
Hari berlalu begitu cepat raya dengan sabar merawat dimas di rumahnya, tidak perduli apa yang orang katakan bagi raya dimas yang sekarang tidak berbeda dari sebelumnya.
Hahahahaha...
Suara tertawa terdengar sangat keras dari kamar, raya yang mendengarnya bergegas berlari ke arah kamar.
Raya yang membuka pintu kamar di kejutkan dengan dimas yang terus tertawa sambil melompat di atas kasur, kelakuan dimas yang seperti anak kecil membuat raya langsung menghampirinya.
" Dimas apa yang kamu lakukan duduklah dengan baik " ucap raya.
" Kamu siapa? " tanya Dimas yang masih terus melompat.
" Dimas aku istrimu duduklah dengan tenang, aku akan mengambilkan makan " sahut raya sambil berusaha tersenyum.
Dimas tidak menghiraukan apa yang di katakan raya, dimas terus melompat sambil tertawa bahagia seperti sebelumnya.
Dira yang mengintip dimas dari pintu kamar benar-benar tidak menyangka, papanya yang sekarang seperti anak yang lebih kecil darinya.
" Dira " panggil raya yang berdiri di belakang dira sambil memegang makanan.
" Mama " sahut dira dengan suara pelan.
" Kenapa dira berdiri di situ tidak masuk ke dalam " ucap raya.
__ADS_1
Emmmmmmm...
Dira menggelengkan kepalanya sambil berjalan pergi meninggalkan raya.
" Haaaah, aku tahu pasti sulit baginya menerima kenyataan yang sekarang " ucap raya dengan suara pelan.
Hahahahaha...
Suara tertawa dari dalam kamar masih terdengar, raya yang membawa makanan di tangannya bergegas masuk ke dalam.
" Dimas duduklah mari makan dulu " ucap raya yang duduk di tepi kasur.
Dimas yang melihat raya memegang makanan langsung menurut duduk di depannya, dimas menunggu raya menyuapinya layaknya anak kecil yang menunggu di suapi mamanya.
" Kamu mau makan?" tanya raya sambil menatap dimas..
" Baiklah makan yang banyak ya, semoga kamu bisa cepat sembuh aku kasihan melihat putri kita " ucap raya yang langsung menyuapi dimas sambil meneteskan air matanya.
Dimas yang melihat raya menangis langsung mengusap air mata raya dengan tangannya, layaknya anak kecil setelah mengusap air mata raya dimas lalu memakan sesuap nasi yang di pegang raya.
Walau sedikit merasa sangat terkejut raya berusaha tetap tenang, raya menyuapi dimas dengan sabar walau harus berulang kali menegur dimas agar tidak makan sambil melompat-lompat.
Hari yang sibuk berlalu begitu cepat tidak terasa liburan sekolah dira telah berakhir, setelah menyiapkan bekal untuk dira raya bergegas mengantar putrinya ke sekolah.
__ADS_1
Sampai di depan sekolah seluruh orang tua murid yang mengantar anaknya menatap raya sambil berbisik satu sama lain, raya yang melihatnya mencoba tidak menghiraukan raya berjalan ke pintu gerbang sekolah putrinya sambil menggandeng tangan putrinya yang gemetaran.
" Sayang mama pulang ya, nanti mama jemput dira seperti biasanya. Dira tidak perlu mendengarkan apa yang mereka katakan tentang keluarga kita dira mengerti " ucap raya sebelum kembali masuk ke dalam mobil.
Dira menganggukkan kepalanya sambil berlari masuk ke dalam ruang kelasnya, raya yang melihat putrinya sudah memasuki kelasnya bergegas pulang ke rumah.
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya raya kembali ke sekolah putrinya untuk menjemputnya, suara keributan yang terdengar dari dalam sekolah membuat raya bergegas turun dari mobil.
" Anaknya orang gila, anaknya orang gila " teriak teman dira.
Dira yang mendengarnya mulai merasa kesal dan marah, dira yang tidak terima di bilang anak orang gila langsung memukul temannya itu.
" Heeh, ternyata tidak hanya papanya yang gila anaknya juga sudah menjadi gila. Kalian lihat tidak anak gila ini memukul anakku " ucap orang tua teman dira.
" Aku tidak gila, papaku juga tidak gila " teriak dira.
" Dasar anak gila, mana ada orang gila mengaku gila " sahut ibu dari murid yang di pukul dira.
Plaaaaaaaaaaak...
Raya yang melihat anaknya di bully tanpa berpikir panjang langsung menampar orang tua murid itu.
" Apa kamu berpikir kamu bisa membully anak kecil, kamu bilang anakku gila apa kamu tidak pernah berpikir sebelum bicara. Kalau hanya punya mulut satu lebih baik di jaga dari pada ku robek mulutmu itu " teriak raya.
__ADS_1
Orang tua dan guru yang melihat raya mulai saling berbisik, mereka bahkan mengatakan raya sudah mulai ketularangila dan seluruh keluarganya menjadi gila.
Raya yang melihat putrinya menangis langsung menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam mobil.