lama dimas yang sudah sampai langsung memarkirkan mobilnya, raya yang melihat dimas turun dari mobil bergegas membuka pintu.
" Kamu sudah berhasil " ucap raya yang langsung memeluk dimas.
" Tentu saja, semua karena kamu jika bukan kamu yang berusaha merawatku dengan tulus aku tidak bisa memperbaiki semuanya " sahut dimas.
Hiks, hiks, hiks...
Raya yang tidak kuasa menahan tangis langsung menangis sekencang-kencangnya di pelukan dimas, tangisan haru sang istri membuat dimas langsung menggendong raya dan membawanya masuk ke kamar.
" Papa " ucap dira yang melihat papa menggendong mamanya.
Dimas yang melihat putrinya hanya tersenyum sambil mengedipkan matanya.
" Hehehe " Dira tertawa sambil berlari masuk ke dalam kamarnya.
Dimas yang sudah membawa raya masuk ke dalam kamar langsung membaringkannya dengan lembut, dimas yang melihat air mata sang istri masih terus mengalir bergegas mengusapnya dengan tangannya.
" Sudahlah jangan menangis sayangku " ucap dimas sambil mencium kening raya.
" Aku seperti masih tidak percaya, dulunya yang di ambil dari kita sekarang sudah kembali lagi " sahut raya yang kembali memeluk dimas.
" Tuhan maha adil, perbuatan baik hasilnya juga akan baik " ucap dimas.
" Mulai sekarang kamu tidak perlu bersusah payah lagi, semua pekerjaan rumah kamu tidak boleh mengerjakannya " sambung dimas.
" Tapi kenapa?" tanya raya yang kebingungan.
" Sudah cukup kamu menderita sekarang aku akan membuatmu menjadi ratuku " sahut dimas.
" Jangan begitu, sebagai istri aku tetap harus melakukan tugasku " ucap raya.
Seeeeeessstttt... dimas langsung menaruh jarinya di bibir raya.
" Aku tidak mau mendengar apapun itu, mulai dari sekarang jadilah ratuku jika kamu ingin melakukan tugas seorang istri tugasmu hanya satu " sahut dimas.
" Apa?" tanya raya sambil menatap dimas.
" Memuaskanku " sahut dimas yang langsung mencium bibir raya.
" Dim kita masih bicara, ini juga masih siang " ucap raya.
" Aku tidak perduli " sahut dimas yang kembali mengulang perbuatannya...
Dua jam berlalu begitu cepat raya yang merasa sangat kelelahan langsung duduk di tepi tempat tidurnya.
" Ada apa sayangku " ucap dimas.
" Tidak ada apa-apa, badanku lengket semua aku mandi dulu " sahut raya sambil berjalan meninggalkan dimas yang masih terbaring di tempat tidur.
Haaaaah, bahagianya rumah tangga jika bisa seperti ini terus. Aku yang sudah berjanji pasti akan menepati janjiku, aku akan mencari asisten rumah tangga dan supir untuk raya dengan begitu raya akan menjadi ratuku " dalam hati dimas.
Dimas yang sudah bertekad langsung meminta alex mengurus semuanya, dimas merasa sangat yakin alex tahu segalanya yang cocok untuknya.
Disisi lain kabar dimas mencari asisten rumah tangga dan supir tersebar dengan sangat cepat, seseorang yang dari awal terus memantau dimas langsung tersenyum.
__ADS_1
" Siapkan helikopter pribadiku, aku harus segera pergi " ucap seseorang memerintah anak buahnya.
" Baik bos " sahut anak buahnya serentak.
Tidak butuh waktu lama helikopter yang telah di siapkan langsung di naiki orang itu, perjalanannya yang semakin singkat membuatnya lagi-lagi tersenyum.
Pekerjaan alex yang menumpuk membuatnya merasa pusing, lebih dari seribu wanita dan pria ingin melamar menjadi asisten rumah tangga dan supir pribadi dimas.
Kring, kring, kring...
Suara telepon yang terus menerus berdering membuat alex semakin pusing.
" Hallo " ucap alex.
" Bagaimana?" tanya dimas singkat.
" Belum dapat bos, semua masih belum cocok dengan kriteria bos " sahut alex.
" Aku tidak mau tahu besok sudah harus ada kalau tidak bonusmu aku potong " ucap dimas yang langsung mematikan teleponnya.
Arrrrrrrrrrkkkkkhhhh...
Teriak alex sambil memegangi kepalanya.
" Permisi lowongan menjadi supir apa masih ada " tanya seorang pria dengan suara lembut.
" Masih, pengalaman pribadi " ucap alex.
" Mantan supir pribadi sebuah perusahan " sahut pria itu.
" Perusahan bangkrut " sahut pria itu.
" Pengalaman oke, alasan berhenti juga oke bagaimana dengan surat-surat " ucap alex.
" Saya memiliki semua surat izin mengemudi" sahut pria itu sambil tersenyum.
" Bagus semuanya oke, kalau begitu aku akan membawamu ke tempat bos " sahut alex.
" Baik " ucap pria itu sambil menundukan kepalanya.
Alex yang merasa jauh lebih tenang langsung membawa pria itu ke rumah dimas, setelah menepikan mobilnya alex bergegas turun dari mobil sambil menggandeng tangan pria di sampingnya.
Tok, tok, tok...
" Bos " teriak Alex sambil terus mengetuk pintu.
Dimas yang mendengar suara ketukan berulang kali bergegas membuka pintu.
" Bos aku sudah dapat " ucap alex sambil tersenyum.
" Bawa masuk aku panggil istriku dulu " sahut dimas.
" Siap bos " ucap alex yang langsung menggandeng tangan pria di sampingnya.
" Sayang alex sudah dapat supir buat kamu, kamu keluar dulu lihat cocok tidak dengan seleramu " ucap dimas sambil menatap raya yang menyisir rambutnya.
" Iya sebentar aku keluar " sahut raya sambil tersenyum.
__ADS_1
Dimas yang mendengar perkataan istrinya langsung keluar menemui alex, dimas yang duduk di depan pria yang di bawa alex terus langsung menatapnya.
" Siapa namamu?" tanya dimas.
" Namaku digo " sahut pria itu dengan suara pelan.
Raya yang melihat dimas terus menatap pria di depannya langsung menghampirinya dan duduk di sampingnya.
" Bagaimana cocok atau tidak?" tanya dimas.
" Tenang saja kalau tidak cocok bonus alex ku potong " sambung dimas.
" Bos jangan begitulah " sahut alex.
Raya yang mendengar perkataan alex langsung tertawa kecil sambil menutup mulutnya.
" Siapa namamu?" tanya raya.
" Digo " sahut pria itu sambil menundukan kepalanya.
" Umur berapa?" tanya raya lagi.
" 24 " sahut digo.
" Alex kali ini kamu tenang saja bonusmu pasti bertambah " ucap raya sambil tersenyum.
" Benarkah kakak ipar " sahut alex.
" Kalau raya sudah bilang begitu aku bisa apa " ucap dimas.
" Karena istriku cocok denganmu kamu di terima, jam kerja dari jam 7 pagi sampai istriku bilang kamu boleh pulang. apa kamu mengerti " sambung dimas.
" Mengerti pak bos, bu bos " ucap digo.
" Hahahah, jangan panggil aku seperti itu kamu boleh panggil kakak saja " Sahut raya sambil tertawa.
" Baik kak " ucap digo.
" Ya sudah kamu boleh pulang, besok jangan lupa langsung masuk kerja " sahut dimas.
" Baik bos " ucap digo sambil menganggukkan kepalanya.
" Kalau begitu aku pergi dulu bos kakak ipar " ucap alex yang langsung berdiri.
" Tidak minum dulu lex?" sahut raya.
" Tidak perlu alex lagi gak haus " sahut dimas sambil menatap alex.
" Iya kakak ipar aku lagi tidak haus " ucap alex sambil tersenyum.
" Ya sudah kalau begitu " sahut raya.
" Kami pergi dulu " ucap alex sambil menarik tangan digo.
" Bos memang seperti itu jangan di ambil hati tapi sebenarnya dia baik, ayo ku antar kamu pulang " ucap alex.
" Terima kasih " sahut digo.
__ADS_1