
Raya yang sudah memberikan alamat rumah alex pada digo membuat digo merasa bahagia, walau menyayangkan polosnya raya membuat digo semakin menyukainya.
Heeeh, suatu hari nanti kamu akan menjadi milikku " dalam hati digo sambil berjalan menuju rumah Alex.
Ting tong, ting tong...
Suara bell rumah yang terus berbunyi membuat Alex bergegas membuka pintu, walau merasa sangat terkejut melihat digo berdiri di depannya alex tetap meminta digo untuk masuk ke dalam rumahnya.
" Maaf mengganggu, aku kemari ingin meminta maaf padanya karenaku tadi pagi dia di marahi bos dimas " ucap digo.
" Red ada yang mencarimu " teriak alex.
" Kamu tunggu saja sebentar lagi dia datang " ucap alex sambil tersenyum.
" Baik " sahut digo sambil menundukan kepalanya.
Red yang baru keluar dari kamarnya merasa sangat terkejut, red tidak menyangka bosnya akan mendatanginya.
" Kamu lagi " ucap red sambil berjalan menghampiri digo.
" Jangan begitu dia hanya ingin meminta maaf pada mu, kalian bicara saja dulu aku mau ke mini market sebentar " sahut alex.
" Aku ikut denganmu " ucap red.
" Dia jauh-jauh ingin bertemu denganmu jangan seperti itu, sudah aku pergi dulu " sahut alex sambil berjalan keluar.
Red yang mendengar suara mobil alex telah pergi langsung duduk di samping digo.
" Bos ini sangat berbahaya bisa saja dia mencurigaimu " ucap red.
" Apa yang kamu takutkan, aku kesini hanya ingin memberimu ini " sahut digo sambil mengeluarkan kertas dari sakunya.
Ini tempat rahasia ku, pergilah ke sana aku selalu menunggu kedatanganmu " bisik digo.
" Baiklah kalau begitu aku pergi dulu " ucap digo.
" Jika mereka bertanya beritahukan saja identitasku, aku sudah tidak sabar ingin mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku " ucap digo sambil terus berjalan.
Tidak butuh waktu lama alex yang baru kembali dari mini market merasa sedikit kebingungan, alex berpikir sepertinya dirinya tidak pergi terlalu lama kenapa digo sudah pulang.
" Di mana dia?" tanya alex.
" Sudah ku usir, gara-gara dia aku di marahin aku tidak ingin melihatnya lagi " sahut red.
" Haaah, padahal dia berniat baik padamu. Sudahlah sepertinya kebaikan di hatimu sudah mati " ucap alex yang langsung kembali ke kamarnya.
Heeeh, memang kebaikan hatiku telah mati jika tidak bagaimana mungkin aku setia padanya " dalam hati red sambil tersenyum.
" Sebenarnya ini sedikit aneh, tidak mungkin hanya gara-gara hal sepele seperti itu digo meminta maaf pada red. Haaaa aku mungkin berpikir terlalu berlebihan " ucap alex yang berbicara sendiri.
Red yang berada di kamarnya bergegas membuka selembar kertas pemberian digo, alamat yang tertulis jelas di atas kertas itu membuat digo bergegas menyembunyikannya.
__ADS_1
Di sisi lain raya yang membantu dira belajar di hampiri dimas yang terus tersenyum.
" Papa kenapa?" tanya dira.
" Tidak apa-apa dira harus ingat ya lima hari lagi ulang tahun papa " sahut dimas.
Puffft...
Hahahahaha, raya yang tidak kuat menahan tawa langsung tertawa lepas.
" Sebenarnya ada yang ingin memberi mama peringatan, hanya saja malu ya " ucap raya sambil terus tertawa.
" Baguslah kalau sudah tahu " sahut dimas yang langsung kembali ke kamarnya.
" Dira belajar sendiri ya, mama mau bicara sama papa " ucap raya sambil menatap putrinya.
" Iya ma " sahut dira sambil menganggukkan kepalanya.
" Aduh aduh, segitu takutnya tidak di kasih hadiah " ucap raya yang berdiri di depan pintu.
" Biar saja tapi karena kamu sudah mengingatnya aku menunggu kado spesial darimu " sahut dimas sambil mengedipkan matanya.
" Iya, iya " ucap raya yang langsung memeluk dimas.
Kring, kring, kring...
Suara nada dering telepon membuyarkan pelukan mesra raya, dimas yang merasa sangat kesal ada yang mengganggunya terpaksa mengangkat teleponnya.
" Ada apa?" tanya dimas.
" Bos semalam aku mendengar red tidur sambil berbicara dia tidak henti-henti menyebut nama lingga " sahut alex.
" Apa menurutmu lingga itu bosnya " ucap dimas.
" Mungkin saja " sahut alex.
" Bagus, kalau begitu besok aku akan bertanya langsung padanya " ucap dimas sambil tersenyum.
" Ada apa?" tanya raya sambil menatap dimas.
" Bukan apa-apa, ayo kita lanjut lagi " sahut dimas yang langsung melempar ponsel ke tempat tidur.
" Ayo ngapain?" tanya raya yang berpura-pura polos.
" Biasa " sahut dimas sambil memajukan bibirnya bersiap mencium raya.
" Tidak bisa aku lagi tamu bulanan " ucap raya yang langsung menutup mulut dimas dengan tangannya.
" Haaaaah, kasiannya aku " sahut dimas lagi yang langsung membaringkan badannya.
Puffffft...
__ADS_1
Raya yang merasa dimas lucu bergegas keluar sambil menutup mulutnya agar tidak tertawa lepas.
Ke esokan harinya dimas yang merasa penasaran dengan lingga bergegas menyuruh red keruangannya, mata dimas yang menatap red dengan tajam membuat red tanpa sadar tersenyum sendiri.
" Ada apa, apa yang lucu " tanya dimas.
" Tidak ada " sahut red dengan santai.
" Duduklah ada yang ingin ku tanyakan padamu " ucap dimas.
" Langsung katakan saja " sahut red yang langsung duduk di depan dimas.
" Siapa lingga?" tanya dimas.
" Dari mana kamu tahu namanya " sahut red.
" Jangan mengalihkan pembicaraan, langsung saja katakan siapa itu lingga " ucap dimas.
" Kalau begitu aku jujur saja lingga adalah bosku " sahut red.
" Apa aku mengenalnya, kenapa dia sampai mengejar perusahaan papaku " ucap dimas.
" Dia seorang pebisnis, aku tidak tahu permasalahannya yang sebenarnya " sahut red.
" Bisakah aku pergi sekarang, Karena aku sudah memberikan informasi padamu bisa saja aku mati sangat cepat " sambung red.
" Kalau begitu pergilah " ucap dimas yang langsung tersenyum.
Cihhh, jangan berpuas hati dari awal aku memang sengaja memberitahukan namanya dan itu memang karena dia yang meminta " dalam hati red sambil berjalan keluar kantor dimas.
" Lebih baik aku pergi sekarang, aku tahu dia menungguku "ucap red sambil terus berjalan pergi.
Red yang berjalan pergi sesekali membuka kertas di tangannya, setelah memastikan tempat yang di tujunya sudah betul red kembali menyimpan kertasnya.
" Masuklah " ucap digo yang berdiri sambil bersiap menutup pintu.
" Emmmm " sahut digo sambil terus berjalan memasuki gedung yang sudah tidak terpakai.
" Bos aku tidak bisa berlama-lama aku takut mereka curiga " ucap red yang langsung duduk.
" Kebetulan sekali aku juga tidak bisa menemanimu lebih lama, istri dimas baru saja meneleponku " sahut digo.
" Aku percaya kamu tidak akan menghianatiku, bagaimana apa kamu sudah memberitahukan mereka tentang ku " sambung digo.
" Ya aku sudah memberitahukan nama bos ' ucap red.
" Bagus sebentar lagi dia akan mencaritahu tentangku, sebelum dia berhasil mengetahui semuanya dia akan kehilangan apa yang seharusnya menjadi milik ku " sahut digo sambil tersenyum.
" Tapi bos bukannya itu terlalu beresiko " ucap red.
" Semakin beresiko semakin membuatku tertantang, sudahlah aku harus pergi sekarang sering-sering bermain kemari markas ini selalu terbuka untukmu " sahut digo sambil berjalan pergi.
__ADS_1
Lihatlah pak tua sebentar lagi aku akan menghancurkan anak kesayanganmu, dengan begitu masa lalu di antara kita bisa impas " dalam hati digo.